Istri Kecil Tuan Presdir

Istri Kecil Tuan Presdir
Satu Masalah Selesai Dengan Kesepakatan


__ADS_3

Ruangan putih kini menjadi saksi bisu pertemuan antar dua insan yang sudah sebulan itu tak bertemu. Netra indah milik Gita menatap tak percaya jika pria di depannya ini adalah sosok yang ia cari dan rindukan. Sungguh ia bisa melihat perbedaan Jupri dan pria di depannya kini.


"Kamu siapa? Kembaran Bang Jupri?" tanya Gita mengira sang suami memiliki saudara kembar yang sangat mirip.


Saguna terdiam sejenak, ia tahu wanita di depannya pasti tidak akan pernah menyangka jika dirinya adalah seorang Saguna Wingston.


"Aku suamimu, Git. Jupri," Dengan perasaan yang tak menentu kini Saguna berani mengungkap kebenarannya. Dan Gita yang mendengar hal itu langsung membuka mulutnya lebar tak percaya. Tanpa sadar wanita itu bangun dari tidurnya dan memeluk tubuh pria yang kini begitu sangat wangi. Berbeda dengan Jupri yang hanya wangi matahari saja.


Ia bahkan sampai menitihkan air matanya karena terlalu bahagia. "Bang, akhirnya Gita ketemu Abang juga. Gita mencari Bang Jupri sudah lama..." Tangisan itu seketika terhenti kala Gita mengingat sesuatu yang terlintas di kepalanya.


Pernikahan. Yah pernikahan megah yang ia saksikan akan berlangsung, jelas ia melihat jika pria itu adalah Saguna alias Jupri.


Begitu ia sadar, Gita segera melepas pelukannya.

__ADS_1


"Bang, apa maksud Abang menikah lagi itu? Dan kemana saja Abang selama ini? Abang tidak berniat meninggalkan aku kan?"


Hening. Jupri tak tahu harus menjawab apa kali ini. Ia mencintai Arumi, yah ia yakin jika hatinya sepenuhnya masih milik Arumi. Tapi, mengingat wanita yang bersamanya kini sedang mengandung benihnya, Jupri tak tahu harus bertindak apa sekarang.


"Banyak yang telah terjadi, Gita. Bahkan aku sudah mengetahui siapa diriku ini." Gita terdiam membisu. Air mata yang terhenti karena bahagia kini seolah siap menyambut kesedihan.


Itu artinya Jupri sudah tak lagi menginginkan pernikahannya dengan gadis desa itu. Jupri telah mengingat semuanya dan Gita bisa menduga jika wanita yang akan menikah dengannya itulah sang kekasih sesungguhnya.


Sungguh hati Gita sangat hancur mengetahui ini semua, ia tak punya harapan lagi dengan sang suami. Bahkan untuk mempertahankan saja ia sulit mengingat pernikahan mereka hanya siri.


Di ruangan itu Jupri mematung melihat tubuh Gita bergetar menangis. Hatinya ikut sakit melihat ini, hingga akhirnya ia kembali bersuara.


"Git, saat ini kau sedang mengandung anakku. Maafkan aku yang egois. Tapi bolehkah untuk aku meyakinkan hatiku sekali lagi padamu?" ucapan pelan Saguna menghentikan tangis Gita sesaat. Meyakinkan apa yang di maksud pria itu? Sungguh Gita sangat penasaran. Akankah ada harapan untuknya bersama sang suami kembali?

__ADS_1


"Apa maksudmu, Bang?" tanya Gita langsung pada intinya.


"Aku akan menetapkan pada siapa aku bersama, jika dalam kehamilanmu ini kita bersama aku tidak bisa mencintaimu seperti aku mencintai Arumi. Tinggallah di rumahku bersamaku, sampai anak kita lahir. Bagaimana pun juga aku bertanggung jawab penuh atas kalian. Tapi, aku minta maaf Gita. Sebelum hari pernikahan kami, aku sudah mencarimu ke desa bahkan mendatangi rumah paman mu di kota ini."


Sungguh Gita tak bisa berkata apa pun lagi, benarkah Jupri mencarinya selama ini?


Dalam hati Gita berpikir sangat matang. "Tak ada salahnya aku mencoba mempertahankan rumah tangga kami meski Bang Jupri mengingat kembali semuanya. Anakku membutuhkan sosok ayahnya. Aku tidak boleh berpikir pendek." Gita diam mempertimbangkan ajakan sang suami.


Setidaknya waktu sampai ia melahirkan tidaklah pendek. Ia bisa berusaha menghangatkan hubungannya dengan Jupri sebisanya.


"Aku setuju, tapi dengan syarat." ucap Gita membuat Jupri mengernyitkan dahinya.


"Syarat?" tanya pria itu.

__ADS_1


"Jangan membawa wanita itu ke hadapanku sampai kita benar-benar yakin jika pernikahan kita tidak bisa di pertahankan lagi. Bagaimana pun pernikahan kita sah di mata agama. Aku tidak ingin Abang mempermainkan pernikahan yang suci itu."


Jupri menghela napas lega. Ia setuju dengan yang Gita ucapkan. Kini akhirnya ia mendapatkan jalan untuk menyelesaikan satu masalah. Tersisa satu masalah lagi yaitu dengan Arumi. Bagaimana caranya ia menjelaskan pada sang kekasihnya itu. Ia yakin Arumi sangat terpukul dengan kejadian hari ini. Pernikahan indah yang ia nantikan sejak lama bahkan harus melewati depresi sekian bulan harus hancur dalam sekejap.


__ADS_2