Isteri Kontrak Tuan Kejam

Isteri Kontrak Tuan Kejam
Bab 22


__ADS_3

“Itu punya aku Leon, Ibu yang memberikannya padaku, aku berani bersumpah!” bohong Anna dengan suara bergetar, biarlah itu menjadi rahasia dirinya. Percuma saja dia memberitahunya pada Leon, Leon tidak akan mengenal laki-laki itu, Anna tidak ingin dengan kejujurannya makan akan terjadi pertengkaran.


Leon geram dengan Anna yang terus menunduk, Leon tidak suka diabaikan. “Tatap gue Annabeth! Gue tanya sekali lagi, ini punya siapa? Jika memang ini punya ibu lo, dapat darimana?” tanya Leon penuh tekanan.


Anna meringis pelan sambil memegang tangan Leon yang mencengkram dagunya. “Dari Ayah sebagai mahar pernikahan, aku tidak berbohong Leon!” Anna akan menerima konsekuensi apapun atas kebohongannya. Kisah mereka hanya masa lalu, untuk apa diungkit kembali karena itu hanya akan membuka luka lama.


Leon melepas kasar cengkramannya, dadanya naik turun seiring nafasnya yang memburu. Leon ragu dengan jawaban Anna, apalagi saat berkata tadi mata Anna tidak menatapnya. Keraguan semakin menyelimuti Leon, Leon dibuat pusing dengan benda ini. Leon harus mencaritahu sendiri tanpa sepengetahuan Anna, karena kebenaran ini sangat penting antara percaya atau tidak.


Kematian Princess-nya begitu memukul hidupnya. Kematian itulah yang membuat Leon ragu untuk mempercayai jika Princess-nya masih hidup, kalau memang Princess-nya masih hidup kenapa tidak datang padanya. Apakah dia marah karena telah mengingkari janjinya?


“Argh!” teriak Leon. Kecelakaan yang dialaminya membuat dirinya melupakan Princess-nya, Leon mengalami hilang ingatan selama sepuluh tahun, untuk itulah saat dirinya datang menemui gadis kecilnya dia sudah tidak ada di sana.


“Kamu kenapa Leon? Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa kamu seperti mengharapkan sesuatu yang tidak terkabul Leon?” tanya Anna beruntun. Sungguh, Anna dibuat penasaran dengan pertanyaan Leon mengenai kalung miliknya.


“Diam!”


Bentakan Leon berhasil membuat Anna terdiam. Anna hanya penasaran saja, tapi Leon sampai membentaknya. Anna mundur beberapa langkah menjauhi Leon, sebenarnya ada apa sampai Leon penasaran dengan kalungnya, apa Leon mengetahui sesuatu tentang kalung itu? Anna bingung harus bagaimana. Anna tidak pernah melihat Leon seperti ini, kondisinya seperti kecewa terhadap sesuatu, dan dia sangat rapuh jika diteliti.


“Kamu sakit?” tanya Anna yang melihat Leon memegangi kepalanya.


Leon mendongak menatap Anna. “Gue sakit karena lo, awal penyakit gue ada setelah kehadiran lo. Princess gue marah karena keberadaan lo, gue ingin lo cepet-cepet pergi dari hidup gue.” Karena begitulah perasaan Leon, semenjak Anna hadir, Princess-nya jarang sekali datang ke dalam mimpinya.


Sadarlah, seseorang akan berhenti datang setelah dia berada di sisimu! Jangan menjadi orang bodoh hanya dengan sebuah kenangan pahit.


Ya, kehadiran dirinya tidak diharapkan begitupun mereka yang selalu mengincarnya. Anna hanya menunduk sedih, sesakit itukah saat kehadiran kita tidak diterima? Kenapa harus Anna yang merasakan sakit ini, dirinya cukup lemah dengan masalah hati.


“Aku akan pergi Leon, tanpa kamu minta pun aku akan pergi dari hidup kamu. Kontrak kita akan segera berakhir, kita akan berpisah, dan tidak akan ada seorang Anna lagi yang mengganggu hidup kamu Leon.” Anna mengepalkan tangannya menahan rasa sakit di relung hatinya. Hati kecil ini sakit saat mengucapkannya, dan hati kecil ini trauma akan sebuah perpisahan.


Perpisahan yang diharapkan Leon samakin dekat, entah kenapa rasanya seperti sakit saat waktu itu semakin dekat. Tinggal menghitung bulan maka waktu itu akan terjadi, apakah perpisahan ini akan semenyakitkan kemarin.


“Ya! Karena kehadiran lo cukup buat gue terluka, gue tunggu waktu itu tiba.”


Suasana hati Leon sedang tidak baik-baik saja, ditambah lagi dengan perkara kalung milik Anna. Kalung itu persis seperti kalung yang diberikan dirinya pada gadis kecilnya, ciri kalung itu sama seperti miliknya. Apakah Anna menyembunyikan sesuatu darinya? Apakah Anna tahu tentang Princess-nya? Siapa Anna, siapa dia yang sampai memilki barang yang sama dengan Princess-nya? Banyak pertanyaan dibenak Leon menganai Anna, masalah ini harus terpecahkan, Leon semakin dibuat penasaran dengan kalung itu.

__ADS_1


“Gue tunggu jam tujuh malam.” Singkat, padat, berarti, seperti itulah seorang Leon.


Tepat pukul 08:00 malam keluarga besar Cenze tengah berada di sebuah Restoran megah di Italia. Terlihat Lyssa dan Kendrick juga tengah duduk di meja mereka, tak lupa dengan Isha yang juga ada di sana. Leon menggenggam tangan Anna erat. Sesuai perintahnya, Anna harus menuruti apapun yang Leon katakan dan Anna harus berpura-pura jika pernikahan mereka baik-baik saja.


