
tidur lelap Zahra terganggu dengan bunyi yang ditimbulkan oleh perutnya sendiri, perut laparnya ini sudah berbunyi dan pertanda minta diisi dan mau tak mau Zahra harus bangun tapi baru saja Zahra mau duduk bagian intinya sudah terasa perih sekali dan membuat Zahra kembali tertidur.
Zahra tak menyerah ia mencobanya lagi dengan perlahan lahan hingga ia bisa benar benar duduk.
Rashid yang merasakan tempat tidurnya bergoyang dan mendengar decitan tempat tidurpun terbangun dan saat ia membuka matanya ia melihat pemandangan istrinya yang lagi kesakitan hingga mengeluarkan air mata dan karena panik dengan sang istri yang kesakitan pun rasa kantuk yang mendera mata Rashid langsung hilang pergi entah kemana.
" Honey kamu kenapa " ucap Rashid
" ini mas kemaluanku rasanya sakit banget bahkan untuk duduk saja aku hampir tak sanggup rasanya " ucap Zahra
dan Rashid yang bukan pertama kali baginya memperawani anak orang pun sudah tahu dengan apa yang terjadi pada istrinya ini. dan ini semua adalah ulah dirinya yang terlalu bernafsu semalam.
" yaudah kalau masih sakit tiduran saja dulu jangan dipaksa nanti makin sakit, sekarang kamu tiduran lagi biar aku obatin dulu kemaluanmu " ucap Rashid kepada istrinya
" tapi aku lapar mas, aku mau makan, perutku juga udah bunyi bunyi minta diisi ini mas " ucap Zahra dengan cemberut
" oh jadi istri mas ini lapar, bilang dong honey biar aku masak untuk kamu " ucap Rashid sambil mentoel hidung istrinya yang tak mancung dan tak pesek itu tapi masih bisa di cubit ataupun di toel
" ya msalahnya kamu itu bisa masak atau tidak jangan samlai nanti dapurnya meledak ataupun rasa masakannya nanti aneh " ucap Zahra.dengan nada mengejek
" ihh kamu sepele banget sama mas sih, gini gini sewaktu luliah juga pernah masak sendiri walaupun cuma sekali " ucap Rashid
" dan satu lagi rasanya aneh banget, saking anehnya aku sampe muntah yang " lanjut Rashid dalam hati
__ADS_1
" yaudah deh sana mas masak kalau memang mas bisa " ucap Zahra
" oke deh yang mulia, hamba izin pamit kedapur untuk memasak makanan yang anda inginkan yang mulia ratu dari kerajaan hatiku" ucap Rashid sambil membungkuk dengan gaya yang masih mengenakan celana bocer dan singlet hitam yang lantas membuat Zahra terbahak bahak.
Raahid kedapur untuk masak tapi ia bingung apa yang ia akan masak untuk sarapan istrinya, Rashid membuka kulkas dan melihat ada cumi cumi yang cukup besar dan ada 20 bijik didalamnya.
tapi ia bingung mau dimasak apa, hingga alhirnya Rasbid memilih memanggang cuni tersebut dengan saus yang diapun mungkin ngga akan tau rasanya tapi ya mudah mudahan saja ini enak, Rashid sudah tak kepikiran untuk melihat tutorial yang dibagikan di hp seperti di You Tube, Google ataupun Tik Tok.
setelah selesai memasak ketujuh cumi panggang dan ketiga cumi goreng akhirnya Rashid memilih naik keatas dengan juice apel satu teko di atas nampan bersamaan dengan masakan hasil kerja kerja yang cukup membuat Rashid menguras tenaga dan pikirannya.
Rashid naik keatas dengan jantung yang berdebar, hingga akhirnya dia sampai didepan pintu dan membuka pintu tersebut menampilkan istrinya yang sedang sibuk dengan HP nya.
