
Setahun berlalu setelah Perang Ghaib itu. Kami pun berpencar karena memiliki kesibukan serta tanggung jawab dalam pekerjaan masing-masing. Saat itu hanya Dika dan Rafli yang masih bertahan dalam team meski membuat konten lainnya. Tak berselang lama, Rafli pun ikut berpencar karena tugas dan tanggung jawab dalam pekerjaan. Tinggal lah Dika sendiri yang harus mengurus channel saat itu. Akhirnya karena merasa takkan bisa maju dengan diri sendir, Dika pun memutuskan untuk pergi dan membubarkan konten.
Beberapa bulan berlalu, Dika yang bertemu Riko di warkop pun mulai membicarakan tentang konten. Dan akhirnya, dalam waktu 3 Minggu Dika berhasil menyatukan kembali team yang telah berpencar. Meski hanya Rafli yang masih belum bisa kembali, tetapi mereka mendapatkan Kawan baru seperti Ayyub. Ghio yang mengetahui jelas tentang lokasi di daerah itu, mulai mencari tempat terbengkalai untuk di telusuri. Beberapa hari kemudian, Ghio mengabarkan team nya untuk segera menuju ke lokasi yang sudah di review dan sudah mendapatkan izin dari pihak setempat.
Sebuah gedung lama yang sudah lama ditinggal. Terlihat rapuh, kotor, banyak tanaman rambat di beberapa bagian gedung itu termasuk banner penjualan iklan gedung itu. Dika, Ghio, Ayyub, Piyan dan Riko pun berencana untuk masuk dan menelusuri lebih dalam lagi tentang gedung itu. Menurut warga sekitar, itu gedung adalah bangunan lama. Sebelum kosong, tempat itu merupakan Ruko kantor kecil yang di tempati oleh CV. Sebelum Ruko, bangunan itu adalah bekas tambang mas. Kami tak banyak bertanya pada warga sekitar, kami hanya bertanya pada juru kunci yang ada disana.
__ADS_1
Terdapat 4 lantai di dalam tempat kosong tsb. Saat kami memanjat pagar yang sudah rusak dan tak bisa di buka, kami pun mulai berada di pintu masuk gedung itu. Riko membuka pagar tralis besi yang menghalangi pintu masuk. Kami pun masuk ke dalam dan menelusuri bagian gedung di lantai 1 itu. Sampai pada akhirnya, langkah kami terhenti di pojok ruangan dekat kamar mandi. Ya, disitu letak pohon beringin yang sangat tinggi dengan akar-akar yang menjalar ke tembok-tembok bangunan. Pohon itu berada di tengah-tengah kolam kecil yang di batasi dengan garis polisi. Kami pun tak mendekati pohon itu karena dibatasi oleh garis polisi. Kami lalu langsung naik ke lantai dua dari tangga belakan, di karenakan tangga di depan menuju lantai dua itu hancur.
Saat berada di lantai dua, terlihat beberapa ruangan-ruangan yang temboknya sudah hancur. Beberapa peralatan seperti meja, kursi dan komputer usang kami temukan di sana. Kami pun berpecah menjadi 2 team untuk mengelilingi apa saja yang aja di dalam sana. Saat Dika bersama Ghio masih menyelusuri setiap ruangan, terdengar suara Piyan yang memanggil Dika dan Ghio. Dika dan Ghio pun menghampiri Piyan. Alangkah betapa terkejutnya kami saat berada di tempat Piyan berada. Karena ada beberapa sajen yang tersedia disitu, termasuk beberapa bacaan-bacaan dalam kertas merah yang kami tak mengerti tulisan apa. Kami pun mengabaikan sesajen itu dan lalu langsung pergi menuju lantai ke 3. Disaat ingin ke lantai 3, terdengar suara yang memanggil Ghio. Sontak Ghio pun menghentikan langkahnya dan langkah kawan-kawannya. Kami mengira itu hanya angin, dan kami pun melanjutkan untuk naik ke lantai 3
Saat Piyan, Ghio dan Ayyub menghampiri mereka, pintu ruangan yang terdapat mereka berdua dan sesajen itu pun tertutup rapat dengan sendiri nya. Piyan dan yang lain mencoba membuka pintu, tapi pintu tertutup rapat seperti ada yang mengunci. Dika dan Riko yang berjalan sambil memegang bahu kanan nya pun mencoba untuk membuka pintu. Ghio berfikir untuk mendobrak pintu tsb namun di larang oleh Ayyub. Sesajen yang hancur tertimpa mereka mengeluarkan asap yang berkumpul di udara. Dika dan Riko yan melihat asap tsb pun memberitahu kawan-kawannya. Ayyub yang merasa ada yang tidak beres dan takut akan terjadi hal buruk kepada mereka berdua pun menyetujui Ghio yang ingin mendobrak pintu. Ghio pun mendobrak pintu, Dika dan Riko pun dibantu mereka untuk keluar dari tempat itu.
__ADS_1
Kejadian aneh terjadi disini. Karena mereka naik dari tangga belakang, mereka pun mencoba untuk turun dari tangga tadi. Mereka bingung karena tangga belakang pun tidak ada, padahal tadi kami melewati tangga tsb. Lalu, kami menuju tangga satu lagi. Saat sampai disana, tangga tsb utuh seperti tak ada kerusakan yang terjadi. Tanpa berfikir lama, kami pun turun melewati tangga itu.
Saat kami turun ke lantai 1, semua berubah seketika. Lantai 1 yang tadi nya gelap, dan beberapa tembok yang sudah hancur termakan usia itu pun terlihat seperti bangunan baru, serta lampu di lantai itu pun menyala. Kami yang bingung dengan apa yang terjadi terdiam sejenak sambil berfikir bahwa kemungkinan kami berada di alam roh tanpa kami sadari. Saat sedang berdiskusi dengan apa yang terjadi, terlihat beberapa pekerja yang membawa dorongan gerobak berisi emas mondar mandir di depan kami tanpa melihat keberadaan kami. Kami seketika terkejut dengan apa yang kami lihat.
Ayyub duduk berencana untuk masuk ke alam roh, tetapi terus gagal karena mereka ternyata dibawa ke alam roh oleh penunggu disana. Seketika beberapa pekerja melihat ke arah kami, kami pun mundur pelan-pelan. Para pekerja itu maju perlahan-lahan mendekati kami, sampai akhirnya kami terpojok di pohon beringin itu berada.
__ADS_1