
“Jangan sentuh milik gue!” Leon menyentak kasar tangan Kenzo di pipi Anna, Leon juga menarik Anna ke dalam pelukannya. Leon menatap tajam Kenzo yang berani menyentuh miliknya, Nana hanya miliknya bukan milik dia.
“Sejak kapan Anna milik lo?”
“Sejak pernikahan kita terjadi, dan sejak gue sama dia bertemu.”
Kenzo tersenyum sinis, sepertinya dia akan main-main sebentar. “Lo yakin? Anna aja gak bahagia dimilikin sama lo, lo jangan kepedean mentang-mentang lo suaminya Anna.”
Langsung saja Leon menatap Anna dalam pelukannya, alis Leon bertaut seolah mencari jawaban dari Anna. Anna hanya menunduk, lagi-lagi dia dibuat bingung dengan ribuan pertanyaan.
“Mau bahagia ataupun gak, Anna tetap milik gue!” Leon mengklaim Anna miliknya sudah dari beberapa tahun lalu, sampai kapanpun gadis bermata biru ini akan menjadi miliknya selamanya.
“Lo egois!” pekik Leon sembari menarik tangan Anna, namun Leon menyentaknya kasar.
“Jauhin tangan kotor lo dari Princess gue!” sentak Leon semakin menyembunyikan Anna dalam pelukannya.
“Princess? Why?” Kenzo terkekeh sinis sambil mengamati Leon.
“Kenapa? Iri?” tantang Leon sembari menaikkan satu alisnya. Ayo bermain-main dengan singa muda Cenze.
Kenzo mengepalkan tangannya. Sabar, Kenzo harus bersabar untuk mencapai tujuannya. “Iri? Tentu gue iri, tapi gue lebih itu pada siapa yang berhasil mengambil hati Anna. Gak masuk akal banget kalau lo berhasil buat Anna luluh, gue yang bertahun-tahun berusaha dapetin Anna aja gagal.”
Leon dibuat naik pitam dengan perkataan Kenzo, tapi Leon tersenyum penuh kemenangan mengingat dirinyalah yang pertama untuk Anna. Selain tubuhnya, Leon juga berhak atas segala yang ada pada Anna termasuk hati dan cintanya. “Win! Gue menang, buktinya gue yang pertama buat Anna. Iya, 'kan sayang?” Leon mencengkram pinggang Anna.
“I--ya,”
Kenzo menatap tak percaya Anna, ada rasa kecewa di hatinya saat mengetahui ternyata Anna sudah menjadi milik orang lain. “Bagi gue, barang bekas juga gak papa.” Kenzo tersenyum miring, rencana berhasil.
__ADS_1
Leon melepas cengkeramannya di pinggang Anna, kemudian dia menarik kerah baju Kenzo. Leon mencengkram kuat leher baju Kenzo, dia tidak suka gadisnya disebut barang bekas oleh mulut bajingan seperti Kenzo. “Gue gak akan biarin lo rebut Anna dari gue!”
“Sebelum ada kata cerai, gue akan terus rebut Anna dari genggaman lo!” ujar Kenzo tak kalah sinis.
Bugh!
Satu pukulan lolos mengenai wajah tampan Kenzo. Leon tersenyum puas melihat Kenzo meringis di bawahnya, itulah akibat bermain-main dengannya. “Gak akan ada kata cerai diantara kita! Jangan harap lo punya celah buat pisahin kita berdua! Gue udah kenal Anna sebelum lo kenal sama dia!”
Kenzo terkekeh sinis sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah. “Gue gak peduli kalian berdua kenal dari kapan, yang pasti gue akan terus usik hubungan kalian sampai lo dan Anna berpisah!”
“Brengsek!”
Bugh!
Kali ini pukulan Leon tepat mengenai hidung Kenzo hingga hidung pria tersebut berdarah. Leon tidak puas dengan luka yang diberikannya, kemudian dia memukul kembali Kenzo tepat di bagian perutnya.
“Kamu keterlaluan Leon, masalah kamu sama aku bukan sama Kenzo. Jangan libatkan Kenzo dalam masalah kita Leon, aku tidak suka melihatmu yang sok jagoan dengan membanggakan dirimu sendiri sebagai pemilik diriku.” Tatapan Anna yang teduh seolah menghilang bersamaan dengan perkataan yang menyakiti hati Leon.
Hati Leon berdenyut nyeri mendengar perkataan Anna, apakah ini adalah rasa yang selama ini rasakan saat dirinya lebih membela Isha daripada dirinya? Rasa sakit ini tidak seberapa dengan penderitaan Princess-nya. “Tapi dia mau pisahin kita Princess ....”
