Iparku MANTAN Kekasihku

Iparku MANTAN Kekasihku
Keributan Di Lab?


__ADS_3

...『⇒Bab 21⇐』...


LABORATORIUM FARMAKOLOGI


Ilmu farmakologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari aspek farmakokinetik dan farmakodinamik suatu obat dalam tubuh sebagai aplikasi pemakaian serta efek obat secara langsung terhadap hewan uji seperti tikus hingga mencit putih dari galur wistar dikarenakan fisiologis hewan tersebut identik dengan fisiologis tubuh manusia, kelinci, nyamuk untuk uji anti repelentia.


Masih seputar pengujian di antaranya uji efek antidiabetes, diuretik, antipiretik, laksative, efek depresan - antidepresan, antidiare, uji reppelent dan larvasida hingga uji aktivitas biologis lainnya. Di dalam pengujian antidepresan serta depresan digunakan hewan mancit atau tikus putih akan menggunakan alat :


* Rotary road


* Swimming pool test


* Hot plate test


Di dalam laboratorium tersebut para mahasiswa/i lebih bisa melihat secara langsung aspek farmakokinetik dan farmakodinamik suatu obat jadi dapat dengan jelas memahami bagaimana efek samping dari suatu obat.


Laboratorium di dalam fakultas Grace tidak hanya itu saja masih ada yang lainnya seperti.


# Lab faal/fisilogi


# Lab biokimia


# Lab parasitologi


# Lab farmalogi


# Lab sentral biomedik


# Lab anatomi-histologi


# Lab keterampilan medik ( tramed )


# Lab patologi klinik


# Lab mikrobiologi


# Lab patologi anatomi

__ADS_1


# Lab farmasi


Dari sebanyak lab yang hampir seluruhnya di lewati oleh Grace selalu berakhir baik karena bagi Grace tak ada kata terlambat untuk terus menuntut ilmu sebab dari urusan pekerjaan Grace sangat pandai membagi waktunya sendiri tak pernah ia lewatkan ketika tiba ia harus belajar maka ia fokus menyelesaikan belajarnya dan sebaliknya ketika masuk waktu bekerja ia pun fokus dalam pekerjaannya.


Begitulah keseharian Grace selama ini yang terus ia jalani sebab tak ada yang bisa ia andalkan selain dirinya sendiri untuk itu di dalam fakultasnya Grace selalu mendapat nilai memuaskan sementara di pekerjaannya ia di anggap karyawan yang ulet hingga dibanggakan pula oleh pemilik cafe tempatnya bekerja sungguh Grace benar-benar bisa melewati itu semua, dalam istilah yang tepat buat Grace seperti "sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui" tak ada yang terlewat bagi Grace.


Sementara dalam nilai saja belum ada yang bisa menyaingi Grace sedari semester 1 sebab dirinya selalu berada di tingkat atas sampai sekarang tak ada seorang pun menggeser kedudukan Grace baik itu Laras sekalipun malahan Laras selalu mendapat nilai rendah dari para mahasiwa/i lainnya.


Sedangkan Gibran sekarang tepat berada di tingkat kedua dari Grace makanya Gibran selalu ingin menyaingi kepintaran Grace itu dengan memperbanyak praktek di rumah sakit ayahnya.


Grace memang tidak pernah tahu kalau ayah Gibran mempunyai sebuah rumah sakit karena selama mereka bersama selalu membahas mata kuliah saja tanpa menyinggung keluarga masing-masing baik itu Boy juga Bram kalau tidak Ocha yang bercerita mungkin Grace tak akan pernah tahu tentang keduanya.


Pada malam itulah Grace baru mengetahui seluk beluk tentang keluarga Gibran.


Laras bisa masuk fakultas kedokteran juga karena permintaannya sebab dia tak ingin kuliah yang lebih murah biayanya dari Grace makanya Jihan banyak menjual emasnya supaya bisa memasukkan Laras ke tempat fakultas yang sama dengan Grace sementara dari pihak keluarga Grace tak ada yang membantunya sama sekali kalau bukan karena kepintaran yang ia miliki mungkin ia tak bisa masuk ke fakultas tersebut hingga ayah kandung Grace tak menduga bahwa Grace bisa mengambil study kedokteran tanpa biaya yang keluar darinya.