“Anna, di sini sayang.” Lyssa meraih tangan Anna, kemudian membawanya duduk di sampingnya.


Leon mengekori Anna lalu duduk di samping Papanya, Leon menatap Lyssa yang begitu antusias saat bertemu dengan Anna. Dalam hati Leon berdecih melihat tingkah Anna yang menurutnya munafik, pantas saja Mamanya sampai menjodohkannya dengan Anna ternyata Anna sehebat itu dalam drama.


“Bagaimana kabarmu sayang? Apa Leon berbuat jahat padamu?” tanya Lyssa khawatir. Lyssa dapat merasakan rasanya dijodohkan itu seperti apa, dia dan suaminya pun sama dijodohkan, tapi mereka mampu melewati masalah hingga menjadi keluarga yang harmonis.


Anna melirik Leon sebentar, melihat Leon yang seolah memberi kode lewat matanya membuat Anna mengerti. “Ya! Leon sangat baik, dia sama sekali tidak kasar padaku.”


Lyssa memicingkan matanya lalu menghela nafas pelan, Lyssa tahu Anna berbohong. Lyssa yakin pernikahan mereka tidak baik-baik saja, Lyssa memiringkan kepalanya lalu ia berbisik. “Mama tahu kondisi pernikahanmu Anna, bertahanlah! Mama yakin kamu dapat melewatinya demi mereka yang berjuang untukmu.”


Anna mengangguk kecil. “Aku akan bertahan demi Mama, aku akan berjuang.”


“Bagus!” Lyssa menggenggam tangan Anna hangat. “Jika Leon nakal, pukul saja kepalanya.”


“Papa senang Leon bersikap baik padamu. Satu hal yang harus kau tahu, Leon sangat tertutup dengan orang baru, jadi bersikap baiklah padanya supaya anak itu tidak menjadi patung.” Kendrick terkekeh pelan sambil menatap Leon yang juga menatapnya tajam.


“Jangan mengganggu singa tidur Sion, putramu lebih berbahaya dari hewan mengerikan itu!” tegur Lyssa sembari mencubit lengan Kendrick.


Terlihat Leon menyunggingkan senyumnya sambil menatap remeh Kendrick. “Loser!”


“Leon, sudah lama kau tidak datang ke rumahku lagi setelah kedatangan sepupumu. Kapan kau akan datang lagi ke rumahku, Papa sering menanyakan dirimu.” Isha berpindah duduk menjadi di sebelah Leon.


Anna menatap bergantian Leon dan Isha, mereka terlihat serasi, Anna mengakui itu. Sepertinya memang Anna penganggu dalam hubungan mereka, terutama Princess-nya Leon.


“Sepupu?” tanya Lyssa menatap Leon tajam. Lyssa hendak protes, tapi Anna menahannya.


Leon hanya terdiam enggan menggubris Mamanya yang tidak terima, hubungan ini cukup keluarganya dan dirinya yang tahu. Leon tidak ingin ada kesalahpahaman apalagi menyangkut Isha.


“Perhatian!” atensi mereka beralih ke atas panggung, di sana sudah ada Kenzo yang memegang gitarnya hendak bernyanyi.

__ADS_1


Anna melihat itu kaget dengan keberadaan Kenzo, Anna takut Kenzo curiga dengan hubungannya dan Leon, Anna tidak ingin ada masalah di antara mereka berdua. “Kenzo?”


“Saya akan membawakan lagu khusus untuk gadis yang saya cintai.” Kenzo menatap Anna dalam dari sana, tatapannya seolah memancarkan harapan di sana. Tatapan teduh Anna selalu candu untuk Kenzo nikmati, mata hazel itu adalah mata kesayangannya yang menjadi objek rasa sukanya pada Anna.


Sedangkan Leon, Leon menggeram kesal melihat Kenzo yang seolah mencari perhatian Anna. Leon melirik Anna yang tengah bertatapan dengan Kenzo, Leon mengepalkan tangannya kuat, pemandangan ini sangat membuat matanya panas. “Caper!”


Kenzo mulai memetik gitarnya seiring alunan musik mengikutinya, matanya terpejam lalu kembali terbuka. Tatapannya senantiasa tertuju pada Anna yang berpenampilan cantik malam ini.


“Why do birds suddenly appear


Every time you are near?


Just like me, they long to be


Close to you.”


Kenzo menyanyikan lagu yang berjudul Close to you. Lagu ini memilki makna untuk menyampaikan perasaan pada seseorang, lagu ini sangat pas untuk mewakili perasaan Kenzo pada Anna.


“Why do stars fall down from the sky


Every time you walk by?


Just like me, they long to be


Close to you.”


Semua orang bertepuk tangan menikmati lagu yang Kenzo nyanyikan, termasuk Anna. Anna memperhatikan Kenzo yang masih setia memandangnya sedari tadi, ada perasaan aneh di hati Anna, tapi perasaan itu berbeda seperti perasaan tersembunyi yang ingin segera ia tuntaskan. Anna tersenyum melihat Kenzo, kemudian Anna mengacungkan kedua jempol nya pada Kenzo.


“Kamu keren,“ dengan mulut mengisyarat Anna memberitahu Kenzo, Kenzo senang melihatnya.


Leon dapat mengartikan isyarat itu, Leon semakin dibuat panas apalagi saat Anna tiada henti memandang Kenzo sedari tadi. Dirinya bahkan lebih keren saat bernyanyi, menurut Leon itu terlalu berlebihan hanya untuk sekedar mencari perhatian.


“Nikmati saja Annabeth, lihat saja setelah pulang nanti.”

__ADS_1


__ADS_2