Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 13


__ADS_3

setelah keluarga calon suaminya Airin dipersilahkan masuk, dan sudah duduk diruang makan, tak lama Zahra pun masuk dan duduk di samping Rashid dan muncul lah mak lampir dan mbak kunti.


Mbak kunti yang kegenitan pun mencoba mengambilkan nasih beserta lauk pauknya untuk Rashid tapi baru saja Airin yang tak lain adalah mbak kunti mau mengambilkannya sudah ditolak oleh Rashid.


" tak perlu, calon istri saya ada jadi anda tak usah repot repot mengambilkan saya nasi " ucap Rashid dan setelah mendapat lampu hijau Zahra pun berdiri untuk mengambilkan nya.


" heh dasar penjilat, katanya tidak akan pernah dia mau menginjakkan kakinya di rumah ini tapi lihatlah sekarang ia menjilat ludahnya sendiri, ia datang dan menginjakkan kaki ya dirumah ini " ucap Nyonya Dilla


" hei nyonya ini rumah saya, apa kau pernah dengar istilah orang menumpang. nah itu, kau menumpang dirumahku saat aku pergi maka saat aku kembali kau harus keluar dari rumah ini karna tak mungkin bagiku mau tinggal seatap dengan orang yang menumpang, dan aku bukan orang yang berbaik hati mau tinggal serumah dengan orang yang menumpang dirumahku secara gratis. tak bayar uang sewa plus tak bayar uang makan enak banget, gelandangan kayak kalian mau numpang terus dirumahku aku bukan orang yang baik hati sehingga aku mau menampung kalian disini, juga aku ngga mau ketularan virus atau bakteri yang kalian bawa " ucap Zahra


" Zahra jaga bicaramu dia istri ayah " ucap Agung


" dia memang istrimu, tapi dia bukan ibuku dan asal ayah tau bagi ayah dia istri ayah tapi bagiku dia lebih buruk daripada gelandangan di jalan dia seorang pelacur yang menggodamu " ucap.Zahra


" Zahra ayah mohon kenapa kau tak pernah sedikitpun bisa baik, tolong Zahra ayah sayang sama kau tapi kelakuanmu sungguh buruk, ayah jadi meragukanmu apa kau anak ayah atau anak laki laki lain " ucap Agung dengan tegas yang membuat Kakek Dirga dan Rashid meradang tapi Rashid tetap diam, dia sadar dia belum punya kuasa untuk membela Zahra


" JAGA UCAPAN KAMU AGUNG, BUKAN KAU YANG SEHARUSNYA MERAGUKAN ZAHRA SEBAGAI PUTRIMU, TAPI AKU YANG SEHARUSNYA MERAGUKANMU SEBAGAI PUTRAKU, KARNA APA KAU TAU, SIKAPMU SAMA SEKALI TIDAK TEGAS, AKU MENYESAL TELAH MEMILIKI PUTRA SEPERTIMU. AGUNG PUTRAKU BULANLAH SEPERTIMU " Ucap Kakek Dirga dengan keras dan lantang.


" kakek sudahlah tenang " ucla Zahra


" jika anda meragukan saya sebagai putri anda, tapi berbeda dengan saya, saya bukan lagi ragu bahwa anda adalah ayah saya tapi saya yakin kau bukan ayahku, wujud dan rupamu saja yang seperti ayahku tapi jalan pikirmu dan kelakuanmu bukanlah ayahku, aku kenal ayahku dengan sangat baik dia yah yang adil, tegas, dia juga tidak buta untuk melihat mana yang baik dan juga buruk dan dia adalah superheroku tapi kau, kau bukan dirinya kau berbeda 180° dari ayahku, dan ayahku sudahlah mati " ucap Zahra dengan tegas dan tatapan yang tajam tak ada air mata lagi yang keluar dari matanya


" ayo sayang kita pulang aku sudah tak berselera lagi untuk makan " ucap Zahra sambil menarik tangan Rashid untuk pergi dari rumah yang seperti neraka bagi Zahra


" kami pamit kek " ucap Zahra


 


Zahra keluar dari rumah dan masuk me dalam mobilnya Rashid. mobil pun melaju, di jalan Zahra hanya diam saja, tapi tiba tiba Zahra menggoyang goyangkan tangan Rashid, Rashid pun memalingkan wajahnya ke arah Zahra. Zahra yang dipandang menampilkan expresi wajah menggemaskan dengan bibir ke depan.


 


" apa tadi aku terlalu laju mengendara mobilnya sehingga kau terbentur " ucap Rashid yang melihat keanehan Zahra, mendengar perkataan Rashid Zahra langsung memutar badannya ke depan


" kamu maunya apa sih, aku lagi manja kamu sebut kepalanya terbentur, aku dingin ngga banyak omong kamu bilang singa betina " ucap Zahra


" he honey maaf, aku hanya aneh saja, kamu kenapa tadi begitu " ucap Rashid


" aku mau makan aku lapar tadi energi ku habis sudah terkuras " ucap Zahra


" kamu mau makan dimana " ucap Rashid


" aku mau di nelayan jala Restauran sun plaza" ucap Zahra


" oke kita berangkat Honey " ucap Rashid.

