Iparku MANTAN Kekasihku

Iparku MANTAN Kekasihku
Malam Yang Telah Berlalu?


__ADS_3

...『⇒Bab 9⇐』...


Pagi hari tepat di kamar Ocha.


Kreeekk


"Hmm dasar anak-anak gadis ini bukannya bangun sudah hampir siang juga! jam segini masih ada di atas kasur," gumam seorang wanita yang begitu mirip wajahnya dengan Ocha kini sedang memasuki ruang kamar Ocha dan berjalan ke arah jendela sembari membuka tirai gorden secara lebar sehingga matahari pun masuk ke dalam kamar tersebut di barengi oleh angin hembusan pagi hari.


Wanita tersebut merupakan ibu kandung Ocha yang bernama Anggun dan memiliki umur yang sudah tidak muda lagi namun penampilannya selalu terlihat modies sebab dia juga harus selalu berpenampilan rapi karena dirinya sekaligus menawarkan baju-baju yang ada di butiknya bahkan dia pula sebagai model utama supaya bisa memuaskan para pembelinya lagipula dia memiliki bentuk tubuh yang bagus sehingga baju apapun yang ia kenakan selalu terlihat indah.


Di saat cahaya sudah mulai masuk ke dalam kamar ia pun mematikan lampu duduk yang ada di atas meja sebelah tempat tidur bahkan ia juga melihat keduanya masih tertidur pulas apalagi posisinya juga membuat orang lain menjadi bergeleng kepala sebab kaki Ocha menimpa tubuh Grace dan begitu pula sebaliknya pada Grace.


"Astaga, ehehe! sampai tidur pun begini? dasar kalian berdua," kekehan yang keluar dari mulut Anggun tiada henti sampai ia merasa geli sendiri melihat posisi mereka ketika tidur. "Hei, Cha... Ayo bangun! Grace ayo cepat bangun," ketika ia selesai tertawa ia pun menggoyangkan tubuh mereka secara bergantian namun bukannya malah terbangun tetapi semakin ngelindur.


Ketika kakinya melangkah ingin lebih dekat ke arah kasur sejenak terlihat oleh dirinya sebuah kalung tepat di atas lantai begitu memukau hingga kilauannya sangat jelas sekali lalu ia meraih kalung tersebut dan kini kalung putih yang sangat indah apalagi memiliki liontin berbentuk hati sudah ada di tangannya kemudian ia membuka liontin hati itu sehingga bertaut pula kedua alis matanya.


"G.G? siapa G.G ini? apa ini milik mereka berdua? sepertinya Ocha tidak pernah beli kalung berlian seperti ini apalagi ini anak tak suka memakai aksesoris, hmm aku simpan saja deh hihi! nanti jika ada yang mencari juga ku berikan," gumamnya pula hingga tertawa kecil lalu ia memasukkan ke dalam saku roknya lagipula ia juga penasaran siapa pemilik kalung tersebut makanya sengaja ia pegang dahulu.


"Ayo bangun kalian bedua!" ia masih berusaha membangunkan mereka dengan menarik selimut yang sudah tak beraturan lagi letaknya lalu ia tak sengaja melihat ponsel Grace cahayanya sedang hidup kemudian ia meraih ponsel tersebut dan tampak pula ada sebuah panggilan dari ayahnya Grace dalam sekejap panggilan tersebut mati begitu saja apalagi sudah tertera beberapa kali memanggil yang tak terjawab oleh Grace.


Anggun pun melihat ke arah Grace sebab dia juga mengetahui kehidupan Grace yang bagaikan neraka tinggal bersama ibu tirinya dan cerita itu dia dengar langsung dari mulut anaknya sendiri makanya Anggun merasa kasihan pada kehidupan yang di jalani oleh Grace namun dirinya tetap begitu bangga pada Grace karena kegigihan yang di miliki oleh Grace apalagi tak pernah menyusahkan orang lain untuk membantunya.


Senyuman lebar terukir jelas hingga terlihat di wajah Anggun sebab dia menjadi tenang karena anaknya memiliki teman baik seperti Grace makanya dia selalu berharap jangan sampai ada yang merusak pertemanan mereka yang sudah berjalan dengan baik ini, itulah fikirnya setelah ia bergantian melihat ke arah mereka berdua.

