
Kini Zahra tengah duduk di ruang keluarga sembari memainkan HPnya untuk menghilangkan rasa bosan di rumah yang sunyi senyap itu, Khawlah juga tengah pergi kerumah orang tuanya di Abu Dhabi.
tapi tiba tiba seorang wanita muda dan cantik yang ia kenal masuk tanpa permisi. dan sontak membuat Zahra memandang kearah wanita tersebut namun setelah itu ia kembali Fokus ke HP nya kembali tak memperdulikan wanita yang kini tengah terbakar emosi.
" heh, ternyata begini cara seorang Nyonya besar Rashid al Ghurair menyambut tamunya, sunggu tak beretika " ucap Sarah
" ada apa kau datang kemari, seingatku aku tak sedang mengadakan acara amal, melihat pakaianmu yang seperti gembel jalanan " ucap Zahra dengan nada mengejek
" jaga mulutmu Zahra, ini semua karenamu, aku diusir dari rumah juga karena ulahmu " ucap Sarah
" ahh begitu rupanya, aku turut perihatin atas apa yang menimpamu dan karena aku sedang memiliki suasana hati yang teramat baik, aku akan rela membagi sedikit uangku pada gembel jalanan sepertimu, " ucap Zahra sambil mengambil duit dari dompetnya lalu meletakkan duit itu diatas telapak tangan Sarah.
karena tak terima dan geram dengan perlakuan Zahra, Sarah pun dengan berani mencengkram dagunya Zahra. namun Zahra dengan segera melepaskan cengkraman itu dari wajahnya.
" ahhh ternyata setelah kau jadi gembel dijalanan kau jadi semakin brutal dan kasar seperti anjing gila, mengingat tubuhmu yang benar benar kotor dan ya tentu sangat bau, aku jadi takut bila kumanmu menempel di wajah indahku " ucap Zahra
" PELAYANNNN....... " teriak Zahra
" iya nyonya ada yang bisa saya bantu " ucap salah seorang pelayan
" tolong ambilkan aku sapu tangan dan anti septik, aku tak mau kumannya menempel di wajahku " ucap Zahra dan tak lama kemudian apa yang dia minta pun sudah ada di depan matanya.
" dasar sialan, ternyata kau sangat licik ya Zahra " ucap Sarah dengan sarkas
" tentu, dan ini belum selesai akan kubuat kau seperti orang bodoh dan kupastikan kau akan menyembah dikakiku saat hari itu, jadi sekarang lebih baik kau pergi karena semakin lama kau berdiri disini maka akan semakin cepat hari itu datang, ingat kau akan merasakan atas apa yang telah kau perbuat kepadaku " ucap Zahra
" silahkan akan kutunggu dimana hari itu tiba" ucap Sarah
" ya lergilah dan nikmati hidupmu sebagai gembel jalanan, jika media tahu aku yakin berita akan gemlar, seorang Nona muda yang sombong yang berasal dari bani Al Futtaim kini menjadi gelandangan dijalanan, ah membayangkannya saja sudah menyenangkan apalagi jika benar benar sampai terjadi itu akan sangat sangat menyenangkan " ucap Zahra
__ADS_1
" ingat kau yang memulai semuanya dan kupastikan aku yang akan menjadi pengakhirnya " ucap Zahra dan kini wanita bajingan itu telah pergi. dan Zahra hanya bisa menghela nafas dengan kasar.
" ya tuhan sebenarnya aku pun juga tak tega melihat dirinya seperti itu, menjadi gelandangan di jalan karena aku pun pernah merasakannya, tapi aku harus tetap memberinya pelajaran agar ia kapok dan tak mengulangi kesalahan yang sama kepada orang lain kedepannya " bathi Zahra
dan tak lama kemudian terdengar suara deru mobil mendekat kearah rumah, dan dengan semangat Zahra melangkahkan kakinya menyambut sang suami.
" udah pulang mas " ucap Zahra sambil menggampiri sang suami.
