Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 25


__ADS_3

setelah Rashid tertidur Zahrapun bangkit dari ranjangnya dan berjalan nenuju Walk In Closet, ia dengan segera memilih beberapa barang untuk dibawanya selama beebulan madu.


hingga akhurnya setelah 10 menit Zahra sudah sekesai packing packing dan Zahra berniat turun untuk membantu para wanita didapur. Zahra berjalan perlahan menuruni tangga dan setibanya di tengah ujung tangga ia melihat wanita yang tadi duduk diapit oleh kedua wanita paruh baya yang tak lain adalah Mama Mertuanya dan Bibi Aisyah.


" Assalamualaikum selamat siang semua " sapa Zahra


" Waalaikumsalam selamat siang juga Zahra " ucap Ummi dan Bibi Aisya dengan senyum yang tak luntur


" oh iya Sarah aku mau minta maaf kepadamu, karena aku kau jadi menerima perlakuan kasar dari Rashid sungguh aku tak bermaksud untuk membuat renggang hubunganmu dengan Rashid " ucap Zahra sambil memegang tangan Sarah, namu lagi lagi Sarah tetap tak jera ia malah menarik tangannya.


" hei Zahra ingatya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu, kau sudah merebut segalanya dariku, kau juga merebut pria yang kucintai, aku tidak mengenalmu tapi kau dengan tega menyakitiku dengan merebut pria yang kucintai " Teriak Sarah dihadapan Zahra


" Sarah jaga omonganmu " ucap Bibi Aisyah sambil melihat kearah jam sementara Rashid yang dikamar mendengar kebrisikanpun terbangun


" kau tahu, kau itu hanyalah sampah yang sekarang berdiri di tengah tengah kami, tapi entah mengapa Kak Rashid lebih memilihmu yang hanya seonggok sampah dibandingkan aku yang sebuah berlian dan.. " ucapan Sarah terhenti ketika suara teriakan Tashid menggema di Ruangan tersebut


" SARAHHHHHHH " teriak Rashid saat ia berada di akhir tangga. lalu berjalan mendekati istrinya yang berada di dekat Sarah.


" sudah kubilang bukan untuk tetap pada batasan yang ditetapkan untukmu dan jangan berani beraninya kau keluar dari batasanmu, dan juga apakah tamparan yadi siang yang kuberikan untukmu itu kurang sehingga dengan berani kau menghina Istriku kembali " ucap Rashid


" Kak Rashid lihat aku, aku sudah mencintaimu dari dulu tapi apa kau malah menikahinya, lihat aku, aku lebih baik darinya, aku memiliki segalanya aku juga memiliki keluarga yang lengkap sedangkan dia, dia hanya memiliki keluarga yang berantakan " ucap Sarah dengan keras sehingga Zahra yang mendengar hinaan itu tercengo. sungguh hatinya sakit mendengar hal itu.

__ADS_1


apakah setip orang kaya memang seperti ini, ya mungkin dia punya keluarga yang berantakan tapi bisa ia pastikan keluarga kecilnya nanti akan sangat bahagia, akan ia jamin itu meskipun ia harus mengorbankan segalanya termasuk perasaan dan nyawanya sekalipun, sunghuh sakit hatinya Zahra ketika mendapat penghinaan seperti itu dari mulut wanita brengsek satu ini.


" baiklah jika kau tak ingin mengakhiri kelakuan jahatmu, maka aku juga akan terus melanggatinya, kita lihat apakah kau akan bisa bertahan melawanku, dan kan kupastikan kau bersujud dibawah kakiku memintah pengampunan ataupun bantuan dariku dan akan aku tunggu dimana hari itu tiba dan permainan baru dimulai kuharap kau takkan menyesalinya nanti ketika ditengah permainan, akan kubuat memderita, akan kubuat kau merasakan sakit yang lebih dari ini dan kupastikan hal itu terjadi, tunggu dan nikmatilah, jika aku tak bisa membuatmu seperti itu maka jangan sebut aku ZAHRA, kita lihat saja seberapa tahannya kau nanti dengan permainan halusku yang akan membunuhmu perlahan, karna kalau secara sepontan itu tidak akan menyenangkan, selamat menikamati Nona SARAH AL FUTTAIM akan kubuat kau hancur hingga tak bersisa " bathin Zahra dalam hati yang habis sudah kesabarannya bahakn kini hanyalah dendam dan kebencian yang menyelimuti hatinya, Zahra bisa memaafkan segala hinaan tapi tidak yang menyangkut keluarga


PLAK...


kali ini suara tamparan itu yerjadi kembali, yah, Bibi Aisyah selayaknya ibu dari Sarah menampar anaknya yang sudah kelewat batas, anaknya ini tak sadar berhadapan dengan siapa, anaknya ini tak sadar sedang menghina siapa.


kalau boleh jujur, tentu ia akan megakui bahwa Zahra jauh lebih unggul dibandingkan putrinya yang terdidik itu tapi dengan bodohnya putrinya itu malah menghina Zahra dan membuat hidupnya berada dalam bahaya karna secara tak langsung ia akan berhadapan dengan Rashid al Ghurair. walaupun sebenarnay ada yang lebih bahaya lagi yang mengancam kenyamanan Sarah


yang tak pernah pandang bulu terhadap seseorang yang berani mengusiknya apalagi sampai mengusik wanitanya.


