
Sesaat tiba-tiba iblis turun dari langit, tubuh ayah Yuli menyatu dengan iblis tsb.
"Kita, bakal kalah kah?" Tanya Dika ke kawan-kawannya.
Rafli pun berdiri sambil berkata "Ga, kita gaakan kalah disini."
Piyan, Riko dan Ghio pun mencoba berdiri. Iblis itu pun maju menuju mereka, dan Rafli memerintahkan pasukan nya untuk menyerang nya. Tetapi, apa daya. Pasukan Rafli seketika menghilang seperti debu saat mendekati iblis tsb. Rafli yang terkejut pun tak bisa berbuat banyak selain terduduk melihat kegagalan pasukan nya untuk yang kali pertama. Piyan mencoba maju untuk menghalangi iblis tsb, Riko dan Ghio yang melihat Piyan menghalangi sendiri pun ikut membantu Piyan.
Dika menghampiri Rafli, dan bertanya "Apa kita bakal kalah disini, apa kita bakal kalah kali ini?"
Rafli pun tertunduk lalu memberikan Keris nya ke Dika. Tanpa mengucap sepatah kata, Rafli pun maju ke iblis tsb sambil berteriak. Dika yang merasa tak memiliki harapan, menuju Yuli untuk menanyakan apa yang janggal di balik perjanjian ayah nya dengan sang iblis.
"Yul, bangun" ucap Dika yang terus membangunkan Yuli.
Tak selang lama, Yuli pun bangun dan terkejut melihat iblis itu.
"Saya ga mau tau Yul. Kita bisa tewas semua disini kalau masih ada yang kamu sembunyiin. Baiknya kamu terbuka sekarang daripada kita semua tewas" Ucap Dika ke Yuli yang mengancam nya.
Yuli pun tak banyak bertanya langsung menarik tangan Dika menuju ke dalam rumah nya.
Sementara itu, Piyan dan yang lain sibuk menghalangi Iblis tsb. Rafli pun lagi dan lagi terhempas, sementara itu Piyan yang melihat Rafi terhempas pun menghampiri nya.
"Lo bener, sekuat apapun itu kita. Kekuatan kita Gaada artinya di mata itu iblis" Ucap Rafli ke Piyan yang tengah terluka dengan darah yang keluar dari mulutnya.
"Lo bertahan, kita bakal mundur" ucap Piyan yang ingin beranjak pergi tetapi di tahan oleh Rafli.
"Tahan, gua yakin Dika lagi cari solusi nya ke dalam sama Yuli"
ucap Rafli sambil menarik tangan Piyan.
"Lo disini, gua sama Ghio sama Riko bakal nahan"
__ADS_1
ucap Piyan ke Rafli.
Dan Rafli pun melepaskan tangan Piyan. Piyan lalu langsung bergabung kembali bersama Ghio dan Riko.
Sementara itu, Dika yang ditarik oleh Yuli ke dalam rumah pun sampai di ruang bawah tanah milih ayah nya Yuli.
"Dulu, aku sama ayah sering menyembah iblis disini " ucap Yuli sambil membuka pintu.
"Ayah selalu memberikan sesajen dan tumbal manusia setiap sebulan sekali pada malam Jumat Kliwon" ucap Yuli yang menarik tirai.
Dika terkejut dengan apa yang ada dibalik isi tirai tersebut. Beberapa manusia yang sudah menjadi kerangka, darah di dalam guci kecil di atas meja dan kembang tujuh rupa.
"Ayah kamu sudah jauh melampaui batas Yul" Ucap Dika ke Yuli yang seperti mengerti apa arti itu semua.
Secara tiba-tiba, muncul Andi yang mendorong Yuli. Yuli pun terjatuh amat keras dan pingsan, Dika yang terkejut mencoba melawan tetapi Andi lebih dulu menyerang.
"Lo gausah ikut campur urusan gua sama ayah nya"
"Lo, bakal terima azab bro kalo Lo ga segera tobat" Ucap Dika yang mengingatkan Andi.
Andi pun melepaskan cekikan nya dan Dika pun terjatuh. Andi jongkok dan memegang wajah Dika.
"Gua cuma mau kaya raya, bukan di nasehatin sama manusia lemah kaya Lo" ucap Andi ke Dika, dan lalu mendorong Dika.
