
Anna menumpahkan semua tangisannya pada Lyssa, Ibu mertuanya. Setelah insiden tadi saat di pantai, Anna memutuskan untuk pergi menemui Lyssa tanpa sepengetahuan Leon, biarlah Leon mencarinya karena sama sekali tidak peduli padanya.
“Anna gak tahu kalo Leon adalah Al, Ma.” Anna memeluk erat Lyssa.
Dengan hangat Lyssa mengelus punggung Anna, melihat kesedihan Anna membuat dia merasa bersalah akan kondisinya. Sebenarnya Lyssa sudah tahu mengenai masa lalu Leon dan Anna, Lyssa sengaja menyembunyikannya dengan alasan tertentu. Lyssa tidak ingin Anna mengingat lagi masa lalunya yang membuat dirinya trauma kembali, sindrom itu cukup mematikan jika kembali kambuh dalam diri Anna.
“Maafin Mama sayang. Sebenarnya Mama sudah tahu mengenai masa lalu kalian, Mama sengaja menyembunyikan semuanya demi kebaikan kamu. Mama memiliki alasan kuat, hanya dengan cara inilah mereka tidak mencurigai mu.” Lyssa melepas pelukan Anna perlahan.
Mata birunya yang berkaca-kaca menatap polos mata Lyssa. Anna tidak menyangka jika ibu mertuanya menyembunyikan rahasia yang selama ini tunggu, jika tahu seperti itu mungkin Anna akan menolak rencana perjodohan mereka dari awal.
“Kenapa mereka sangat kejam Ma? Mereka tega rebut kebahagiaan Anna, apa alasan mereka sampai tega membantai seluruh keluarga Anna? Apa mereka mempunyai dendam pada Papa?” hati Anna harus dibuat sakit mengingat kenyataan yang pahit untuknya. Lagi-lagi karena dia, lagi-lagi karena dia kebahagiaannya harus terhambat juga.
__ADS_1
“Kamu siap mendengarkan semua penjelasan Mama sayang? Apa kamu juga siap mendengar alasan kenapa Leon tidak kembali kepadamu?”
“Aku siap! Aku ingin mengetahui semuanya sampai tidak satu katapun yang membuatku ragu.”
Lyssa menghela nafas kasar, sikap Anna sangar mirip dengan Ibunya, dia begitu keras kepala dan tidak takut akan ancaman. “Ayah dari temanmu terobsesi pada Ibumu sebelum Ibumu menikah dengan Ayahmu.”
Anna menatap Lyssa terkejut, ekpresinya seolah menunjukkan jika dia begitu syok akan kenyataan baru ini. “Lio?”
“Jadi, Mara juga korban dari pria itu?” tanya Anna.
“Bukan hanya korban melainkan sasaran di setiap umpan yang dia gunakan. Pria itu sangat brengsek melebihi siapapun, dengan tidak bermoralnya dia mengintip Ibumu saat mandi di kantor, bahkan dia menjadikan foto ibumu sebagai objek pemuas nafsunya. Saat itulah obesei Rexton membesar saat dia melihat Ibumu menikahi Alden, Papamu. Pernikahan mereka nyaris gagal karena terjadi kebakaran saat di Altar, itu adalah ulah pria itu.”
__ADS_1
“Proyek segitiga biru itu berjalan lancar dan nyaris berhasil. Rexton beserta para sekutunya mencoba menyabotase proyek itu dengan menyogok beberapa pekerja di sana, tapi itu tidak berhasil. Rexton semakin dibuat frustasi saat menyadari Ibumu Shyna hamil anak pertamanya---”
“Anak pertama? Jadi, aku memiliki seorang saudara?” tanya Anna penasaran.
“Ya, kamu memiliki seorang saudara tapi dia sudah meninggal akibat dorongan dari Rexton. Rexton sengaja mendorong Shyna hingga dia keguguran, saat itulah Alden mulai memperketat penjagaan Shyna sampai dia pulih. Penembusan untuk segitiga biru itupun semakin sulit, Alden memperketat penjagaan setelah mengetahui ada seseorang yang berkhianat dalam tim-nya yaitu Rexton. Alden juga mengetahui kebusukan Rexton mengenai Shyna, diam-diam Alden melaporkan Rexton pada polisi atas tindak seksualnya.”
“Sebelum terjadi peledakan itu, Ibumu Shyna disekap selama dua hari di gudang penyimpanan senjata miliknya. Dia disiksa untuk membalas kekesalannya, dan saat itu juga Ayahmu datang menyelamatkan Ibumu dengan membantai seluruh penjagaan Rexton. Rexton berniat untuk memiliki Shyna dan akan membuat surat cerai palsu untuk membodohi Alden, saat tahu rencana peledakan itu akan segera terjadi Alden membiarkan Shyna pergi membawamu ke Italia bersama Hamara. Alden akan mengorbankan dirinya dengan menggantikan posisi Ibumu Shyna, tapi niat itu tidak terlaksana, Alden ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan istrinya Rexton Ashala---”
Anna mengangkat satu alisnya. “Istri?”
“Dia membeli Ashala dari pasar gelap, kemudian dia jadikan istri untuk membuatnya hamil karena dia membutuhkan keturunan. Ashala disiksa untuk melancarkan rencanya dalam menjebak Alden, hingga saat waktu itu tiba Rexton membunuh Ashala kemudian membuangnya tepat di hutan tempat Shyna disekap. Sidik jari yang ditemukan dalam mayat Ashala tertuju pada Alden, sehingga polisi menyimpulkan bahwa Alden lah pelaku pembunuhan tersebut, bahkan Alden dituduh sudah menyekap Ashala dan menyiksanya karena bukti menunjukkan beberapa memar dan bekas cambukan ditubuh Ashala.”
__ADS_1
“Jadi, dia ibunya Lio?”