" udab dong yang, kan tadi mas bilang cuma sebentar doang dikantornya cuma ambil berkas doang sehabis itu langsung pulang nemenin kamu disini " ucap Rashid sambil menggendong istrinya itu
" aku kira kamu bercanda mas " ucap Zahra dan saat sampai di dalam Rashid langsung mendudukkan Zahra di Sofa.
" yang ini film apa sih " ucap Rashid
" ini itu film doom at your service drakor tahun 2021 " ucap Zahra
" yah enak dong yang, lihat itu aktornya aja ganteng banget mana jago kiss lagi " ucap Zahra
" lahh gantengan juga aku, perut six pack, dewasa, penyabar jago diranjang lagi, lahh dia badan rata juga ngga ada ganteng gantengnya " ucap Rashid sambil manyun
" cemburu ya mas " goda Zahra
" ya iyalah suami mana coba yang ngga akan cemburu kalau istrinya memuji muji cowok lain " ucap Rashid
" hahahaha mas mas kamu itu lucu banget yah, aku itu muji dia itu cuma dia ganteng sementara kamu semuanya aku puji, apalagi urusan ranjang " ucap Zahra sambil memainkan brewok sang suami dan membuat Rashid tertawa karena mendengar ucapan Zahra.
" ohh iya mas besok acara pembukaannya akan berlangsung yah mas " ucap zahra
" iya yang emang ada apa " ucap Rashid
__ADS_1
" kira kira udah selesai belum ya persiapannya " ucap Zahra
" udah kita percayakan aja semua sama kakek sama kak Anggara " ucap Rashid
" iya ya mas " ucap Zahra lalu menonton drama yang ia setel
setelah selesai menonton drama Zahra jadi bingung sendiri, ia bosan karena terus berdiam diri sementara sang suami kini tengah pergi menjemput anak anak dan makanan juga telah dimasak bahkan sudah siap dan sudah terhidang di meja makan dan akhirnya Zahra memutuskan untuk membuat roti yaiti Roti O atau yang biasa di sebut Roti Boy.
selang beberapa menit kemuadia anak anak dan suaminya pun sudah pulang denga sigap Zajra menyambut mereka melepaskan dasi ketiga anak lelakinya dan membawa kedua anak perempuannya untuk ganti baju di kamar lalu mereka makan siang sedangkan Zahra kembali melanjutkan membentuk adonan lalu memanggangnya.
setelah 15 menit roti yang dipanggang oun sudah matang dan siap dikonsumsi hanya tibgga menunggu ia sedikit dingin dan menjadi hangat
" Dad ini kom wangin kopi ya dad " ucap Humaid
" ngga tau, mungkin Ummi lagi buat Roti dari kopi makanya wangi kopi " ucap Rashid, begitu mendengar kata kue anak anak nya langsung menyerbu kedapur.dan melihat Zahra yang tengah sibuk mletakkan toti tersebut kadalam sebuah wadah namun karena membuat banyak roti wadah tersebut pun tak cukup.
" wahh wanginya harum banget Ummu, pasti rasanya enak banget deh " ucap Muhammad putra keduanya
" kau mau coba " ucap Zahra
" tentu ummu " ucap Muhammad, Humaid yang melihat hal itu pun merasa iri karena ia tak ditawari juga sama seperti Muhammad.
Zahra yang melihat hal itu hanya bisa senyum
" ayo kemarilah Humaid, tidak usah manyun begitu " ucap Zahra yang membuat Humaid tersenyum.
" ternyata Ummu sangat peka, bahkan Ummi tak pernah peka dengan perasaanku " Bathin Humaid.
detik berganti menit dan menit berganti jam dan kini sudah malam setelah tadi les bahasa dan menyelesaikan semua PR Zahra dan anak anak pun tidur sementara Khawlah dia bilang akan pulang besok sekalian mengjadiri acara pembukaan kantor pusat Zahra.
__ADS_1