Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 32


__ADS_3

setelah empat hari berbulan madu di Desa Biburry Inggris akhirnya Zahra pun pulang, pasalnya selama mereka berbulan madu ke empat anak suaminya itu sudah sibuk menyuruhnya untuk pulang.


akhirnya karena tak tega membuat keempat anak itu merengek hingga terkadang menangis untuk menjalankan aksi mereka.


" dasar kurcaci pengganggu " ucap Rashid yang kesal karena liburan bulan madunya diganggu dan alhasil hanya berlangsung selama 4 hari saja, tapi untungnya selama berbulan madu ia terus membuat adonan jadi setidaknya saat pulang nanti meski para pengacau itu mengganggu ia sudah tidak terlalu kesal.


" kamu ini ya mas kalau mau bicara itu disaring dulu, ini kalau ngomong asal aja, mana yang diumpat anak sendiri, omongan itu do'a jadi kalau ngumpat anak itu yang baik, ini ngumpat anak yang jelek jelek " ucap Zahra sambil memasukkan baju bajunya dan baju suaminya itu kedalam koper


" habis mengganggu aja, ngga tau situasi banget " ucap Rashud dengan kesal yang belum juga hilang


" kamu itu sama anak harus ngalah bukan malah kayak anak kecil begini, ikut ikutan merajuk, mau buat tak mau tanggung resiko dasar gila " ucap Zahra dengan kesal yang entah kapan tiba tiba datang menghampiri dirinya merasuki hati dan otaknya


" lihat kamu aja sama seperti aku, kalau ngomongi orang yang jelek jelek, inget omongan itu do'a, emang kamu mau punya suami gila " ucap Rashid


" ya ini kamu juga udah gila, kalau ngga gila kan ngga bakal begini sifatnya, kek anak anak, makanya jadi orang itu jangan ngeselin, badan aja yang besar usia aja yang tua tapi kelakuan anak anak " ucap Zahra


" tapi ngesel ngeselin gini kan kamu cinta " ucap Rashid


" PD banget kamu mas, kalau aku cinta sama kamu " ucap Zahra


" ya jelaslah aku PD aku kan ganteng plus sultan, wanita mana coba yang tidak cinta sama aku " ucap Rashid

__ADS_1


" ohh jadi kamu itu menilaiku itu sama seperti kamu menilai wanita lain, yang selama ini kamu mandang wanita wanita mengagumimu karena ketampanan dan kekayaan mu itu hah, denger ya sekali lagi kuingatkan aku itu berbeda dari wanita wanita itu, dan kalau untuk kekayaan, hartaku juga banyak " ucap Zahra dengan kekesalan yang bersungut.


sungguh hal yang paling ia tidak sukai dan bahkan sangat membencinya yaitu suaminya ini sangat suka menyamakan dirinya dengan wanita wanita yang pernah ia temui yang sudah jelas sangat berbeda dari Zahra dalam hal segi apapun.


suaminya itu slalu menyamakan Zahra dalam hal apapun mulai dari sikap, kelakuan, pemikiran bahkan cara Zahra menilai seorang lelaki hingga bagaimana cara ia mencintai lelaki tersebut pun suaminya itu samakan dengan wanita lain, suaminya ini sepertinya sengaja mengibarkan bendera perang dan kalau begini harus ditanggapi dan diberi pelajaran.


" sepertinya kau itu sedang mengibarkan bendera peperangan denganku ya mas, dan sepertinya kau juga perlu aku beri pelajaran untuk hal itu mas " ucap Zahra dengan memandang suaminya itu secara sinis lalu berlalu pergi dari Walk In Closet.


" hai sekretasis Edgar, apa jet pribadinya sudah siap untuk kita gunakan pulang ke Dubai " ucap Zahra yang turun dari kamarnya menuju ke ruang tengah untuk menanyakan apakah jet sudah siap untuk melakukan penerbangan atau belum.


" sudah siap nona hanya tinggal menunggu anda dan tuan saja " ucap Asisten sekaligus Sekretasi suaminya di dunia bisnis maupun di dunia bawab itu yang bernama Edgar Doris.


