Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 12


__ADS_3

Zahra sudah menunggu di lobi hotel dan tak lama kemudian mobil Mercy dengan tulisan yang menjadi identik dan ciri khas serta menjadi tanda bahwa pemilik mobil ini adalah Rashid bin Humaid al Ghurair. Zahra menaiki mobil tersebut.


setelah Zahra masuk mobil pun melaju dan 20 menit kemudian mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju mereka sampai disebuah rumah mewah berlantai 3.penjaga yang melihat adanya mobil yang berhenti di depan pagar segera mendekati mobil tersebut, Zahra yang melihat hal itu pun membuka kaca mobilnya, penjaga yang melihat Zahra pun segera membukakan pintu pagar itu untuk Zahra. Zahra pun turun dengan Rashid.


TOK...TOK...TOK.. pintu pun terbuka ternyata seorang pelayan yang buka.


" eh nona silah masuk nona, tuan " ucap pelayan wanita tadi yang bernama indah


" ndah, kakek dan yang lainnya sudah makan" ucap Zahra yang langsung mendudukkan bokongnya di kursi begitupun juga dengan Rashid.


" belum non bentar lagi " ucap Indah, dan tak lama seorang pria yang sudah tua berjalan dengan tongkatnya menghampiri Zahra dan Rashid


" indah apa hari ini ada angin badai di medan yang membuat kepala cucuku yang sangat keras kepala ini terbentur dinding sehingga otaknya sedikit bergeser makanya dia menjumpaiku ke rumah ini " ucap seorang pria tua yang tak lain adalah kakeknya Zahra, pria itu tak lain adalah Dirgantara Adijaya Sinaga.


" kakek aku sudah berbesar hati dan menurunkan sedikit egoku untuk menginjakkan kakiku kerumah ini " ucap Zahra


sedangkan Rashid masih tertawa mendengar perkataan pria tua itu yang biasa dipanggil kakek Dirga, karna ia tau sekeras apa watak dan setinggi apa ego wanita yang ingin ia pinang ini.


" ya aku tau ego dan gengsimu itu sangat menjulang tinggi, dan itulah yang menyebabman kata kata itu meluncur dari mulutku " ucap Kakek Dirga

__ADS_1


" dimana wanita sialan itu dan anaknya " ucap Zahra


" aku tak tau, sebaiknya kita makan malam " ucap Kakek Dirga


" tunggu pa, keluarga dari calon suaminya Airin juga ingin berkunjung " ucap Agung


" oh iya tak apa apa kita tunggu " ucap Kakek Dirga


" oh iya Zahra siapa dia, apa dia klien kita? Zahra kakek kan sudah bilang klien hotel itu sudah kakek serahkan padamu jadi tak perlu meminta persetujuan kakek untuk mengambil keputusan " Lanjut kakek Dirga yang terus berbicara tanpa mengasih Rashid ataupun Zahra kesempatan untuk menjelaskan sementara itu Zahra memilih pergi untuk memberi Rashid waktu berdua dengan kakeknya, kalau soal ayahnya pria itu sudah pergi.


" kakek memang tujuan saya kesini untuk bekerja sama dan memenuhi undangan yang perusahaan kirim untuk saya, tapi tujuan saya kesini bukan untuk itu tapi untuk meminta restu kepada kakek karna saya ingin meminang cucu anda untuk menjadi istri saya " ucap Rashid dengan sedikit gugup dan tegang.


" apa kau yakin ingin meminang cucu saya, apa kau sudah memikirkan hal apa yang akan terjadi kepadamu, cucu saya masih sangat muda emosi nya juga belum stabil, cara berfikir nya pun juga masih terbilang labil walaupun aku yakin cucuku sudah menjadi gadis yang dewasa dan bijaksana tapi aku hanya igin kau lebih mempertimbangkannya lagi hingga kau benar benar mantap dan tak akan ada penyesalan di belakang hari setelah meminang cucuku, karna aku tak mau cucuku hancur " ucap Kakek yang berubah dingin, serius dan datar.


