
“Gue gak akan biarin lo pergi dari sisi gue lagi Princess, lo akan tetap berada disisi gue sampai kapanpun. Gue akan jadi egois menyangkut kepemilikan atas lo, gue pemilik hati lo, gue pemilik seluruh objek dalam diri lo.” Leon kian mendekatkan wajahnya kepada Anna.
Di bawah hujan sunyi ini, kedua insan itu menyatu saling bergelut dengan pikiran masing-masing. Mereka menyatu akan rasa egois, diri mereka seolah bertolakbelakang dengan mendorong satu prinsip yaitu keegoisan. Pihak pertama yang begitu egois akan pihak kedua, dan pihak kedua yang egois akan rasa dingin yang membelokan jalan hidupnya menjadi sunyi diam.
“Aku membencimu---”
“Gue akan buat rasa benci itu jadi spesial, gue akan buat rasa itu menjadi rasa yang menyatu untuk mempersatukan kita kembali. Gue akan tuntun rasa itu menjadi rasa yang saling memiliki, maaf Princess ....”
Mereka terdiam cukup lama sampai suara guntur meleburkan kesunyian mereka. Mereka sama-sama menatap hujan di bawah dinginnya air, mereka sama-sama memohon untuk laksana hubungan mereka. Mereka tidak sadar jika mereka memiliki janji yang tertulis di atas materai.
__ADS_1
“Mine. You are mine. Only mine.”
“I want you, see?” Leon mengusap bibir Anna, dia memiringkan wajahnya membuat Anna memejamkan matanya.
Leon tersenyum melihat ekspresi Anna, ternyata sekeras apapun hati Anna membencinya pasti ada setetes cinta yang mampu mengalahkan keras hatinya.
“Pergi! Aku membencimu Al!” Anna berlari, tapi tubuhnya kaku saat Leon memeluknya dari belakang. Anna berusaha memberontak, tapi Leon semakin mengeratkan pelukannya seolah tidak membiarkannya untuk pergi.
“Please Na, jangan pergi lagi. Gue akan jelasin semuanya, gue akan jelasin kenapa gue gak datang waktu itu. Gue mohon dengerin penjelasan gue dulu, gue mohon Princess ....” Leon menaruh dagunga di ceruk leher Anna, Leon tidak akan membiarkan Princess-nya pergi lagi, dia cukup dibuat menderita dengan ketidakadaannya di sampingnya.
__ADS_1
Anna terdiam membiarkan Leon memeluknya, sungguh Anna masih bingung dengan perasaannya. Anna ingin memaafkan Leon tapi, janjinya membuat Anna sakit hati apalagi perihal hubungannya dengan Isha. Anna tahu jika masalah pernikahan mereka tidak ada sangkut pautnya dengan masa lalu mereka, tapi mereka memiliki perjanjian yang akan segera berakhir dalam beberapa bulan. Jelas juga hubungan mereka akan berhenti sampai di sana. Anna dan Nana kedua jiwa menjadi satu itu berbeda, Nana yang bahagia dengan masa lalunya dan Anna yang membenci masa lalunya.
Permasalahan mereka berdua jelas berbeda, Anna sudah membulatkan tekad jika dia akan fokus pada tujuannya seperti pada niatnya dari awal. Anna akan melupakan kenangan kecilnya, percuma Anna ingat karena akan membuatnya sakit. Sekarang mereka berbeda, Anna memiliki jalan hidup sendiri dan Leon juga memiliki alur kisahnya sendiri.
“Lepas Leon!” Anna berusaha memisahkan tautan tangan Leon di perutnya, meskipun Anna rindu akan pelukan ini tapi, sekarang situasinya berbeda.
“Gak!” Leon menggelengkan kepalanya, tangannya terus bertaut di perut Anna. Princess-nya tidak boleh pergi, hanya dia sendiri yang boleh membiarkan Princess-nya pergi. Biarlah mereka mengatakan Leon egois, karena memang Leon sudah menjadi egois semenjak dia menemukan Princess-nya.
“Lepas atau aku benar-benar akan meninggalkan dirimu! Aku butuh waktu Leon, biarkan aku sendiri untuk saat ini.” Perlahan tautan Leon mengendur, Anna bernafas lega.
__ADS_1