
POV Aris
sebelumya aku sudah memperhatikan Herlina dari dulu, aku tidak menunjukkan perasaan itu karena aku sudah tau tentang hubungannya dengan Aditya Candra yang tidak lain adalah adik kandungku sendiri .
perasaan seseorang tidak ada yang tau akan merasa nyaman pada siapa dan kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang terhadap kita.
bukannya aku mau mengkhianati adikku sendiri tetapi Aku juga tidak ingin ada yang tau tentang perasaanku terhadap Herlina, aku berusaha membuang jauh* perasaan ini, tetapi setiap kali aku bertemu dengan Herlina perasaan itu datang dan perasaan nyaman itu muncul, seandainya dia bukan kekasih dari adikku akan langsung aku utarakan semua rasaku sama dia.
entah nanti Herlina berjodoh dengan Aditya atau tidak, yang jelas perasaan ini akan aku jaga rapat* sampai nanti tiba waktunya untuk aku mengutarakan semuanya terhadap Herlina.
ya walaupun aku sadar aku tidak akan menjadi duri dalam hubungan mereka berdua tetapi kadang terbesit dalam pikiran ku ingin sekali aku menyatakan semuanya.
setelah beberapa bulan sepertinya ada masalah sama hubungan mereka berdua tanpa di ketahui Herlina jika aku kakak nya Aditya, dia curhat semua tentang pengkhianatan yang Aditya lakukan terhadapnya.
walaupun aku tau aku yang salah dalam posisi ini tetapi aku tidak pernah ingin menghancurkan hubungan mereka, selagi aku bisa menasehati Herlina tentang memperbaiki hubungannya dengan Aditya tetapi Herlina tetep kekeh ingin mengakhiri hubungannya, kalau keputusan dia ingin putus ya aku bisa apa, aku sudah menasehatinya untuk mempertahankan tetapi dia mungkin sudah terlanjur terluka jadi dia ingin mengakhiri hubungannya itu.
perempuan mana yang tidak sakit jika tahu kekasih yang teramat dia sayangi ternyata menduakan nya dengan perempuan lain, di sini aku merasa sedikit kecewa juga ada rasa bahagia karena masih ada harapan untuk perasaanku terhadap Herlina, entah nanti bertepuk sebelah tangan atau tidak.
*******
untuk pertama kali aku bertemu dengan Herlina ketika dia sudah tidak berstatus kekasihnya Aditya, ada sedikit rasa gugup entah aku harus mengatakan nya sekarang atau harus menunggu lagi.
dalam hatiku berkata"maafkan aku Dit bukan nya aku mau merebut Herlina darimu tetapi untuk saat ini biarkan aku menjaga nya, biarkan aku melindungi nya, biarkan aku mengobati luka yang telah engkau torehkan di hatinya.
sedari dulu sebelum Herlina berhubungan dengan Aditya aku memang selalu memberikan perhatian lebih terhadap nya, entah dia di sakiti oleh pria manapun dia larinya curhat ke aku, walaupun ada sedikit rasa cemburu aku tetap selalu ada untuknya kapanpun dia membutuhkan aku.
__ADS_1
entah dia sadar atau tidak setiap kali dia curhat itu pasti akan menyakiti perasaanku , tetapi aku tetap sabar dan akan ku tunggu sampai Herlina menyadari nya.
*****
siang ini aku bertemu Herlina.
"Hay Herlina"
"Halo Ris"
"apakah aku menganggu waktumu...?"
"tidak sama sekali Ris"
(untuk saat ini aku akan benar* mengutarakan perasaanku semuanya terhadap Herlina)
setelah aku menyiapkan semuanya dengan sedikit rasa gugup aku langsung kembali menemui Herlina.
dengan pelan* aku menutup mata Herlina dari belakang.
"HM arissss jangan bercanda deh"
"mau bikin surprise kamu sudah tau aja her"
"ya yang biasanya usil sama aku siapa lagi kalau bukan kamu"
__ADS_1
(sepenarnya aku terkadang rindu perhatian"kecil darinya)
"her...?"
"iya Ris"
"aku mau ngomong sama kamu"
"ya ngomong aja Ris, kan dari tadi kita sudah ngomong panjang kali lebar"
"aku serius her"
"aku malah dua rius"
"lama* aku cubit hidung kamu ya"
"ya udah mau ngomong apa aku dengerin"
sambil ku pegang tangannya, dia sedikit terkejut dan memperhatikan aku
"selama ini kamu sadar gak sih her atas perhatian* kecil dariku...?"
"kamu nyesel gitu perhatian sama aku...?"
"bukannya gitu her, selama ini aku punya perasaan lebih sama kamu, sebelum kamu jadian sama Aditya, aku suda ada perasaan sama kamu , bukannya aku mau merebut kamu dari Aditya tapi kan sekarang kamu suda putus sama dia, jadi GG ada salahnya kan aku bilang kalau aku cinta sama kamu her, aku sayang sama kamu, ijinkan aku menjagamu, menemanimu dan membahagiakanmu her"
__ADS_1