Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 2


__ADS_3

Dan Zahra juga sebenarnya sudah siap namun dia masih belum menyemprotkan parfum yang dia miliki, karna dia masih menimbang-nimbang untuk menyemprotkan atau tidak.


 


yang buat Zahra ragu untuk menyemprotkan adalah kejadian yang semalam disaat dia diberi tantangan untuk mencium kelima pria tampan tersebut dan saat itu juga ada kejadian janggal, yaitu kelima pria yang ia cium selalu saja mengendusendus dirinya bahkan pria yang lewat simpangan dengannya pun juga sama.


dan ini adalah hal yang aneh karena terjadi baru beberapa hari ini saja saat dia mulai menggunakan parfum yang ia beli, tapi tak mau ambil pusing Zahra langsung menyemprotkanya dan tak tanggung tanggung ia menyemprotkannya sangat banyak.


 


" woy Zar lo udah siap belum, udah lapar nih gue, udah semprotin aja lah pake mikir segala lu " ucap Windi yang kesal karena Zahra dari tadi berdiri di depan cermin hanya untuk menyemprotkan parfumnya doang.


" iya iya lo heboh bet dah, tinggal turun juga heboh banget " ucap Zahra


" ya lo kan tau gue takut"


" udah ayo turun, capek gue " Dan akhirnya mereka turun kekantin untuk sarapan pagi.


 


" mbak saya pesan air putih 2, nasi putih 2, telur rebus 4 sama kecap manisnya ya mbak" ucap Windi padahal mereka baru duduk dan tak lama pak Hendri datang


" hay girls, good morning, udah pesan " ucap Hendri sambil mendudukkan bokongnya disamping Zahra


" good morning " ucap Windi dan Zahra kompak, dan tak lama para grup boyband pun datang untuk sarapan juga.


dari awal datang sampai duduk pandangan Suho, Cha Eun Woo dan V tak pernah lepas mereka masih terpikir tentang wangi yang dipakai wanita itu yang membuat gairah mereka bangkit seketika dan sekarang mereka mencium bau itu dengan jelas tanpa berdekatan seperti semalam.


" Zahra lo ngga salah pakai parfum kan " ucap Hendri dengan ambigu dan membuat Zahra bingung


" ngga kok, ngga salah gue pakai parfum wanita bukan cowok " ucap Zahra sambil menciumi tubuhnya


" iya gue tau itu parfum cewek tapi wanginya itu loh buat gue jadi bergairah tau ngga " ucap Hendri


" serius lo " ucap Zahra


" iya gue kira lo semalam mau gitu-gitu makanya pakai parfum kayak gitu wanginya " ucap Hendri


" ye ngarang aja lo, eh tapi tunggu dulu deh pantes aja semalam waktu gue cium mereka, mereka ngendus-ngendus gitu " ucap Zahra


" serius lo " ucap Windi


" iya win "


" eh Zahra lo bawa ngga tu botol parfumnya, mana tau gue tau kan itu jenis yang gimana " ucap Hendri


" iya gue bawa, ini dia " Zahra menyerahkan botol parfum yang diambilnya dari tas botol itu kecil dan warna cairannya warna coklat


" BUAHAHAHAHAHAKK..... gila lo, ini bukan parfum tapi Misk thaharah untuk **** * kalau habis haid dan lo malah pakai untuk parfum "


ucap Hendri sambil ngakak karna kebodohan Zahra


____________^^^^^^^^^^^^^^^____________


siang sudah lewat dan sore pun sudah lewat matahari telah tenggelam dan lebih tepatnya ini sudah maghrib, Zahra sudah bersiap untuk ambil wudhu untuk sholat maghrib setelah sholat magrib Zahra mengaji dan ini sudah menjadi tradisi bagi Zahra walaupun hanya 10 ayat saja.


 


dilanjutkan makan malam dengan ke2 manusia yang sama sepertinya barusan selesai mengerjakan ibadah, waktu demi waktu sudah terlewat tak sadar jam sudah menunjukkan jam 08.30.


