
kini tanpa terasa hari sudah berada pada jam 5 sore Zahra dan anak anak juga sudah siap untuk pergi bersama dengan Rashid juga.
" Mas ayo cepat, kau lama sekali sih, kami sudah hampir berjamur menunggumu disini " teriak Zahra kepada Rashid yang masih berada diatas.
" iya iya, sabar honey " ucap Rashid sambil menuruni tangga.
setelah 15 menit perjalanan mereka semua pun sampai di Mall terbesar yang ada di Dubai, mereka ber7 memasuki mall dengan Zahra menggendong Zain dan Ghala yang ia gandeng sementara sang suami berada dibelakang dengan menggandeng kedua anak laki laki dan si sulung yang berada disamping kiri Zahra.
mereka sangat Asyik menghabiskan waktu dengan bermain mencoba wahana baru dan kulineran. mereka tertawa riang Zahra yang melihat hal itupun mengembangkan senyumannya.
dan tanpa terasa kini waktu sudah terkikis dan jarum menunjukkan angka 19.30 malam dan karena telah bosan dan lelah mereka semua pun pulang
sesampainya dirumah Zahra langsung pergi menuju ke dapur untuk menyajikan makanan yang tadi ia beli sewaktu di mall. dan tak lama kemudian terlihat ke lima anak dan suaminya itu turun lalu makan dan dilanjutkan dengan kegiatan les anak anaknya yang baru saja selesai.
" kalau begitu saya pamit undur diri Nyonya Tuan " ucap si guru les dengan Formal sambil menundukkan kepalanya.
" iya, oh iya ingat lain kali jangan setegang dan seformal ini oke " ucap Zahra dengan senyum manisnya
" ya Allah sungguh indah ciptaanmu, senyumnya membuatku serasa disirami oleh madu " ucap pria itu dalam hati karena terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Zahra, Rashid yang melihat itu langsung naik pitam dibuat.
" sungguh lancang sekali anda berani menatap istriku begitu, mau saya keluarkan matamu dari tempatnya atau mau saya tebas sekalian kepala anda dengan samurai " ucap Rashid dengan kesal dan hanya ditanggapi senyuman oleh Zahra
__ADS_1
" kamu lagi yang, ngga usah senyum senyum begitu " ucap Rashid dengan ketus
" iya iya maaf mas " ucap Zahra dan tanpa mereka sadari si guru les sudah pergi. dan akhirnya malam pun mereka lewati dengan damai dan tidur yang nyenyak.
sudah seminggu ini Zahra lewati dengan menjadi super mom yang super super sibuk mengurus ke lima anak nya yang rewel dan ditambah bayi besar yang sangat sangat rewel.
hari ini adalah hari kepulangan Khawlah dari New York, Zahra, anak anak serta sang suami sudah bersiap untuk kebandara menjemput Khawlah.
" mas kamu itu kebiasaan banget sih, udah nau pergi udah mau berangkat tinggal kamu sendiri yang masih heboh cari surban lah cari ini lah kayak sekarang kamu lupa dimana kamu letakkan baju, padahal baru 5 menit belum ada 1 jam " ucap Zarah yang kesal dibuat tingkah laku bayi besar nya yang lupa dimana ia meletakkan baju kesayangan nya sendiri yang membuat anak anak pun akhirnya ikut heboh mencari dimana letak
baju tersebut.
" nah ini bajunya kan mas " ucap Zahra sambil memegang baju panjang berwarna maroon yang ia dapatkan di laci dasi .
" aku dapat dilaci dasi, kamu tuh aneh bisa pula baju ini aku dapat dari laci, ngga jelas kamu bisa bisanya baju pun bertempat dilaci dasi, semalam sepatu bertempat dilemari baju, data data perusahaan bertempat di laci perhiasan aku, makannya belajar disiplin kalau letak barang, jangan kayak gini tiap hari orang heboh kamu buat ada aja yang hilang barang kamu tiap hari asalkan abis itu jangan lupa ajalah aku kamu tinggalkan dimana " ucap Zahra yang kesal dan berakhir dengan repetan panjang sementara anak anak yang melihat Dadynya dimarahin pun hanya bisa menahan tawa.
" ya allah sungguh berdosa hamba menertawai Daddy, tapi ya gimana ya kalau ngga ketawa hamba bakal rugi pasalnya ini jarang sekali terjadi " Bathin Humaid melihat Daddynya itu dimarahin oleh Ummu nya itu yang sudah bak Jaguar kelaparan dan siap menerkam Daddynya itu hidup hidul plus bulat bulat
" sudah cepat kamu siap siap, dah telat nih kita " ucap Zahra lalu merangkul semua anak anak nya untuk keluar dari kamar dan duduk menunggu Rashid di ruang tengah.
setelah 5 menit duduk diam di ruang tengah akhirnya yang ditunggu pun datang dan mereka semua langsung bangkit bersiap untuk pergi ke bandara.
__ADS_1
kini mereka sudah sampai dibandara setelah menempuh perjalan selama 28 menit dan ini waktunya sudah melenceng 10 dari perkiraan yang ditetapkan dan semua ini biang keroknya adalah suaminya yang sibuk mencari baju kesayangannya yang lupa dimana ia letakkan.
Zahra terus berjalan hingga akhirnya terlihat seorang wanita yang memakai kaftan melambaikan tangan ke arahnya dan ya wanita itu adalah Khawlah, Zahrapun membalas lambaian tangan itu seraya mendekat ke arah Khawlah.
" kak aku rindu, kakak lama banget sih di New York " ucap Zahra sambil memeluk Zahra
" kamu rindu atau karena capek karena dibuat repot oleh mereka berlima " ucap Khawlah
" ngga kak aku merasa direpotkan dengan kakak menitipkan mereka ke aku, aku justru bahagia karena mereka anak anak yang ceria sehingga aku terus tertawa dibuat mereka, walau terkadang kesal, lelah marah banget rasanya sama mereka tapi kalau mereka udah senyum apalagi bermanja manja aku pasti langsung luluh apalagi melihat mereka sedih saat aku merepet pasti aku ngga tega dan berakhir memeluk mereka karena ngga tega " ucap Zahra sambil tertawa kalau mengenang masa masa dia menjadi super mom yang sungguh sungguh indah walau repot tapi itu masa yang indah yang dari dulu ia impikan sejak ia kecil.
" mereka memang begitu, entah belajar dari siapa mereka untuk memasang muka imut imut seperti itu, tapi terkadang aku harus tega dan terus marah ke mereka sampai mereka berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama " ucap Khawlah
" hei sudahlah ayo cepat, semua orang tengah melihat kita " ucap Rashid
" ah maaf aku lupa mas " ucap Zahra
" kau kan memang seperti itu kau selalu tidak tepat waktu " ucap Rashid.
########
**hai salam horas dari GREENRRR, maaf ya kalau masih banyak typo dan jarang up, karena author juga sibuk menjelang lulus lulusan ini banyak yang harus disiapkan
__ADS_1
maaf juga kalau ceritnya lempeng lempeng aja, ngga ada teka tekinya, problem nya dan ya jarang ada adegan full time kemesraaab antara tokoh Zahra dengan Rashid oke.
jangan lupa vote, like, and komen**