
Setelah melihat Dika, Ghio dan Andi tak bernafas, Piyan terduduk lesu melihat kawan-kawan nya sudah tak bernyawa.
"Maafkan gua Dik, Ghio. Gua ga bisa menyelamatkan kalian" Ucap Piyan pada diri sendiri sambil memegang kepala nya.
Saat beberapa lama menunggu, akhirnya pihak dari rumah sakit dengan mengendarai Ambulans tiba. Supir dan awak nya pun langsung turun dari mobil membawa mereka bertiga yang berhenti bernafas. Mendengar ada suara sirine dari Ambulans, para warga pun keluar dari rumah nya dan mengerubungi tempat kejadian.
"Apa yang terjadi disini Yul?" Tanya Pak Somad yang ternyata adalah Ketua RT disekitar rumah Yuli.
"Agak sulit pak jikalau di jelaskan. Karena bakal susah di terima oleh akal, biarkan yang laki-laki itu yang menjelaskan apa yang terjadi" Ucap Nadia yang melihat Yuli tertunduk menangis tiada henti melihat Andi dibawa masuk ke Ambulans.
"Yasudah, kita bicarakan pos RT saja, supaya bisa lebih leluasa. Dan bawa kawan-kawan kalian yang lelaki itu untuk menjelaskan" Ucap Pak Somad.
"Mereka seperti nya perlu ikut ke rumah sakit pak. Karena dua dari kelompok mereka berhenti bernafas. Itu sebab nya, kami menelpon pihak Ambulans" Ucap Nadia ke Pak Somad.
Piyan dan Riko yang baru saja ingin naik ke bagian belakang mobil Ambulans, terkejut karena awak nya keluar dengan histeris dan berlari menjauhi kendaraan. Sontak, itu membuat keramaian yang ada disitu tertuju ke arah Ambulans itu.
__ADS_1
"Mas, kalian bertiga kenapa?" Tanya Riko ke awak.
"Jenazah nya hidup mas, mereka membuka mata" Ucap salah satu awak yang dengan gemetar menjawab pertanyaan Riko.
Riko dan Piyan yang bingung pun mencoba memeriksa satu persatu Ambulans itu. Saat mereka membuka masing-masing Ambulans, terkejut bukan main melihat ketiga kawan nya sadar dalam keadaan duduk melamun.
"Dik, lu gapapa?" Tanya Piyan yang langsung masuk ke dalam Ambulans.
Dika yang bingung pun menengok-nengok ke sekitar.
"Tadi gua sama Riko nemuin kalian bertiga ga bernafas. Akhirnya, gua sama Riko menghubungi pihak Ambulans untuk membawa jasad kalian ke rumah sakit terdekat. Saat ini juga, Rafli dan Ayyub masih belum siuman, mereka lagi coba di sadarkan oleh warga sekitar" Jawab Piyan ke Dika.
"Oh, cepat banget ya berlalu" Ucap Dika yang setiba-tiba mengeluarkan kata-kata yang tak Piyan fahami.
"Maksudnya. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan kalian bertiga Dik?" Tanya Piyan ke Dika.
__ADS_1
"Agak sulit untuk di ceritakan. Gua juga bingung mau mulain darimana. Intinya, kita sudah berhasil" Jawab Dika.
"Berhasil, dalam hal apa emang?" Tanya Piyan.
"Yang gua ingat. Kita bertiga dibawa ke alam yang bukan tempat kita makhluk hidup. Iblis yang buat perjanjian dengan Ayah nya Yuli yang ngebawa kita ke alam itu" Jawab Dika.
"Coba sebentar, sebentar. Alam mana yang lu omongin?" Tanya Piyan dengan kebingungan.
"Alam Yan. Kita juga ngelihat disana Ayah nya Yuli dihabisi oleh penjaga sana. Di banting, di tusuk, di siram timah yang sangat panas sampai-sampai Ayah nya Yuli teriak sejadi-jadi nya" Jawab Dika.
"Jangan bilang, kalian bertiga dibawa ke tempat itu" Ucap Piyan.
"Iya memang ke tempat itu Yan" Jawab Dika ke Piyan.
"Kalian bertiga, mengalami mati Suri!" Ucap Piyan dengan nada tinggi.
__ADS_1