" jaga batasan kamu Sarah, sudah Ummi peringatkan berkali kali bukan untuk kamu, agar selalu berada pada batasan kamu, kemana selama ini pendidikan yang kuberikan kepadamu agar menjadi orang yang berguna tapi sekarang apa duit yang kugelontarkan banyak banyak untuk pendidikan terbaikmu itu sia sia karna tetap saja tak bisa merubah otak bodohmu, dan asal kau tahu Zahra itu lebih unggul di hal apapun dibandingkan dirimu jadi jangan pernah menghinanya atau aku tidak akan segan segan merobek mulutmu " ucap Bibi Aisyah sementara Zahra hanya melihat saja tanpa berkomentar.


" sebaiknya kau bawa saja anakmu pulang Aisyah, selagi perhatian Rashid teralihkan ke Zahra, karna kau tahu kan jika putrimu tetap berada di dekat Rashid itu bukanlah hal yang bagus dan aku ingatkan untuk putrimu yang satu itu tolong jangan pernah mengunjungi Rashid ataupun rumah ini sebelum dia bisa merubah sikap buruknya itu. " ucap Ummi Fatimah


" iya kakak ipar " ucap Bibi Aistah lalu pergi dari rumah utama al Ghurair.


sementara itu Rashid dan Zahra kembali pergi kekamar, tadinya Rashid ingin istirahat kembali namun melihat istrinya mempersiapkan semua keperluan sendiri ia jadi tak tega dan oleh karena itu jadilah Rashid membantunya. kini Zahra sedang mandi karna ia akan dirias, sementara Rashid sudah duduk manis karna sudah selesai.


setelah 10 menit merias dan 10 menit hair style kini mereka sudah selesai dan Zahra juga terlihat cantik dengan balutan kaftan berwarba hijau colledon.

__ADS_1


" ayo mas aku susah siap " ucap Zahra, dan saat Rashid melihat istrinya itu ia tak bisa berkedip karna saking cantiknya istrinya ini sunggih ia jadi tak rela bila ada lekaki yang melihat istrinya nanti, meskipun dipesta nanti Zahra akan bergabung dengan pesta khusus wanita tapi itu menutup kemungkinan akan ada lelaki hang melihat kecantikan istrinya itu nanti, dan jujur dia ngga akan rela.


" Honey kamu kenapa harus cantik banget sih, kamu ngga usah ikut deh kalau cantik begini " ucap Rashid


" ih kamu aneh deh mas istrinya cantik kok marah, nanti istrinya jelek katanya ngga pinter dandan cari wanita lain yang pinter dandan yang cantik " ucap Zahra dengan cemberut


" ih kamu suudzon sama mas, mas itu ngga gitu mau kamu jelek, lumpuh, tunanetra, tunarungu sekalian juga aku ngga bakalan ninggali kamu " ucap Rashid dengan wajah kesal


" udah ah capek aku debat sama kamu, aku mau pergi " ucap Zahra


" ehhh Honey tunggu dong main pergi pergi aja kamu ngga tungguin aku dulu " ucap Rashid sambil mengejar Zahra


Zahra dan Rashid berjalan menuju ke mobil yang sudah terparkir manis de halaman rumah, mereka memasuki mobil berjenis Rolls Royce tersebut lalu mobilpun melaju dan menembus jalanan Dubai yang ramai menuju ke gedung Burj Al Khalifa. saat sampai di gedung Zahra dan Rashid berpisah menuju ke lantai yang berbeda.


saat Zahra memasuki pintu masuk ke lantai tersebut pintu dengan otomatis terbuka dan menampilkan suatu acara yang sangat mewah dan manusia yang berada didalamnya juga sepertinya rata rata berasal dari kelas atas, itu semua bisa dilihat dari gaya para tamu undangan wanita yang mewah dan glamor dengan kaftan.


jujur Zahra merasa minder saat ingin masuk, melihat bagaimana isi pesta tersebut, pesta tersebut diisi oleh para wanita yang cantiknya seperti bidadari kalau dia ajah mah cuma kentang yah, dan dari tempat berdirinya saat ini ia melihat ada 3 orang wanita mendekat kepadanya. dan saat ketiga wanita itu sudah mulai mendekat ia baru mengetahui kalau ternyata adalah Khawlah, Maryam dan ibu mertuanya Ummi Fatima


" hei kenapa dari tadi aku perhatikan mempelainya hanya berdiri mematung disini " ucap Khawlah dengan memeluk lengannya


" aku merasa tak percaya diri jika harus masuk kedalam, lihatlah mereka semua seperti bidadari sedangkan aku hanyalah seujung kuku mereka, KENTANG " ucap Zahra

__ADS_1


" Zahra kumohon jangan berkata merendah seperti itu, apa tadi dirumah kau tidak bercermin terlebih dahulu sebelum pergi, lihat kau ini sudah seperti bidadari yang turun dari langit bahkan mungkin mereka yanh akan insecure jika melihatmu, jadi ayo gandeng tanganku dan berjalan bersamaku dengan penuh percaya diri, biasa juga kau sering berjalan diatas Catwalk bukan " ucap Khawlah dan diangguki oleh Zahra.


__ADS_2