__ADS_1


"Kenapa aku jadinya melamun? haduuuh, ini anak berdua susah sekali di banguni," gumamnya terdengar mulai jengah kemudian ia meletakkan ponsel Grace tepat di atas meja sebelah lampu duduk serta ia berjalan hingga naik pula sebelah kakinya bagian lutut ke atas kasur sehingga ia berusaha menarik kedua tangan Ocha pertama kali usai menarik Ocha kini ia pun menarik kedua tangan Grace.


"Haaa... Mama! ada apa sih? kok aku di tarik begini? aku masih ngantuk ma," rengekan Ocha membuat Anggun menjadi menaikkan sebelah alis matanya.


Tampak pula Grace yang sudah terduduk di atas kasur karena Anggun baru saja menariknya sehingga ia mengucek matanya dan mengikat rambutnya sebab ia tak menduga bisa se-nyenyak itu tidur di kamar Ocha padahal selama ini dia sangat susah untuk tidur malam.


"Ini sudah hampir siang ChaCha! apa perutmu tidak lapar?" omel ibunya pula sedangkan Ocha menggaruk-garuk kepalanya hingga rambutnya menjadi berantakan karena merasa sebal melihat ia di banguni dari tidurnya yang lelap.


"Mama, ini weekend loh! jadi memang waktunya bersantai ma," celoteh Ocha tiada hentinya nyerocos dan kedua kakinya ia hentakkan sambil merengek layaknya seperti anak kecil.


Grace yang menyaksikannya jadi bergeleng kepala hingga menahan tawanya ketika melihat temannya bersikap demikian.


"No! big no... Understand? mama tunggu di luar, awas kalau kalian juga tidak keluar dari kamar ini. Grace pergi bersihkan dirimu setelah itu langsung ke meja makan!" titahnya dengan berkata tegas pula sehingga Ocha hanya menghempaskan tubuhnya mendengar ocehan ibunya itu.


Ocha masih tak menggubris Grace makanya ia hanya membuang nafas kasar dan berlalu pergi ke arah pintu kamar sebab ia jelas tahu kamar mandi di dalam pastinya akan Ocha gunakan makanya ia menggunakan kamar mandi selain yang ada di kamar Ocha.


Setelah Grace sudah berlalu pergi kini Ocha bangkit dari rebahannya namun masih terduduk hingga tertunduk lesu.


"Huuuffhh, fix gue mager banget! oh tuhan kenapa hari liburku serasa hancur..." Lagi-lagi Ocha merengek dan menjambaki rambutnya sendiri namun apalah daya ia harus bergerak cepat sebelum perang dunia II terjadi karena kalau saja ibunya mengamuk sungguhan mungkin nyawanya tak tertolong lagi walaupun sudah masuk UGD bahkan secara sigap ia berlari ke kamar mandi namun masih sempatnya ia bersiul supaya menghilangkan rasa kesal di hatinya.


.


.

__ADS_1


.


Brakkk


"Cha! apa kau ada melihat kalung ku?" tanya Grace seketika membuka pintu dengan sangat kebetulan Ocha sedang merapikan kamarnya bahkan ia sedikit kaget karena Grace berteriak begitu saja.


"Kalung apa? gue dari tadi membereskan kamar tidak ada melihat kalung," jawab Ocha namun ia tak pernah melihat Grace sepanik itu hanya karena sebuah kalung.


"I- itu... Itu," ia mulai kelabakan dan tak mengerti harus bercerita dari mana sebab dia belum mengatakan apapun pada Ocha soal Gibran yang mengungkapkan perasaan padanya.


"Itu apa? yang jelas bicara jangan gugup, oke relaxed, tarik nafas... Buang! sekarang bilang kalung apa?" saat ini Ocha sudah ada di depan Grace dengan menepuk pelan sebelah pundak Grace.


"A- anu... Itu Cha, kalung itu," lagi-lagi Grace masih belum bisa membuka suaranya seperti tersendat.


"Apasih, jangan gaje deh Grace! sumpah gue kepo, ayo bestie gue cepat bilang!" paksa Ocha pula namun Grace menjadi bingung bahkan ia menggaruk dahinya sesekali.


^^^To be continued^^^


^^^🍁 aiiWa 🍁^^^


...Kutipan :...


Orang yang memang bersifat baik akan baik di manapun ia berada. ~ Grace Eloise.

__ADS_1


__ADS_2