
"halo Aris nya kemana dan ini siapa kenapa handphone nya Aris ada di anda ya ...?"
"yang seharusnya tanya itu gue , Lo ngapain masih terus hubungi pacar gue...?"
"bentar* ini sebenarnya kamu siapa...?"
"Gue Herlina kenapa mau apa lagi lo...?"
"bukannya kamu pacarnya Aditya ya kenapa sekarang kamu sama Aris...?"
"masi tanya lagi , Lo itu bodoh atau pura* bodoh...?"
"gue tanya baik* kenapa Lo nyolot"
"pikir aja sendiri"
"balikin handphone nya Aris gue mau ngomong"
"sekali lagi gue tegaskan ya sama lo , sekarang Aris sudah jadi milik gue dan Lo gak berhak mengusik lagi kehidupan gue setelah apa yang loe lakuin terhadap hubungan gue yang sebelumya, dan satu lagi , Lo lupain Aris atau loe akan berurusan sama gue, jangan anggap gue lemah ya setelah apa yang lo lakuin sama gue, kali ini gue gak bakal tinggal diam gue bakal perjuangin apa yang semestinya menjadi hak gue.
langsung aku matikan sepihak sambungan telepon tersebut dengan keadaan hati yang tidak karuan.
dalam hati akuh berkata
"kenapa Tuhan kenapa dia juga yang jadi penghalang hubunganku lagi"
aku sudah ikhlas melepas Aditya bersamanya , tetapi kali ini tidak akan aku biarkan dia merebut Aris dariku , tidak akan pernah, akan aku perjuangkan hubunganku kali ini aku yakin aku bukan wanita lemah dan aku yakin Aris tidak seperti Aditya yang gampang terhasut kata* manis Linda.
setelah suasana hati sedikit tenang aku pun langsung mengirimkan pesan kepada Aris aku bilang kalau tadi Linda menelfon dan mencarinya.
"mas, tadi Linda menelfon mu"
"terus sayang...?"
"ya aku angkat lah , aku tegasin sama dia kalau kamu itu milikku dia harus jauh* darimu"
"HM ada yang cemburu ni ya...?"
"gak usah bercanda mas , aku lagi tidak ingin bercanda"
__ADS_1
"jangan marah sayang percayalah aku akan selalu berpihak kepadamu dan tidak akan berpaling darimu"
"tapi aku takut mas , aku takut kamu seperti Aditya yang mengkhianati ku"
"tidak akan sayang , jangan samakan aku seperti orang* di luar sana aku sangat menyayangimu dan aku ingin suatu saat kita bahagia bersama anak* kita nanti"
"janji ya mas"
"janji sayang sekarang kamu tidur ya ini sudah malam gak baik kalau tidur terlalu larut"
"iya mas"
"selamat malam sayang nya mas mimpi indah ya"
"selamat malam juga mas"
setelah itu aku pun mematikan handphone tersebut dan aku berbaring di atas kasurku ingin langsung memejamkan mata karena sudah larut malam.
paginya aku langsung bangun dan siap* untuk bekerja, ya walaupun hanya jadi pelayan warung bakso tetapi aku sangat menyukai pekerjaanku di tambah lagi di sana aku juga bisa ketemu setiap hari sama Aris.
aku membuka ponsel dan langsung ku tekan nomor yang ku tuju
"selamat pagi sayang ada apa pagi* sudah telepon , kangen ya ...?"
"mulai deh pagi* sudah becanda"
"iya* ada apa sayang"
"pagi ini berangkat bareng boleh ya mas...?"
"tumben sayang ,,?"
"emangnya aku GG boleh bareng mas ,,,? yaudah kalau gak boleh aku gak jadi bareng aku berangkat sendiri aja"
"kan aku cuma tanya sayang kok jawab ya ngegas gitu, iya* kita bareng nanti mas jemput kamu ya, sekarang mas mau mandi dulu tunggu sebentar ya"
"iya udah aku tunggu ya mas"
"iya sayang"
__ADS_1
setelah ku matikan sambungan teleponnya aku persiapkan bekal untuk ku dan untuk Aris nanti kalau makan siang , walaupun bukan anak kecil lagi kan gak ada salah nya kan bawa bekal , sekalian hemat uang jajan kan , hehhehe .
setelah aku menunggu di teras rumah beberapa menit akhirnya Aris datang , dan langsung berangkat.
setelah beberapa menit perjalanan kita sudah sampai di tempat kerja , aku menuju dapur untuk menyiapkan segala keperluan yang akan di jual nanti , seperti beres* bersih* dan masak.
tiba* ada suara dari luar bertanya kepada rekan kerjaku aku pun mengintip dari cela tirai dapur.
"permisi kak"
"iya neng , mohon maaf ya kita belum buka karena kita belum selesai masak juga belum selesai beres*"
"bukan itu kak aku mau cari seseorang apakah dia kerja di sini ....?"
"siapa ya neng di sini karyawan nya ada beberapa orang Eneng cari siapa...?"
"saya cari Aris kak boleh di panggil kan..?"
"oh Aris ya , sebentar ya neng kakak panggilkan Aris nya ada di dapur"
aku pun langsung menyibukkan diri supaya tidak ada yang tau kalau aku ngintip.
benar saja setelah beberapa saat kak Diki datang dan langsung menegurku.
"Herlina"
"iya kak ada apa...?"
"kamu tau Aris di mana, ? ada seseorang yang mencari dia di depan"
"itu kak dia lagi di kamar mandi"
"nanti tolong sampaikan ya kakak tunggu di depan"
"oke kak"
dalam hati aku bertanya" mau apa lagi Si mbak Kunti itu.
"
__ADS_1
"