 


Zahra kekamar untuk mengambil gitar ia mau nyanyi sebuah lagu karna sudah lama ia tidak nyanyi, Zahra mau nyanyi lagu di taman belakang dan kalo kalian tanya sama si Windi atau tidak tentu saja jawabannya tidak karna si Windi lagi kencan ama cowoknya. Zahra mulai memetik gitarnya


Aku masih disini

__ADS_1


masih dengan perasaanku


yang dahulu, tak pernah berubah


aku masih yakin nanti milikmu


Aku masih di tempat ini masih dengan setia menunggu


kabarmu, masih ingin mendengar


suaramu cinta membuatku kuat begini


aku merindu kuyakin kau tahu


tanpa batas waktu aku terpaku


aku meminta walau tanpa kata


cinta berupaya


engkau jauh dimata tapi dekat


di do'a , aku merindukanmu.


Aku masih di dunia ini


melihatmu dari jauh bersama dia


walau pasti ku terbakar cemburu


tapi janganlah kau kemana-mana


aku merindu kuyakin kau tahu


aku meminta walau tanpa kata


cinta berupaya. 2×


engkau jauh dimata tapi dekat


di doa2×


aku merindukanmu


aku merindukanmu


aku merindukanmu


Tanpa disadari Zahra ada seseorang yang dari tadi memandanginya dan orang itu adalah Cha Eun Woo. setelah menyayikan satu lagu Zahra masuk kekamar, lalu Zahra cuci muka Zahra pakai masker cuma 1 menit doang dilanjutkan pakai serum dan crem malam lalu bocan.


------------🌺🌺🌺🌺🐝🐝🐝🐝----------


 


Bulan telah tenggelam dan matahari mulai menampakkan sinarnya dan masuk ke kamar 2 orang wanita yang sedang tertidur dari celah celah horden.


 


" hoooaaaammm.....nyenyak banget gue tidur serasa tidur di awan mana mimpi gue indah banget lagi semoga jadi nyata ya Allah" ucap Zahra


" woy bangun lo udah pagi, makannya kencan tuh jangan sampe tengah malem, nih ngga malam amat lo pulang gue kira lo lagi enak-enak " lanjut Zahra sambil mengoyangkan tubuh Windi


" udah sana lo mandi dulu gue masih butuh waktu biar nyawa gue ngumpul " ucap Windi.


 

__ADS_1


Zahra mandi keramas lalu bersiap siap dan seperti biasa dandan cukup simple ia keringkan rambutnya lalu ia kasih serum rambut dan setelah itu barulah ia pakai serum, crem siang, ditambal foundation, lalu ditutup pakai bedak tabur tak lupa ia kenakan eyeliner, mascara, blush on, eyeshadow dan liptint.


 


Rambut hanya ia ikat satu lalu ditambah pakai pita dan terakhir tinggal semorotkan parfum yang baru ia beli.


" Win loh dah siap belum, gue udah nih " ucap Zahra sambil menyusung benda yang akan ia masukkan kedalam tas yaitu parfum, liptint, bedak tabur dan yang pastinya kaca.


" iya bentar dikit lagi nih selesai, masih ngerapiin gincu gue nih " ucap Windi yang lagi sibuk merapikan gincunya


" cepetlah gue laper nih udahan lo lama amat sih "


" iya iya ayo lo cerewet amat sih Aulia Azahra ibu HRD yang terhormat saya sudah siap "


" basi' tau ngga omongan lo mau muntah gue, udah cepet ayo "


Dan akhirnya mereka turun dan sampai di kantin, tapi diperjalanan ia bertemu dengan ayahnya yang tak lain adalah pemiliki hotel itu sendiri


" ya Allah ngapain juga coba dia datang, jujur gue males banget tau ngga liat tuh muka " bathin Zahra sambil memaksakan senyuman manisnya dihadapan pria yang saat ini adalah ayah dan sekaligus bossnya


" selamat pagi pak" ucap Zahra sambil berjabat tangan


" pagi nak "


" saya bukan anakmu saya hanya bawahan bapak, ingat itu pak saya permisi " ucap Zahra sambil tersenyum manis dan berlau menuju kantin


FLASHBACK OF;


Disuatu ruangan rumah sakit terlihat seorang wanita sedang menggenggam tangan seorang anak laki-laki yang tak lain adalah adiknya sendiri. yah yang berada disitu adalah Zahra yang sedang menggenggam tangan adiknya yang terbaring lemah.


