Iparku MANTAN Kekasihku

Iparku MANTAN Kekasihku
Tragedi Kolam Renang....


__ADS_3

...『⇒Bab 46⇐』...


Kolam renang rumah Ocha.


"Kalian di sini saja ngobrol, tante akan buatkan minuman juga buah untuk kalian." Anggun mengatakan hal tersebut di saat dirinya telah membereskan semua yang ada di atas meja makan sebelumnya.


Setelah mereka semua selesai makan Ocha pun membawa temannya ke teras belakang rumah yang memiliki kolam dengan kedalaman beberapa meter dari tubuh manusia sebab sang ibu sangat suka berenang di kala hari santainya namun tidak untuk Ocha dirinya bahkan tak bisa melakukan hal seperti ibunya.


"Jangan terlalu repot tante lagian kami juga masih pada kenyang kok," ucap Grace dengan bernada segan pula sebab sudah terlalu merepotkan Anggun makanya ia mengatakan hal demikian.


"Tidak apa, tante senang kalian kumpul di sini. Sudah tunggu saja tante siapkan minuman untuk kalian," kata Anggun membalas secara ramah lalu ia melangkah pergi melenggang ke arah dapur.


Grace dan yang lainnya tak bisa mencegah Anggun lagi karena dirinya sudah berlalu pergi dari mereka.


"Haaahh, ternyata udara malam di sini sejuk juga!" cakap Boy pula ketika ia mendongak ke arah langit-langit sembari menghembus nafas panjang terlihat menikmati udara yang berhembus menyapa dirinya.


"Apartemen lo enggak ada kolamnya apa?" tanya Ocha pula yang sedang duduk dengan mengangkat sebelah kakinya tertumpu di satu kakinya lagi.


Boy membalikkan tubuhnya ke arah Ocha. "Apartemen gua yang ada sauna, gimana cara gua membangun kolam?" balas Boy terdengar nyeletuk.


"Di atas atap! gitu aja kok repot," berbalik nyeletuk pula.


"Serah lo deh! ngomong enggak bayar ya begitu asal jeplak lo," balas Boy lagi tak mau kalah.


"Sudah, kok jadi saling balas?" cakap Grace membuka suara pula kemudian ia meraih paper bag dari tangan Gibran yang sebelumnya di bawa oleh mereka berdua dan ia berjalan ke arah tempat duduk Ocha. "Nih hadiah dari ku juga Gibran," lanjut Grace sembari menyerahkan paper bag di tangannya ke hadapan Ocha.


"Uhhh, dapat hadiah gue... Apaan nih? kok terasa berat?" celoteh Ocha dengan riangnya ia menerima pemberian dari sahabatnya itu.


"Dibuka saja biar kau tak penasaran," cakap Grace pula.


Ocha pun langsung mengeluarkan isi yang ada di dalam paper bag tersebut.


Yeap, ia melihat sebuah jaket berbahan beldu berlapis kulit apalagi warna yang di pilih juga merupakan kesukaannya yaitu hitam tentu saja Ocha langsung berdiri dan merentangkan kedua tangannya menatap jaket yang ada di depan matanya saat ini.


"Bagus banget ini, astaga... Lo emang bestie gue," riuh Ocha terdengar begitu senangnya sehingga ia langsung meraih tubuh Grace dan memeluknya secara erat.


"Syukurlah kalau kau suka hadiahnya," ucap Grace membuang nafas lega sembari menepuk sesekali kedua pundak Ocha.


Keduanya terhanyut dalam pelukan sementara yang lainnya ikut merasa bahagia pula.


Tap


Tapp


Boy terlihat melangkah ke arah mereka berdua sembari membawa sebuah kotak yang telah di bungkus oleh sebuah plastik yang berasal dari toko di mana ia membelinya. "Ini dari gua," ucap Boy tepat berada di tengah mereka.

__ADS_1


Pelukan sejenak terlepas karena mereka mendengar Boy mengatakan hal demikian.


"Lo juga berikan gue hadiah?" kagetnya Ocha saat ia menerima pemberian dari Boy sebab sebelumnya Ocha tidak pernah menerima apapun dari Boy.


"Ya iyalah gua belikan buat lo, entar lo bilang gua pelit lagi tercemar nama baik gua!" kilahnya pula mencari alasan padahal itu sudah ia persiapkan jauh hari.


"Okedeh gue terima, thanks ya!" balas Ocha dengan tersenyum tipis. "Eh tapi ini bukan yang aneh-aneh, kan?" lanjut Ocha lagi setelah ia mengetuk-ngetuk isi kotak tersebut.


"Aneh gimana? wah, lo curigaannya enggak banget deh," protes Boy terdengar tak terima.


"Ya kan emang lo orangnya aneh," cakap Ocha seolah sengaja pula mengatakan hal tersebut padahal ia merasa senang ketika Boy memberikan sesuatu untuknya. "Eh lo, kenapa diem aja lagi. Enggak ada sesuatu buat gue?" tegur Ocha ke arah Bram yang tengah asyik merendam setengah kakinya dalam kolam.


