Isteri Kontrak Tuan Kejam

Isteri Kontrak Tuan Kejam
Bab 17


__ADS_3

Sebenarnya nanti malam Anna berjanji akan membantu Eliza di toko roti, Anna sengaja melakukannya untuk menambah penghasilannya. Jujur, Anna sangat membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutang Ayah tirinya.


“Mau kemana lo?” tanya Leon curiga.


Anna menghentikan langkahnya. “Aku mau keluar sebentar Leon, aku sudah berjanji untuk bertemu Eliza pagi ini.”


Leon tersenyum miring mendengarnya, seutas ide terlintas dibenaknya. “Kalo gue gak izinin Lo?” tanya Leon menantang.


“Aku akan tetap pergi,” jawab Anna berusaha untuk sabar.


“Lo mau jadi istri pembangkang? Lo tahu dosa, kan?” Leon semakin tersenyum miring melihat ekspresi kesal Anna.


“Ini penting Leon, maaf aku akan tetap pergi.” Anna bersikukuh untuk tetap pergi. Ya, karena ini urusan penting menyangkut semuanya.


Leon sengaja membanting sendok di meja ke lantai hingga menimbulkan suara. “Lo udah baca isi kontrak, kan? Disitu tertulis jika pihak kedua wajib mengikuti perintah pihak pertama, dan pihak kedua harus menerima keputusan pihak pertama entah itu setuju ataupun tidak.”


“Lo jangan bodohi gue dengan tidak mengingat isi kontrak itu, why?” lanjut Leon.


“Aku sudah membacanya bahkan aku mengingatnya, tapi untuk kali ini aku mohon Leon.” Anna mengatupkan kedua tangannya di depan Leon.


Leon semakin dibuat menantang dengan permohonan Anna. “Tidak ya tidak!”


“Aku mohon Leon, ini sangat penting.”


“Lihat lo mohon-mohon seperti ini buat gue curiga, jangan-jangan lo mau ketemuan sama lelaki brengsek itu, gue gak akan pernah izinin lo!” tegas Leon meninggikan suaranya.


Anna mendesah lelah, sikap Leon semakin ke sini semakin ke sana. Terkadang bagi Anna sulit untuk dimengerti, Anna dibuat bingung harus melakukan apa. “Terserah kamu Leon!”


Bagi Anna hidupnya adalah dirinya yang mengatur, Leon tidak berwenang untuk urusan pribadinya kecuali dalam urusan pernikahannya. Dengan menentang Leon kali ini mungkin tidak terlalu buruk, karena memang ini adalah hidupnya bukan Leon yang memutuskan.

__ADS_1


“Lo tuli Annabeth?”


Anna harus menghentikan langkahnya lagi. Anna berbalik dan menatap Leon kesal. “Aku akan tetap pergi meskipun tanpa izin darimu.”


“Gue suami lo,” ujar Leon sambil menghampiri Anna.


“Ya, memang kamu suami aku, tapi ini kehidupanku Leon kamu tidak berhak untuk ikut campur.”


Leon terkekeh sinis sambil melipat kedua tangannya di dada. “Gue gak berhak ikut campur? Gue suami lo Anna! Gue berhak atas hidup lo!”


“Aku hanya istri kontrak kamu Leon. Kamu bukan Tuhan, kamu tidak berhak atas hidupku.” Anna mencoba untuk menahan emosinya. Ilusinya tidak boleh hangus hanya dengan kemarahannya.


Anna itu topeng, bisa juga penipu, Anna itu ilusi, bisa juga kebohongan, Anna itu misteri, dan semua orang tidak mengetahuinya kecuali hati kecilnya si penonton alur hidupnya.


Leon mencengkram dagu Anna. Kenapa perkataan itu seolah menyakiti hatinya, Leon tidak suka dengan status Anna, Leon juga tidak suka dengan penolakan Anna yang dirinya tidak berhak atas hidupnya. “Cih! Lo semakin berani setelah kedekatan lo sama dia.”


“Sekarang lo belain dia, gue semakin percaya kalau lo benar-benar memiliki hubungan khusus sama cowok buruk rupa itu.” Karena menurut Leon dirinyalah yang paling tampan.


“Terserah kamu Leon.” Langkah Anna terhenti saat Leon mencengkram tangannya kuat, tatapan Leon seolah tidak mengizinkannya untuk pergi. Anna melepas paksa cengkraman itu, tapi tidak bisa.


“Lepas Leon!”


“Gue bilang lo gak boleh pergi, ya gak boleh! Lo diem di sini jangan kemana-mana!” titah Leon sembari mendorong tubuh Anna.


