Isteri Kontrak Tuan Kejam

Isteri Kontrak Tuan Kejam
Bab 21


__ADS_3

“Antara kau dan Ibuku, kalian sangat berharga untukku. Aku selalu berbohong untuk melupakan dirimu meski nyatanya tidak, perasaan ini sangat kuat untuk aku lawan baby girl.”


“Kau selalu pandai untuk melukai dan memperbaiki hati rapuh ini. Aku membutuhkanmu saat aku sedih, kau bagai pengobat alamiku baby girl, aku sungguh mencintaimu.” Kenzo memeluk hangat foto tersebut, hanya foto ini yang selalu menangkannya di saat dirinya sedih.


Itu adalah foto dirinya bersama gadisnya saat di Pasar malam tempo lalu. Benda ini selalu Kenzo genggam di setiap hamparan masalah yang selalu mendatanginya, benda ini bagai senjata di setiap peperangan yang ia lawan termasuk hatinya.


“Perbedaan di antara kita sangat jauh, aku bingung harus mencari persamaan seperti apa.”


“Di satu sisi ada Ayahku, di sisi lain ada kau yang sangat berharga untukku.”


“Aku tidak ingin memilih.”


“This problem is so complicated that is makes us different.”


***


“Hamara, apa yang kau dapatkan selama satu Minggu ini? Aku harap kau mendapat informasi penting.”

__ADS_1


Mara dan Lyssa tengah duduk berhadapan di ruang tamu rumah Mara. Lyssa sengaja datang untuk membahas misi penting.


“Saya sudah memasang penyadap suara di sepatu mereka Nyonya, dan saya juga sudah menyuruh bawahan saya untuk menyelidiki tentang kematian dia.” Mara menyodorkan tab miliknya kepada Lyssa.


Lyssa mengangguk-anggukan kepalanya, tangannya meraih tab yang diberikan Mara. Lyssa mulai menggeser layar tab tersebut, sesekali alisnya tertukik membentuk kerutan di sana.


“Sebagian dari informasi yang saya dapat, dia tidak di bunuh oleh suaminya Shyna melainkan di siksa oleh suaminya sendiri,” jelas Lyssa sambil mengeluarkan berkas dari dalam tasnya.


Mara membulat bingung, masalah ini begitu rumit dari yang dia duga. “Jika memang di siksa oleh suaminya, lantas kenapa Tuan besar yang disalahkan? Berarti ada sedikit kepalsuan dalam masalah ini.”


“Ya! Pria gila itu sangat terobsesi pada Shyna hingga rela mengorbankan istrinya. Istrinya sengaja di siksa untuk membuat kasus pembunuhan yang ditujukan pada Alden, dengan kasus itu Alden dapat di penjara dan bisa di hukum mati. Sayangnya usaha dia sia-sia, bukti pada jaksa tidak lengkap sehingga bisa membebaskan Alden dari tuntutan, dari situlah masalah ini terjadi.” Lyssa menatap intens layar laptop miliknya.


“Jika Alden melapor kasus itu, nyawa Shyna terancam. Pada saat dia terbebas dari kasus, kondisi Shyna tengah diculik pria gila itu.”


Mara mengepalkan tangan saat mendengarnya. “Jadi, sebelum ledakan itu terjadi, Nyonya besar sempat diculik? Keterlaluan! Dia benar-benar pria iblis!”


“Tidak hanya itu, dia bahkan motif dibalik penculikan besar dua belas tahun lalu di Italia yang melibatkan putraku. Dia juga orang yang meneror Anna saat di Sekolah musim panas, bahkan dia juga yang sering menyuruh penjahat untuk menculik Anna dan menjadikannya senjata untuk melemahkan Alden, serta untuk merebut Shyna.”

__ADS_1


“Dia sungguh kejam!” urat leher Mara terlihat membentuk dendam di sana.


“Aku akan meminta bantuan Edward untuk menyelidiki penyebab ledakan itu, dan memastikan apakah dia masih hidup!” Lyssa tersenyum sinis sambil menatap layar laptopnya.


“Dia?” bingung Mara sambil menatap Lyssa.


Lyssa menoleh lalu tersenyum. “Dia yang tidak dipastikan kematiannya.”


***


“In punya lo?” tanya Leon lagi.


Anna hanya menunduk sambil meremas bajunya. Kenapa Leon bisa menemukan kotak itu, padahal Anna sudah hati-hati menyimpannya. Apakah Anna harus jujur kepada Leon, tapi Anna tidak ingin Leon salah paham dan berakhir pertengkaran hebat. Anna juga tidak ingin identitasnya terbongkar sebelum waktunya, apalagi Leon mengetahui semua kebenarannya. Anna berpikir apakah Leon bisa dipercaya atau tidak, Anna tidak ingin dirinya terancam sebelum misi ini selesai.


“Jawab!“ pekik Leon kuat.


Anna bergetar mendengarnya, selama ini belum ada yang membentaknya sekalipun kecuali Leon. “Ya! Itu pemberian Ibu sebelum aku pindah ke rumah ini.”

__ADS_1


Leon terdiam mendengarnya, jadi ini bener milik Anna. Tapi yang membuat Leon bingung, darimana ibu Anna mendapat kalung spesial ini. “Jangan bohong! Jawab jujur ini punya lo apa bukan?!”


“Itu punya aku Leon, Ibu yang memberikannya padaku, aku berani bersumpah!” bohong Anna dengan suara bergetar, biarlah itu menjadi rahasia dirinya. Percuma saja dia memberitahunya pada Leon, Leon tidak akan mengenal laki-laki itu, Anna tidak ingin dengan kejujurannya makan akan terjadi.


__ADS_2