__ADS_1


setelah 20 menit mengendara mereka pun sampai di sun plaza, Zahra dan Rashid masuk mereka menaiki eskalator untuk kelantai 3. mereka duduk dan tak lama kemudian seorang pelayan datang dan menyerahkan buku menu


" mbak aku mau pesan ini, ini, ini, ini, ini dan ini juga yang itu yang semuanya 2 porsi untuk minumannya aku mau martabe, kalau kamu apa " ucap Zahra


" aku mau kapucinno panas " ucap Rashid


" Honey kamu ngga tawarin aku gitu mau apa? " lanjut Rashid


" ohhh kamu mai samain aku sama cewek yang kalau ditannya terserah gitu, kamu ngga suka aku seperti ini atau kamu keberatan karna aku pesen makannya banyak " ucap Zahra dengan tatapan sinisnya


" ngga sayang, ngga gitu aku seneng kok artinya itu kan kamu pengertian, ngga bikin aku bingung untuk pesenin kamu apa " ucap Rashid


" bagus lah, jadi kamu harus bersyukur " ucap Zahra


" hehh dasar Suhail sialan, dia mau buat aku mati atau apa ini, ngasih saran ngga jelas, dia pikir cewek gue cewek yang manja, ini yang disekati singa bukan kucing dasar " Bathin Rashid


Zahra makan dengan lahap disuapi oleh Rashid, walaupun Rashid sedang lapar tapi ia senang singa nya ini jinak, walaupun ia sudah terbiasa hidup dikelilingi oleh hewan buas tapi ia biasa saja dan yang satu ini bukanlahlagi biasa tapi luar biasa dan mematikan.


" aku sudah sangat kenyang, inilah kamu makan" ucap Zahra setelah seesai menyuapi Zahra makan, dengan cepat Rashid menghabiskan makanannya dia tidak ingin membuat Zahra menunggu terlalu lama.


" mbak billnya " ucap Zahra


" ini mbak semuanya Rp.290.000.000 " ucap pelayan tersebut, Rashid langsung mengeluarkan duit Rp.400.000.000


" ini terlalu banyak pak " ucap pelayan tersebut


" terima kasih pak buk " ucap zahra


" kamu panggil saya apa? ibuk?" ucap Zahra


"iya buk kenapa" ucap pelayan tersebut


" saya itu masih muda, masih 17 tahun, enak aja panggil ibuk " ucap Zahra


" maaf nona " ucap Zahra


" hah gitu, lebih baik " ucap Zahra, mereka keluar dari Restaurant


" Honey, kau tak ingin belanja atau mau shooping " ucap Rashid


" tidak, aku tidak mau, aku muak" ucap Zahra


" ya sudah ayo kita pulang " ucap Rashid, mereka keluar dari sun plaza medan saat sampai di mobil Zahra kembali merengek menggoyang goyangkan lengan Rashid.


" bii aku mau roti bakar bandung " ucap Zahra

__ADS_1


" kamu biasa beli nya dimana Honey " ucap Rashid


" di jln HM joni kec medan kota oke kita kesana ya " ucap Zahra


Rashid pun membawa mobilnya menuju ke tempat yang tunangannya ini inginkan dan setelah 14 menkt mereka pun sampai, semua pada melihat kearah Zahra saat Zahra turun dan mereka srmua pada memandang Rashid.


" bang saya pesan boss nuttela 1 dan choco cruncy keju nya 1 " ucap zahra yang langsung duduk di samling salah satu wanita dan tak lama kemuadia makanan yang dipesannya pun selesai


" mbak ini pesenannya, Rp.65.000.000 " ucap pedagang tersebut, Rashid langsung nengeluarkan duit Rp.100.000.000 dari dompetnya


" terimakasih bang " ucap pedagang tersebut


" iya sama sama " ucap zahra


" mas bawain dong, aku malas " ucap Zahta menyerahkan bungkusannya


" sini Honey, kamu masih ada yang pengen di beli lagi " ucap Rashid memandang Zahra


" ngga ada mas, ini aja " ucap Zahra


" betulkan, biar kita pulang " ucap Rashid


" iya " ucap Zahra sambil menganggukkan kepalanya.


" oh iya Honey kamu udah dapat tempat priwedd nya " ucap Rashid


" udah " ucap Zahra


" berarti besok kamu lihat foto gaun yang sudah dikirim designer aku dari Dubai, kamu tinggal pilih aja nanti aku kirim gambar yang kamu mau biar langsung dikirim kesini gaunnya dan langsung Prewedd " ucap Rashid


" oke " ucap Zahra


" ayo pulang " ucap Rashid sambil menggandeng tangan Zahra


mobilpun melaju dan meninggalkan tempat mereka tadi menuju ke hotel, setelah sampai Zahra langsung turun dan menuju ke kamar hotel yang telah disediakan khusus untuknya.


saat sampai dikamar ia langsung kekamar mandi untuk cuci muka dan menggosok gigi setelah itu barulah Zahra memasker wajahnya lalu ia cuci dan memakai serumserta cream malam. Zahra tiduran diranjang mengambil HP untuk men Chat Hendri bahwa ia mau mengundurkan diri.


✉ pak Hen?


📧lo mau bilang ngundurkan diri kan? lo gila hotel aja punya lo, lo mau ngundurkan dir sama siapa emang, sama kakek la sana biar di pentung kau pakai tongkatnya


✉😁😁😁😁😁 ya maksudnya kan sekama ini gue yang jadi HRD sekarang lo cari penggantinya gitu


📧iya udah gue cari, gue off dulu ya

__ADS_1


✉iya


__ADS_2