Anna mengepalkan tangannya kuat. “Cukup Leon! Sudah cukup kamu mengatur hidup gue! Gue diem aja bukan berarti gue lemah. Gue bisa nurutin perintah lo, tapi kasih gue alasan atas penolakan lo. Gue cukup sabar dengan penyiksaan batin lo ke gue Leon, lo punya hubungan sama Isha, gue tetep diem, dan lo sakitin gue tiap hari, gue juga tetep diem Leon! Cukup Leon, gue juga manusia.”


Leon tercengang dengan semua perkataan Anna. Leon menggelengkan kepalanya pelan sambil terkekeh sinis, Anna-nya sudah berubah. Leon tahu batas kesabaran manusia, dan dia juga tahu untuk mengatur batas itu. Mendengar perkataan Anna barusan membuatnya terdiam, selama ini dia sudah berlebihan kepada Anna, mungkikah setelah ini Anna akan berubah? Satu hal yang harus mereka tahu, Leon melakukan ini semata-mata untuk melupakan Princess-nya yang telah damai di alam sana.


“Gue keterlaluan ya? Gue jahat ya?” Leon menatap Anna intens, kemudian memegang kepalanya. Di saat seperti ini kepalanya tiba-tiba sakit, dan Leon tidak bisa menahan rasa sakit ini.

__ADS_1


“Ya Leon, lo keterlaluan!” Anna mengatur nafasnya yang memburu. Kemarahan Anna muncul begitu saja meskipun dia sudah menahannya, Anna meringis dalam hati sepertinya dia terlalu berlebihan untuk masalah sepele, apalagi Leon lawannya.


Note: Kesabaran manusia ada batasnya!


Leon tertawa, putaran masa lalu mulai terputar di benaknya, kepalanya semakin terasa sakit seiring kenangan itu berputar layaknya roda. Leon terduduk lesu sambil meremas kuat rambutnya menyalurkan rasa sakit di sana.


“Pergi Anna! Pergi! Lo boleh pergi kemanapun, pergi dari kehidupan gue! Lo penghancur gue sama Princess kesayangan gue, pergi Anna!” pekik Leon sembari mendorong-dorong tubuh Anna.


Ada rasa khawatir di hati Anna melihat kondisi Leon, ada juga rasa sakit yang menderanya saat mendengar nama Princess yang Leon sebutkan, Anna menduga dia adalah Isha. Anna melangkah pelan dengan hati yang tidak baik-baik saja, semua ini terasa semakin rumit baginya.


“Pergi!!” teriak Leon dari dalam, ingatannya kembali pada masa lalu dimana Princess-nya berada, Leon senang karena ingatannya menariknya kembali pada moment termanis dalam hidupnya.


Pernikahannya dengan Anna bagai hantaman batu yang menyumbat ingatannya pada Princess kesayangannya. Pernikahan ini seperti ancaman takdir yang membuatnya melupakan gadis kecil penolongnya, Leon berusaha mengingat masa lalunya meskipun dengan membenturkan kepalanya dia akan tertidur damai.


***


“Eliza Sea Moonlight, terlahir di pinggir Laut, di bawah sinar rembulan, di kota Roma tepatnya di musim semi. Eliza Sea Moonlight merupakan anak dari Detektif terkenal bernama Edward Jordan dan istrinya Eveline Van Disse, Eliza juga merupakan ketua cheers di Sekolah kota dengan nilai kuis tertinggi, Eliza--”


Eliza menutup kasar mulut pria di depannya. Pria yang dia tabrak hari itu datang kembali dengan alasan membeli roti di tokonya. Eliza sempat marah dengan kedatangannya, karena Eliza masih menaruh dendam pada pria di hadapannya. Siapa tahu pria tersebut datang sambil membawa data tentang dirinya padahal data itu sudah aman tersembunyi oleh Papanya, alasannya karena Eliza malu jika dirinya lahir di pinggir pantai dan lagi dalam data tersebut menceritakan identitasnya.


“Ngomong, mau lo apa?” tanya Eliza to the point.


Pria itu cengengesan sambil memperlihatkan deretan giginya, melihat itu membuat Eliza bergidik ngeri. “Roti gratis dan nanti malem ngedate bareng gue, mau?”


“Gak sudi!” jawab Eliza malas.


“Oke! Gue akan sebarin data ini tanpa terkecuali, siap-siap aja lo bajakan malu,” ancam pria itu menekan Eliza.


Eliza mendengus kesal, matanya menatap tajam pria di hadapannya. Siapa dia? Berani-beraninya melawan seorang Eliza Sea, dia .

__ADS_1


__ADS_2