Dika pun mencoba bangun untuk melawan.
"Oh ya, kita buktiin siapa yang lemah sebenernya. Lo kuat bantuan Setan, murni bos" ucap Dika yang berdiri sambil menantang Andi.
Andi yang kesal pun berteriak dan maju untuk memukul Dika. Dika yang siaga pun mengelak, dan memukul Andi tepat di pelipis kanan nya. Andi pun terpukul, lalu Dika menendang perut Andi dengan keras. Andi yang terkena tendangan itu pun terpental mengenai meja yang di atas nya ada beberapa guci kecil berisi darah, dan guci itu pun jatuh ke kepala nya begitupun juga darah yang ada di dalam nya ikut tumpah ke tubuhnya.
"Siapa yang lemah, lemah. Berdiri Lo" Ucap Dika yang sangat kesal dengan Andi sedari awal karena dia yang menyebabkan Dika kehilangan Adel.
__ADS_1
Andi pun bangun dan melempar Guci itu tepat mengenai Dika, dan langsung memukul Dika. Dika yang terkena lemparan dan pukulan itu pun tersungkur di lantai. Andi menarik kerah baju Dika dan memukul Dika terus menerus. Dika yang terus di pukul pun tak bisa bangun.
Andi menarik rambut Dika sambil berkata "Ketahuan kan siapa yang lemah, Lo apa gua. Jangan Lo harap, Lo bisa keluar dari sini hidup-hidup."
Dika yang menatap Andi dengan bengis pun terus mendengarkan ocehan Andi, tanpa Andi sadari Dika memegang kayu di sebelahnya dan langsung menghantam kepala Andi dengan kayu. Andi yang terkena kayu di kepala pun mundur ke belakang. Dika mencoba bangun sambil memegang patahan kayu, dan Andi memegang kepala nya yang bocor. Andi pun mengambil Parang yang ada di bawah kaki nya. Dika yang pasrah pun mencoba terlihat sigap.
"Mati Lo b*ngsat" ucap Andi ke Dika yang sembaring maju memegang parang.
Yuli yang sadar pun langsung memukul kepala Andi dengan kayu. Andi yang terkena pukulan di kepala pun akhirnya jatuh ke lantai dan pingsan.
"Dia mati ga nih, duhh" ucap Dika ke Yuli.
"udah lah gapapa. yang penting satu penganggu uda di atasi"
ucap Yuli sambil memegang pundak kanan nya.
Sementara itu, pertarungan Piyan dan yang lain melawan iblis tak membuahkan banyak hasil. Ghio, Riko pun mulai terbaring lemas. Sementara Piyan di cekik sampai terangkat oleh Iblis tsb, lalu Iblis itu melemparnya. Rafli yang melihat kawan-kawannya terbaring lemas pun tak bisa berbuat banyak. Iblis itu perlahan menuju Rafli. Rafli mengeluarkan telepon nya, lalu menelpon gebetannya.
"Halo Rika, aku mau ngomong sesuatu. Selama ini aku cinta sama kamu. Aku minta maaf kalau aku banyak salah, see you."
lalu Rafli mengakhiri panggilan, dan dia pun di cekik sampai terangkat ke atas oleh iblis tsb.
Iblis itu mulai mengeluarkan senjata tajam dari tangan kanan nya dari kanan bersiap untuk menusuk Rafli.
"Lo yang paling kuat dari mereka, tapi fisik Lo lemah" ucap Iblis tsb ke Rafli.
"Yang kuat, hanya Allah Ta'ala. Bukan manusia, apalagi penyembah dan iblis laknatullah kaya Lo" ucap Rafli ke iblis tsb.
Iblis tsb yang kesal mendengar kata-kata Rafli pun bersiap untuk menusuk Rafli. Tiba-tiba, keris yang entah darimana datang nya muncul dan tertancap di leher sang iblis. Iblis yang merasakan kesakitan yang luar biasa melepas Rafli dan berteriak lalu menarik keris tsb.
"Siapa itu" ucap sang Iblis yang sangat marah, lalu ia menengok ke belakang.
__ADS_1
Keris yang menancap tadi di leher iblis pun terbang dan menuju Ayyub. Ya, Ayyub salah satu team mereka pun baru datang untuk ikut serta dalam pertempuran.