"Ah, enggak ada! karena aku di paksa ikut sama Boy kalau aku enggak ikut dia enggak berikan aku pintu untuk masuk," papar Bram pula sementara Boy sudah ingin membungkam mulut Bram yang nyerocos itu.


"Pfttt," baik Grace juga Gibran terlanjur menahan tawa ketika mendengar pengakuan dari mulut Bram sendiri maka itu mereka mengalihkan wajah sementara Ocha menaikkan sebelah alis matanya melihat reaksi Boy yang berpura menaikkan kedua bahunya terlihat tak tahu maksud ucapan Bram barusan.


"Napa lo ancem dia?" tanya Ocha terdengar kepo pula.


"Jangan lo percaya, asalan dia tuh! mana ada gua bilang gitu ke dia," kilahnya lagi sementara Bram sudah bergeleng kepala serta mendongak ke arah langit membuang nafas kasar karena melihat Gibran juga Grace semakin romantis saja di depannya.


Sebelumnya ketika mereka makan terlihat oleh Bram kalau Gibran memotongkan daging menjadi kecil-kecil hanya untuk Grace sehingga perasaan Bram saat ini menjadi campur aduk sebab tak semudah itu ia bisa melupakan tentang Grace.


"Suka lo aja dah, ini hadiahnya bisa gue buka enggak?" tanya Ocha sebelumnya meminta izin pula.


"Oke, awas kalau isinya aneh gue lempar ke kolam!" celetuk Ocha sambil memiringkan bagian pinggir bibirnya.


"Dih, kejem banget lo!" balas Boy terlihat raut wajah yang sedikit sedih pula.


Ocha sibuk membuka bungkus hadiah yang diberikan oleh Boy sementara yang memberikan melebarkan senyum di bibirnya tersebut.


Tara... Yeap hadiah yang di berikan oleh Boy sebuah topi berwarna putih berukiran nama Ocha pula.


"Lo kasih gue topi?" tanya Ocha setelah isinya sudah berada di tangannya saat ini.


"Ya iyalah topi, biar wajah jelek lo enggak keliatan! bweeekkkk," ejek Boy pula dengan begitu riangnya ia melakukan hal tersebut.


Boy pun lari dari tempatnya sebab ia sudah tahu dengan pasti bahwa Ocha tak bisa menerima kalau tidak di balas.


"Sini lo, kurang aj*r nih anak berani ngatain gue lah." Ocha langsung memberikan yang ia pegang ke tangan Grace lalu ikut berlari ke arah Boy yang terus menjulurkan lidahnya. "Dapet gue bakal abis lo, sini enggak lo!" teriak Ocha pula sambil terus berlari mengejar Boy.


"Hmm, tak pernah ada akurnya."


Grace juga dan lainnya hanya melihat tingkah keduanya yang tak pernah ada damainya.


"Woi, sini lo! ah capek gue ngejer lo," teriakan Ocha sampai menggema di seluruh ruang kolam tersebut.

__ADS_1


Lainnya hanya bergeleng kepala melihat mereka masih kejar-kejaran.


"Sini tangkap gua, wkwkwk ahahha! katanya pembalap wonder woman, masa ngejer gitu aja capek, bweeeek!" lagi-lagi Boy menjahili dan membuat Ocha semakin jengkel maka dari itu Ocha lebih mengeluarkan energinya untuk mengejar Boy sampai dapat.


"Awas lo, gue rontokin gigi lo liat lo ya!" teriak Ocha lagi bahkan semakin keras pula suaranya.


Syyuuuuunnggg


Byuuurrrr


GRRRRRR


"Ocha!" kagetnya mereka ketika melihat Ocha jatuh dari kolam.


"Ahahahah, nah kan lo enggak mau hati-hati sih!" begitu terbahaknya Boy tertawa di saat Ocha masuk ke dalam kolam


"To...."


Ocha semakin kehilangan nafasnya tapi yang lain belum sadari itu.


"Toloooo...."


Akhirnya Ocha masuk ke dalam air tak terlihat lagi barulah mereka sadar Ocha tak bisa berenang.


"Chaaaaa," teriak Boy pula begitu kagetnya ia sebab baru menyadari kalau Ocha sedang membutuhkan pertolongan sebelumnya.


Byuuuuurrrrr


Dalam sekejap Boy masuk ke dalam kolam setelah ia melepas jaket serta sepatunya.


CPAKKK


CPAK


Boy terus berenang ke arah Ocha walau pandangan matanya sudah kabur karena kemasukan air dan dari kejauhan ia sudah melihat Ocha mengapung tak berdaya tentu saja Boy semakin mempercepat geraknya untuk menyusul ke arah Ocha.


Baik Grace juga yang lainnya masih menunggu di barisan kolam dalam keadaan cemas sementara sang ibu belum juga kembali dari dapur.


^^^To be continued^^^


^^^🍁 aiiWa 🍁^^^


...Kutipan :...


Kau kuat, kau hebat karena hanya kau yang bisa mengendalikan diri mu sendiri. ~ Grace Eloise.

__ADS_1


__ADS_2