Sebanyak itulah perjuangan Grace selama ini untuk masa depannya apalagi ia sempat berniat akan membelikan ayahnya sebuah toko supaya tak bekerja pada orang lain lagi walaupun ayahnya tak pernah ada untuknya namun keinginan tersebut selalu ia ingat hingga saat ini bahkan ia sempat berharap sang ayah mendekap tubuhnya secara hangat serta menumpahkan rasa sayangnya terhadap dirinya, sederhana sekali keinginan Grace yang tak pernah di ketahui oleh ayahnya.


Tap


Tapp


Selalu datang bersama, apa Grace tidak risih setiap hari di jemput olehnya? batin Bram ngedumel namun ia tak menoleh ke arah mereka.


"Untuk apa lo kaca mata hitam gua? sekalian tongkat mau lo? nah, setelah itu lo pergi ke lampu merah minta-minta dah gih sono! wkwkwk, hahah!" celetuk Boy pula dengan tertawa sembari memegang perutnya sendiri.


Gebuuggh


Sebuah tinjuan sekali di arahkan ke wajah Boy sebab Ocha merasa jengkel telah di ejek olehnya. "Semprul lo, masa gue secantik ini di suruh ngemis! lo aja sana sekalian bawa tuyul lo, hahaha!" kini Ocha pula yang kembali terbahak karena puas melihat Boy terkena pukulan darinya.


"Itchi Ocha! lo kira pukulan lo enggak sakit apa? sini lo gua balas biar rasain juga lo!" murka Boy sembari terus memegang sebelah pipinya.


Drap


Drapp


"Oh oh, Boy masa kau ingin memukul wanita? di mana harga diri seorang lelaki jika tangan mu berniat membalasnya?" sergah Gibran yang langsung mencegah Boy maka saat ini ia sudah berada di tengah mereka sebagai pelerai di antara keduanya.

__ADS_1


Prok


Prokk


Ocha menjadi bertepuk tangan karena mendengar perkataan Gibran barusan.


"Good looking gue the best dah, nasehati tuh biar enggak melenceng!" celoteh Ocha dengan tertawa kecil pula.


"Dia yang lebih dulu Ran! pipi ku jadi sakit begini," protes Boy menunjuk ke arah Ocha yang masih tertawa tak bersuara pula.


Bweeekk


Kini Ocha malah menjulurkan lidahnya mengejek ke arah Boy tepat di depan Gibran. "Cengeng lo, pulang gih minta jajan ama nyokap lo! hahahha, udah pulang sana!" masih dalam keadaan tertawa ia mengatakan hal tersebut.


"Cha, diem dulu! jangan lagi kau pancing Boy! sudah sana kembali ke asal mu," tegas Gibran dengan melirik dari samping pula sementara Grace juga Bram hanya bergeleng kepala melihat tingkah kedua temannya itu.


Saat ini mahasiswa/i terbagi menjadi dua bagian karena dari satu meja berisi satu orang saja untuk itu Laras serta Vita berada di dalam pula dengan menyaksikan kekompakan Grace juga temannya.


Terlihat Vita menatap kearah Ocha tampak kesal sebab Ocha telah memukul wajah Boy sedangkan Laras sibuk melihat Gibran pula sembari berfikir cara apa yang akan ia gunakan untuk bisa dekat pada Gibran.


Meja Grace berada di bagian depan sementara Ocha berada di belakang Grace tapi karena dosen mereka belum datang Ocha berjalan mendekat ke arah Grace yang terlihat ingin menggunakan sarung tangan namun sebelum itu ia melihat jari manis Grace terpasang sebuah cincin permata padahal sedari dulunya Grace tak pernah memakai cincin di jarinya itu.


"Eittss, sekejap! mata gue tertuju dengan ini, cincin bermata satu terlihat seperti cincin tunangan, eh iya ini cincin tunangan!" riuhnya pula hingga mata tertuju pada mereka berdua.


Happ


Grace secepat kilat membungkam mulut Ocha yang terdengar melengking itu sembari ia menunjukkan senyuman simpul ke arah para mahasiswa/i lainnya.


Tunangan? batin Bram terus menatap ke arah mereka dengan rasa penasaran di wajahnya.


Gibran yang menahan senyumnya itu seakan ingin melepaskan tawa setelah mendengar keriuhan Ocha barusan sebab ia sudah pasti yakin kalau Ocha akan kaget karena cincin itu memang pemberian darinya.


^^^To be continued^^^


^^^🍁 aiiWa 🍁^^^


...Kutipan :...

__ADS_1


Syukurilah derita masa lalumu karena ia adalah penyebab kekuatanmu di hari ini. ~Grace Eloise.


__ADS_2