“Bukan Kenzo, tapi takdir. Jika takdir membiarkan kita berpisah, kita bisa apa Leon? Jangan pernah salahkan Kenzo lagi atas hubungan kita. Ingat Leon! Hubungan kita terjalin beberapa bulan lagi!” Anna sengaja mengingatkan Leon akan kontrak diantara mereka.
Mengingat kontrak itu membuat Leon menunduk bersalah, dia yang memulai semua ini, dia juga yang membuat semua perjanjian itu, dan dia juga yang membuat Princess-nya pergi dari kehidupan dia sendiri. Dirinya adalah awal dari masalah yang tidak memiliki solusi hingga sekarang.
“Sampai kapanpun lo akan tetap jadi milik gue! Gue gak akan biarin lo pergi dari hidup gue!”
Anna terkekeh sinis mendengarnya. “Kamu gak ingat Leon? Kamu pernah bilang kalau aku hanya perusak hubungan kamu dan dia? Kamu lupa, kamu juga pernah bilang kalau aku salah satu kesialan dalam hidup kamu.” Anna meredam rasa sakit hatinya ketika kembali mengingat perkataan Leon tempo lalu.
__ADS_1
Leon seolah tertampar oleh perkataannya sendiri, sekarang Leon sadar jika semua perkataannya waktu itu begitu menyakiti hati Anna. Leon menyesal telah berlaku tidak adil pada Anna sampai membuat surat kontrak diantara mereka. Tapi, Leon melakukan itu atas dasar menjaga perasaan Princess-nya.
“Gue ... Gue cuman mau jaga perasaan lo Na, gue gak mau lo kecewa Nana,” lirih Leon menatap Anna berkaca-kaca.
“Aku terlanjur kecewa Leon, tapi aku akan tetap berusaha untuk memaafkan mu. Hubungan kita juga atas dasar keterpaksaan, hubungan kita akan segera berakh---”
“Gak! Gue gak akan pernah ceraikan lo sampai gue mati sekalipun! Lo akan tetap ada disisi gue sampai kapanpun! Gue gak akan pernah biarin lo pergi!” pekik Leon memotong perkataan Anna.
Diam-diam Kenzo tersenyum miring sambil menyaksikan pertengkaran menyenangkan dihadapannya. Ada kesenangan tersendiri saat melihat betapa menderitanya Leon yang tak ingin ditinggal Anna, satu langkah lagi Anna akan menjadi miliknya.
“Na, sshh ...,” Kenzo memegang hidungnya yang berdarah, dirinya butuh perhatian Anna untuk menjatuhkan Leon sejatuh-jatuhnya.
Anna mengalihkan atensinya dari Leon, Anna menyeka darah yang mengalir dari hidung Kenzo menggunakan sapu tangannya. Anna terlihat khawatir saat melihat darah tersebut tidak berhenti, Anna merasa bersalah melihat kondisi Kenzo seperti ini. Kenzo harus terlibat dengan masalahnya yang tak berujung itu.
“Kita ke rumah sakit ya?” ajak Anna sembari mengambil tas sekolah Kenzo, Anna juga membantu Kenzo untuk berdiri.
Kenzo menggelengkan kepalanya menolak. “Gak perlu Na, gue juga gak papa.” Kenzo tersenyum manis disela-sela siasatnya yang terencana.
Melihat itu membuat Leon berdecih, Kenzo adalah jago dari segalanya caper! Leon tahu, Kenzo hanya berpura-pura kesakitan untuk mendapat perhatian Princess-nya. Selama Leon hidup, Leon tidak akan membiarkan hama satu ini menghancurkan hubungannya bersama gadisnya.
“Caper lo!?” dengan tidak berdosanya Leon menendang kaki Kenzo hingga Kenzo kembali terjatuh.
“Cukup Leon!” pekik Anna lantang. Anna sudah cukup sabar dengan diam atas pertengkaran tadi, dan sekarang Leon kembali mencari masalah dengan menyakiti Kenzo, sahabatnya.
“Kanapa lo belain dia Na? Dia itu cuman pura-pura doang, dia cuman caper ke lo.”
“Karena kamu salah Leon! Tidak seharusnya kamu menyakiti Kenzo, dia gak salah apa-apa Leon, tolong jangan libatkan dia dalam hubungan kita.” Lagi-lagi pembelaan Anna membuat hati Leon sakit, sekarang Leon merasakan rasa sakit yang dulu Anna rasakan.
__ADS_1
Kenzo mengangkat satu alisnya menantang Leon, mulutnya bergerak berbicara sesuatu. “Loser!”