" sebenarnya saya sudah mengenal cucu anda dari 2 tahun lalu saat aku melihat dia berlibur di Dubai, saat itu ibu saya menabrak dirinya hingga bajunya tersiram kopi yang dipegangnya namun ia tidak marah dan saat saya melihat hal itu saya tertarik padanya saya mulai menggali informasi mendalam tentangnya dan saat itu juga karna kelembutannya saya jatuh cinta padanya dan memantapkan hatiku untuk menjadikan dirinya pendamping hidup saya suatu saat nanti " ucap Rashid dengan tegas


" tapi apa kau sudah siap untuk menerima segala kekurangan cucuku, apa kau siap melengkapi kekurangannya sehingga dirinya menjadi sempurna, karna saya tak mau kekurangan cucu saya menjadi hinaan di keluargamu hanya karna kau belum bisa melengkapi kekurangannya " ucap Kake Dirga dengan nada serius dan sorot mata tajam.


" saya siap menerima dan melengkapi segala kekurangannya dengan segala kelebihan yang saya miliki dan tak akan kubiarkan kata kata hinaan itu terlontar kepadannya dari mulut keluargaku ataupun mulut orang lain " ucap Rashid dengan tegas

__ADS_1


" apa kau sudah siap menerima segala sikap yang dimiliki oleh cucuku yang mungkin tak termasuk kriteria sikap seorang wanita bagimu " ucap Kakek Dirga


" maksud anda tuan " ucap Rashid


" cucu saya seorang yang sering berkata kasar tapi walaupun begitu hatinya selembut sutra, dia seorang yang penyayang tapi ego dan gengsinya terlalu tinggi sehingga cara dia menyampaikan rasa sayangnya nembuat orang salah paham padanya dia bukan wanita yang mempunyai kriteria idaman mu tapi ingat satu hal sebelum aku menyetujui pinanganmu, apa kau siap mewujudkan rumah tangga seperti yang diimpikan oleh cucuku " ucap Kakek Dirga


" saya siap bagaimanapun sikapnya dan berusaha sabar dalam menghadapi sikap dan perlakuannya, saya juga siap memberikan kehidupan rumah tangga seperti yang diimpikannya " ucap Rashid.


" kau yakin dan siap dalam memberikan itu semua, tapi apa kau siap dengan yang ini, dibalik sikap cucuku yang terlihat dingin, kuat dan tefar ia adalah sosok yang rapuh dan pingin dimanja itulah sifat alaminya suka sekali dimanja " ucap Kakek


" untuk yang itu tentu saja saya siap " ucap Rashid


" saya tau kamu pasti siap untuk hal yang satu itu, tapi apa mau siap jika cucu saya tiba tiba ingin bermanja atau bermesraan didepan umum, apa kau yakin siap untuk yang satu ini, dan tidak akan membentak atau memarahinya baik di depan umum atau dirumah karna cucu saya adalah tipe orang yang mempunyai perasaan lembut dan mudab tersinggung, jika dia seperti itu yakinlah dia ingin semua orang tau bahwa mau sangat mencitainya apa kau siap " ucap Kakek Dirga


" saya siap dengan semu syarat yang kau ajukan tadi " ucap Rashid


" saya merestui dan menerima pinanganmu untuk cucuku tapi bila suatu saat nanti kau sudah bosan dan tak mencintainya lagi maka jangan menyakitinya dengan kau menduakannya tapi bawalah dia kehadapanku dan serahkan dia kembali padaku dengan baik seperti waktu engkau memintanya padaku dan niscaya aku akan siap menerimanya kembali dengan tangan terbuka kapanpun itu tapi jangan kau sakiti hatinya, dia permataku dan juga cintaku yang harus kujaga walau saat kau sudah mengucapkan kalimat ijab qabul itu nanti sudah secara sah dan resmi kau bertanggung jawab atas dirinya dan atas kebahagiaannya tapi kau jangan lupa di masih putri ku dia masih ratuku dan akan kupastikan selama aku masih hidup kau tak akan bisa menyakiti nya secara fisik maupun bathinnya " ucap Kakek Dirga Rashid terdiam dan menangis


" saya berjanji selama nyawa saya masih berada dalam jasad saya, saya akan pastikan kebahagiaannya baik itu dari segi materi ataupun dari segi bathin, saya berjanji tak akan melepaskannya sampai nyawa ini dicabut dari jasad saya, saya berjanji tak akan menyakitinya baik fisiknya ataupun bathinya denga perkataan saya ataupun perbuatan saya " ucap Rashid dengan nada yang sungguh sungguh dan penuh keharuan. dan tak lama pintu diketuk dan indah dengan sigap membuka pintu tersebut, saat pintu dibuka muncullah keluarga calon suaminya Airin.

__ADS_1


__ADS_2