" Atta kamu harus kuat ya, kamu ingat kan janji kamu sama kakak kamu mau jadi orang sukses biar bisa nolong dan bahagiain kakak, kakak akan telepon ayah pasti dia bisa bantu kita kamu harus bertahan ya " ucap Zahra sambil menciumi tangan adiknya dengan air mata yang sudah meleleh deras.


" ngga usah kakak, atta udah ngx tahan sakit kak rasanya "


" ngga kamu harus kuat kalau kamu ngga ada kakak sama siapa "


Zahra mengetik suatu nomor yang ia mau telpeon sekarang adalah ayahnya, cuma ayahnya lah sekarang yang bisa membantu dirinya setelah semua keluarganya lepas tangan tak ada yang mau membantunya. tapi nihil nomornya tidak bisa dihubungi dan tak lama kemudian dokter pun datang.


" permisi buk, pasien diruang nomor 203 sudah meninggal "


JLEEB


kakinya terasa lemas bak tak bertulang bahkan seluruh tubuhnya lemas seperti jelly rasanya.


Zahra terus merasa tak yakin bahwa keluarga satu-satunya yang ia punya telah tiada dan meninggalkannya juga, tak lama kemudian sebuah brankar didorong keluar kamar di brankar itu terlihat tubuh yang ditutupi kain putih yang tak lain adalah adiknya MUHAMMAD RAFA AZAHRI, yang telah meninggal beberapa waktu lalu, adiknya meninggal akibat dipukul sangat keras di kepalanya dan mengalami pendarahan di otak dan harus segera di oprasi tapi apalah daya Zahra tak punya uang.


" Atta bangun dek, lihat kakak dek jangan tinggali kakak dek, kamu udah janji sama kakak kamu bakal bahagiain kakak tapi apa ini sekarang kamu ninggalin kaka bangun dek hiks.....hiks...aaaaaaaa bangun dek hiks...hiks....." Zahra terduduk lemas menghadapi kenyataan hidup yang sangat pahit.


FLASHBACK ON :


Zahra duduk dan terdiam sambil mengeluarkan air matanya yang tak mau berhenti, mengingat itu kembali sudah sangat sesak.


" udahlah Zar, itu udah lama cobalah maafkan ayahmu " ucap Windi sembari mengelus punggung Zahra


" aku tau itu dah lama Win tapi semakin aku ingin melupakan kejadian itu semakin membekas, aku ngga tau aku salah teknik atau salah rumus tapi yang jelas aku tetap ngga bisa melupakan semua itu Win, dimana dia seorang ayah yang kuanggap sebagai malaikat penolong tapi malah hilang saat aku susah dan butuh bantuannya hiks...hiks... " ucap Zahra yang menangis senggugukan di pelukan Windi.


" sungguh pahit hidupmu Zar, tak memiliki kasih sayang ibu, perceraian orang tua yang membuat mu jadi wanita kuat yang dituntut disegala kondisi membuatmu terlihat kuat diluar tapi sangat rapuh didalam, kau sungguh malang dididik dengan kuat tanpa sedikitpun kelonggaran, semoga tuhan slalu memberimu kekuatan kesabaran dan semoga bisa segera mendapatkan manisnya takdir yang disiapkan Allah " bathin Windi sambil ikut menangis mengingat bagaimana selama ini Zahra hidup dengan perjuangan dan perjalanan yang sangat keras.


----------🌺🌺🌺🌺🐝🐝🐝🐝-----------


 


Holla semua salam dari saya like, komen and vote ya maaf jika ada kesalahan penulisan kata dan typo yang bertebaran karna ini karya pertama saya jadi tolong dimaklumi.


 

__ADS_1


__ADS_2