
Yuli secara tiba-tiba menyerang Dika. Dika pun kaget dan refleks menghindar ke kanan. Saat ia membalikkan badannya, Yuli pun menghilang.
"Gua harus balik ke badan gua. Lagi kan gua tidur kaya orang pada umumnya, kenapa gua bisa di sini" Ucap Dika yang bingung dengan yang terjadi di Sukmo.
Saat ingin kembali ke badannya, kaki nya tertahan seolah-olah ada yang menahannya untuk kembali ke badan nya. Dika pun berusaha dengan keras untuk bisa lepas dari yang menahannya itu.
"Keluar Lo setan, mau Lo apaan" Ucap Dika yang kesal sambil menantang yang menahannya.
Sesosok bayangan hitam yang tiba-tiba muncul dari yang menahan Dika pun membuat Dika sedikit ketakutan karena ukuran tubuhnya 2x lebih besar darinya.
"Mau Lo apa, lepasin gua ga" ucap Dika sambil terus berusaha untuk melepaskan diri.
"Jangan kau kira, kau bisa lepas dari kami. Kami yang kuat dari makhluk manapun. Aku tak suka dengan caramu yang ingin mematahkan sihir ku" ucap suara yang tiba-tiba entah darimana asalnya sama seperti suara yang pertama kali Dika dengar saat sampai di Sukmo.
Dika pun mulai pasrah karena semakin ia berusaha melepaskan diri, semakin banyak energi yang terkuras. Dika pun duduk bersila, lalu meletakkan kedua tangannya di atas dengkulnya dengan tangan yang terbuka. Dika pun mulai mengucapkan kata-kata yang sering ia gunakan untuk meminta perlindungan. Tak berselang lama Dika membaca, sihir yang menahan Dika pun pecah bersama dengan teriakkan yang amat keras dari bayangan hitam yang juga menghilang. Dika pun berdiri dan mengucap syukur Alhamdulillah. Setelah ia merasa bahwa aman, ia pun kembali ke badan nya. Dika pun terbangun dari tidurnya dan mengucap istighfar sebanyak-banyaknya.
Keesokan harinya, Dika sudah bersiap untuk mencari orderan seperti biasa. Kali ini, ia pun harus keluar agak siang karena kejadian semalam membuatnya menguras energi saat di Sukmo. Saat ingin pergi dan baru saja membuka pintu, terlihat Nadia yang sudah berdiri di depan pintunya ingin mengetuk.
__ADS_1
"Eh Mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dika ke Nadia dengan sedikit bingung.
Nadia pun meneteskan air mata dan menangis di depan Dika.
"Loh mba, mba kenapa. Kok jadi nangis begini?" tanya Dika ke Nadia karena merasa ada yang salah dengan Nadia.
Nadia pun memeluk Dika sambil menangis. Dika pun bingung dan berkata kepada Nadia untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Mba tenang ya, kita masuk dulu deh gimana?" tanya Dika ke Nadia. Nadia pun mengangguk dan masuk ke dalam.
"Ada apa mba. Kenapa mba datang langsung nangis begitu?" tanya Dika ke Nadia dengan rasa penasaran.
Nadia menjelaskan tentang apa yang terjadi dengannya semalam. Semalam, Nadia bermimpi bahwa ia melihat dirinya mati karena terjatuh dari ketinggian. Saat dia melihat dirinya jatuh, dia melihat Yuli yang tak berselang lama jatuh dari ketinggian dan tergeletak bersimbah darah di samping nya. Saat sekarat, Yuli mengucapkan kata maaf ke Nadia sambil terpatah patah.
Setelah itu, dia melihat Dika yang di cekik oleh seseorang pria sampai dirinya terangkat ke atas. Saat Nadia ingin melihat pria itu dengan jelas, dirinya juga ikut di cekik oleh pria yang sama. Akan tetapi, pria itu mencekik dia dan Dika. Seperti pria tsb membelah dirinya jadi dua bagian. Saat ia tercekik sampai terangkat seperti Dika, pria itu mendorong Nadia sambil melepaskan cekikan nya. Pria itu menghampiri Nadia menendang wajahnya dan saat itu juga Nadia terbangun. Ia menangis karena takut itu akan terjadi. Karena menurutnya, mimpi yang ia alami ada kaitannya dengan kejadian saat ia kerasukan di toilet kantor waktu lalu.
Dika pun berfikir sejenak dan mencoba menenangkan Nadia.
__ADS_1
"Mba tenang ya, itu cuma mimpi kok" ucap Dika.
"Kalau itu bener bakal terjadi gimana" tanya Nadia ke Dika dengan raut wajah yang ketakutan.
Dika memastikan tidak akan terjadi hal apapun.
"Saya akan coba bantu ya mba. Nanti malam, kita kerumah Yuli ya sama kawan saya yang lain" ucap Dika ke Nadia.
Nadia pun merasa sedikit lebih tenang.
Siang hari sekitar pukul 1. Dika menceritakan kejadian yang ia dan Nadia alami.
"Bisa jadi itu perantara antara mimpi si Nadia bakal jadi nyata. Karena saat di Sukmo, lu coba ngelawan itu setan dan akhirnya lu lepas. Sama kaya Nadia, tapi bedanya dia di sadarkan dari tidur nya" ucap Rafli ke Dika.
"Jadi kita harus gimana?" tanya Dika ke Rafli. Rafli dengan tenang menjawab bahkan nanti malam adalah malam yang harus di tuntaskan.
Karena, bertepatan dengan Malam Jum'at Kliwon. Piyan dan Riko pun menyetujui nya.
__ADS_1