Isteri Kontrak Tuan Kejam

Isteri Kontrak Tuan Kejam
Bab 34


__ADS_3

“Karena kamu salah Leon! Tidak seharusnya kamu menyakiti Kenzo, dia gak salah apa-apa Leon, tolong jangan libatkan dia dalam hubungan kita.” Lagi-lagi pembelaan Anna membuat hati Leon sakit, sekarang Leon merasakan rasa sakit yang dulu Anna rasakan.


Kenzo mengangkat satu alisnya menantang Leon, mulutnya bergerak berbicara sesuatu. “Loser!”


Leon ingin memukul Kenzo kembali, tapi dia tidak ingin Anna semakin membencinya karena terus mengandalkan emosinya. Leon berusaha sabar demi Princess-nya, Leon sudah memutuskan jika dirinya tidak akan membuat Princess-nya bersedih lagi karenanya.


“Suatu saat lo akan tahu kebusukan dia!” tunjuk Leon pada Kenzo.


‘Tanpa kamu kasih tahu pun aku sudah mengetahuinya Leon, terimakasih telah membela cinta kita. Aku akan berjuang supaya kamu aman Leon meskipun harus mengorbankan nyawaku sendiri.’ Anna tersenyum dalam hati.


“Justru kebusukan mu lah yang akan segera terbongkar Leon, aku mengetahui hubungan gelap ku dan Isha. Bahkan kalian tega melakukan aktivitas yang tak senonoh di depan mataku sendiri,” timpal Anna membuat Leon bungkam.


Hubungannya dan Isha menjadi bumerang dalam pernikahan mereka sekarang. Leon ingin menjelaskan apa status hubungannya dengan Isha, mereka tidak menjalin asmara melainkan mereka hanyalah sebuah sahabat yang saling ketergantungan ... dulu sebelum kejadian itu terjadi.


“Gue sama Isha hanya sebatas---”


“Pacaran?” sahut Kenzo memotong perkataan Leon, Kenzo tersenyum sinis melihatnya.


Leon seakan ingin menelan Kenzo hidup-hidup, selain hama akan hubungannya Kenzo juga salah satu musuh terbesarnya. “Diam! Gue sama Isha hanya sebatas---”


“Kekasih gelap?” lagi-lagi Kenzo memotong perkataan Leon.


“Argh! Diam lo!” Leon mendorong Kenzo dan memukulnya bak orang kesetanan, Leon paling benci perkataannya dipotong apalagi yang hendak menjelaskan hubungannya pada Princess-nya. Semua hal tentang Princess-nya selalu paling utama di hati Leon, untuk itu dia membenci seseorang yang menyelanya.

__ADS_1


“Cukup Leon!”


Leon seakan tuli, dia terus memukuli Kenzo bertubi-tubi.


“Gue bilang cukup Leon!” pukulan Leon terhenti seketika, matanya menatap intens netra hijau itu yang memancar kesedihan.


Princess-nya membentak dirinya untuk yang pertama kalinya, rasanya sulit dijabarkan, hatinya seperti retak mendengar sepenggal kalimat mengandung teriakan tadi.


“Kamu gak papa Ken?” tanya Anna pada Kenzo.


Kenzo hanya menggeleng sambil memegangi wajahnya yang babak belur akibat ulah Leon. Tapi, Kenzo senang karena dia unggul beberapa poin dari Leon. Tidak sia-sia dia babak belur seperti ini yang penting Anna-nya perhatian padanya, Kenzo tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Leon di depannya.


“Gue gak papa, ini hanya luka kecil, luka ini gak seberapa dengan luka gue yang sebenarnya.”


“Gak perlu, nanti gue obatin di rumah.”


“Tapi---”


“Udah, gue gak papa.” Kenzo tersenyum manis sambil mengelus pipi Anna sengaja.


“Jauhin tangan kotor lo dari milik gue!” pekik Leon dari belakang Anna.


Kenzo semakin gencar membuat Leon panas, dengan sengaja Kenzo mencium tangan Anna dihadapan Leon. “Hanya dengan cium lo doang, luka gue langsung sembuh.”

__ADS_1


“Brengsek!” Leon menarik tangan Anna dari genggaman Kenzo, Leon mengelap tangan Anna menggunakan bajunya. Leon tak ingin ada seytitik kotoran yang menempel pada tangan Princess-nya apalagi kotoran pria brengsek ini.


“Lepas!” Anna menghempaskan tangan Leon di tangannya.


“Lo gak boleh sentuh dia Princess! Dia itu menjijikan!” tegas Leon.


“Tapi, kamu lebih menjijikan Leon! Apa kabar dengan kamu yang berciuman bersama Isha di ruang tamu?” meskipun sakit, tapi itulah kenyataannya kalau memang Leon sudah berlaku lebih bersama Isha waktu itu.


“Gue udah pernah bilang kalo gue gak pernah sekalipun ciuman sama Isha! Gue berani sumpah, gue gak pernah sentuh Isha lebih dari sahabat!” ujar Leon berusaha menjelaskan.


Anna tersenyum tipis, kemudian merogoh saku jasnya dan kengambil ponselnya. “Ini buktinya!”


Leon mengambil ponsel Anna, matanya membulat melihat dirinya dan Isha melakukan ... Leon tak sanggup menjelaskannya. Leon berusaha untuk mengingat kejadian itu, tapi tetap saja Leon tidak bisa mengingatnya. “Gue bisa jelasin semuanya,”


“Gak ada yang perlu dijelasin lagi Leon.”


Leon menggelengkan kepalanya tak terima. “Gue bisa jelasin Na, gue sama sekali gak ingat sama kejadian dalam video itu.” Leon berusaha menjelaskan yang sebenarnya.


“Mataku tidak buta, Leon. Jangan terlalu dipikirkan lagipula itu tidak penting untukku.”


“Tapi Na---”


“Sudahlah, hubungan kita juga tersisa kurang dari sebelas bulan lagi.”

__ADS_1


Kenzo tersenyum miring mendengarnya.


__ADS_2