" ah baiklah, kau siapkan saja mobil untuk keberangkatan kita kebandara, aku dan suamiku sebentar lagi akan turun " ucap Zahra lalu kembali naik ketas menuju kekamarnya


" ayo mas angkat semua barang barang, kita akn pergi menuju kebandara " ucap Zahra dengan wajah datar


" kamu masih marah sama mas " ucap Rashid


" kamu itu bisakan mas melakukan apa yang aku suruh, aku sedang tidak mood untuk berbicara dengan mas " ucap Zahra dengan tatapan sinisnya, lalu melanjutkan jalannya yang sempat terhenti.


saat mereka sampai di depan terlihat sekretaris Edgar sudah berdiri di dekat mobil, dan saat melihat Rashid yang jalan dengan membawa 2 koper sekaligus dengan wajah cemberut dan dengan menghentak hentakjan kakinya dilantai.

__ADS_1


" ini semua karena kurcaci pengganggu itu, udah merusak bulan madu dan kini murusak mood istriku juga dasar kurcaci, lihat saja nanti mereka " ucap Rashid dalam hati


" mas kamu bisa kan jalan dengan benar, itu kaki ngga usah dihentak hentakkan nanti bisa patah kalau kamu menghentakkannya salah tempat hingga akhirnya kamu jatuh dan kalau sudah begitu entar kamu bisa lumpuh, aku ngga mau ya ngurusi orang lumpuh ngeselin kayak kamu mas " ucap Zahra dengan sarkas dan sinis karena rasa kesalnya ke suaminya itu.


" ihh kamu kok dianya jelek banget sih Honey" ucap Rashid dengan bibir mengerucut


" ya makannya kalau ngga mau didoakan yang jelek itu ngga usah bertingkah cari masalah terus, kayak anak anak aja " ucap Zahra


" kamu kan gitu selalu aja nyalahin aku, dan belain kurcaci kurcaci perusuh itu " ucao Rashid dengan bibir manyun


" kamu dah gila ya mas, kamu semakin kesini makin kayak anak anak aja, kalau merek berlaku seperti itu wajar itu udah tabiat dan kodrat mereka sebagai anak anak lah kalau kamu kan bukan itu tabiatnya, orang kalau udah keluar dari tabiat dan kodrat yang ditentukan berarti udah gila, emang kamu gila, ngga kan? makanya jangan kayak anak begitu tabiat sifat kamu " ucap Zahra dengan kesal


Edgar yang melihat tuannya dimarahi dan seperti anak kucing yang penurut pun lantas tertawa, gimana tidak Raja Mafia dunia yang terkenal dingin, arogan dan kejam itu nurut seperti kucing manis dihadapan istrinya itu.


" tuan tuan, lihatlah dirimu sekarang yang sudah seperti kucing penurut, sepertinya mulai sekarang kehidupanmu akan berubah, jika kau singa maka nona adalah sebuah Jaguar " batin Edgar dalam hati, semebtara Rashid yang melihat Edgar tertawa pun semakin dibuat naik pitam.


" teruskan saja tertawamu itu Edgar " ucap Rashid dengan mata tajam yang menyalang seperti mata iblis dan tampaknya lebih seram dari iblis.


" dasar kau ya mas, sudah dimarahi masih saja bisa marahi orang lain, kalau lagi dimarahi itu diam, udah salah nyolot " ucap Zahra lalu berjalan menuju ke mobil dan dengan sigap sekretari Edgar membuka pintu mobil untuk Zahra disusu Rashid dengan mulut yang senantiasa mengerucut dan hati yang sibuk ngedumel dan mengumpati keempat anaknta itu.


sebenernya Zahra juga takut dosa, tapi jika tidak diberi pelajaran maka suaminya itu takkan kapok dan akan terus seperti anak anak.

__ADS_1


dan kini mobil pun sampai di bandara, Zahra dan Rashid turun dan langsung jalan menuju jet pribadi dan masuk kedalam jet hingga akhirnya setelah semua orang masuk jet pun lepas landas.


__ADS_2