" Honey lihatlah aku sudah memasakan sarapan untukmu " ucap Rashid
" iya sayang kelihatannya memang lezat dan menghiurkan di mata, tapi aku tidak tau apa rasanya akan sama seperti yang kau lihat, karena aku pun tak berani memakannya aku masih terauma dengan masakan pertamaku dahulu yang rasanya hampir saja membuat nyawaku melayang " ucap Rashid dengan pelan dan keringat yang membanjiri pelipisnya dan Zahra yang melihat hal itupun langsung tertawa.
" Mas apa kau masaknya dengan tenaga yang terlalu penuh sehingga keringat mu yerus saja turun dan membanjiri mukamu mas seperti air mata " ucap Zahra dengan senyum manisnya
" ini bukan keringat kerja keras karena memasakan makanan untukmu honey tapi ini keringat karena takut melihat apa reaksimu setelah memaksn makanan yang seperti diberi sianida itu sayang " ucap Rashid dalam hati mengingat bagaimana kasarnya istrinya itu ketika berhadapan dengan adik tirinya sewaktu mereka di hotel.
Zahra dengan antusias bangkit dari tidurnya untuk duduk, dan kali ini rasa sakitnya sudah tak separah tadi pagi sewaktu Zahra pertama kali untuk bangkit. Zahra turun dari ranjang dengan membalutkan selimut di badanya dan duduk di sofa kamar dimana di meja sudah tersedia makanan yang disediakan oleb suami tercintanya tersebut.
dengan semangat Zahra mengambil cumi bakar yang kelihatannya enak tersebut dan aaat ia ambil ternyata rasanya kurang asin dan sedikit lebih manis tapi tak apa pikirnya ini masih lezat dan sangat layak untuk dikonsumsi.
__ADS_1
Rashid yang sedari tadi memandangi istrinya hingga istrinya itu berada di sofa dimana dua dan makanan yanh ia masak berada, keringat semakin mengucur tatkala istrinya itu mengambil satu buah cumi panggang istrinya hingga mendarat dengan sempurna di dalam mulut istrinya, saat ini Rashid sedang menutup matanya menunggu reaksi dan amukan dari sang istri.
tapi sungguh di luar dugaan nya, istrinya itu malah menunjukkan reaksi yang berkebalikan dari yang ia fantasikan sebelumnya. istrinya ini malah memakan masakan yang ia masak dengan lahap.
" enak ngga masakannya Honey? " tanya Rashid
" yah enaklah, kalau ngga enak kan ngga mungkin ketelen dan sudah ntampe dilambung dengan sempurna " ucap Zahra dengan makanan dimulutnya.
" yang kalau makan itu pelan pelan, ngga akan ada yang akan mengambilnya darimu " ucap Rashid sambil menyelipkan rambut Zshra kebelakang telinga agar tak mengganggu Zahra makan.
" iya mas " ucap Zahra
" yaudah mas, kekamar mandi dulu yah siapkan air hangat untuk kamu mandi " ucap Rashid seraya berdiri dari sofa dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Zahra merasa bahagia dengan perhatian berlimpah yang diberikan Rashid kepadanya, jujur inilah yang ia inginkan dimengerti dimanja dan diperlakukan manis bak seorang putri.
tapi jujur rasa takut kehilangan itu masih bersarang dengan sangat kokoh di dalam hatinya, dari hari ke hari perhatian yang Rashid berikan tak pernah berkurang sedikitpun malah terus bertambah tapi hal ini juga terjadi dengan ketakutannya, semakin besar perhatian yang Rashid berikan kepadanya semakin Zahra takut kehilangan Rashid suatu hari nanti, tapi semoga itu tak terjadi padanya nanti.
" yang kamu udah selesai makannya " tanya Rashid kepada Zahra
" iya ini sedikit lagi mas " ucap Zahra sambil memajannya dengan begitu cepat.
" ini cepet minum sebelum kamu keseretan " ucap Rashid sambil menyerahkan segelas air putih
__ADS_1
" makasih ya mas, aku mandi dulu ya " ucap Zahra dengan kaki berjalan menuju toilet.