
sungguh ini adalah ciuman pertamanya dan pengalaman yang luar biasa bagi Zahra, Rashid mengakhiri ciumannya dengan Zahra dan mengusap bibir Zahra lalu berbisik
" sungguh bibir mu sangat manis, aku ingin terus melahapnya " bisik Rashid yang membuat pipi Zahra bersemu dan dilanjutkan dengan kecupan ringan dipipi, setelah itu Rashid kembali masuk ke Walk in Closet untuk berpakaian.
Zahra yang telah selesai mengeringkan rambut dan memoles wajahnya kini harus kembali memoles bibirnya yang berantakan lipstiknya karna ciuman panas yang diberikan Rashid.
Zahra hanya mengeringkan dan menyisir rambutnya yang sudah lurus kian, terlihat dibelakang Rashid sudah rapi dengan setelan kasualnya.
" Honey apa kau sudah siap " ucap Rashid
" ya aku sudah siap, jam berapa sih sebenarnya kita terbang? apa kita takan ketinggalan? atau kau mengambil jam penerbangan siang? " ucap Zahra tanpa memberi jeda untuk dijawab
" apa kau kira aku mau satu pesawat dengan orang yang begitu banyak Honey, tentu saja kita naik jet pribadi milikku aku ingin menghabiskan waktu di pesawat nanti dengan momen momen indah, dan h
jika kau lupa maka akan kuingatkan, suamimu ini Very Rich People In The World " ucap Rashid dengan senyuman manisnya
" ah iya aku lupa tentu saja ia takkan mau naik penerbangan komersial " ucap Zahra dengan menepuk keningnya.
" bagus jika kau sudah ingat, tapi sepertinya kau kehilangan sebagian energimu sehingga kau kurang konsentrasi dan melupakan beberapa hal, jadi mari kita sarapan lalu cepat pergi " ucap Rashid sambil menggandeng tangan Zahra
Rashid dan Zahra segera keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, saat mereka sampai di meja makan, sudah ada kelima anaknya, kedua orang tua mereka dan Khawlah.
" sekanat pagi semua " ucap Zahra dengan senyuman manisnya dan bahkan kedua anak wanita yang tadinya duduk tenang disuapi oleh Khawlah langsung berlari menghampiri mereka berdua, Zahra kira kedua anak wanita tersebut rindu dengan Rashud tapi ternyata Zahra sakah, kedya anak wanita tersebut malah datang dan memeluk pinggangnya dan sontak membuat Zahra berjongkok dan memeluk balik kedua bocah wanita tersebut.
__ADS_1
" Ummu kemana saja, kami rindu sana Ummu, setiap kami ingin bertemu dengan Ummu, Ummi pasti selalu bilang kalau Ummu capek dan sudah tidur dan sekarang Ummi bilang Ummu mau pergi ke London apa bener Ummu " ucap Zain dangan duduk dipangkuan dengan air mata berlinang dan Zahra yang duduk di tangga akhir.
" iya Ummu akan pergi London tapu Ummu janji, Ummu dan Abi akan pulang cepat dan membawakan Zain dan Ghala oleh oleh " ucap Zahra sambil menghapus air mata kedua anak wanita tersebut
" betul ya Ummu " ucap Mereka berdua
" tentu tapi Zain dan Ghala jangan menangus lagi ya, dan sekarang ayo kita makan " ucap Zahra sambil menurunkan kedua bocah tersebut dari pangkuannya.
Zahra berjalan dan melihat ketiga bocah lelaki tersebut menundukkan kepalanya, Zahra duduk disamping anak laki laki dari suaminya tang usianya susah 15 tahun. dan anak laki laki tersebut hanya tertunduk tanoa menyapa dan membuat Zahra merasa ketiga anak lelaki suaminya tersebut tak menerima dirinya.
" hai selemat pagi, boleh kita berkenalan " ucap Zahra sambil menundukan kepalanya untuk menatap wajah anak lelaki tersebut.
" selamat pagi juga Ummu, perkenalkan aku Humaid dan itu Abdullah dan Muhammad " ucap anak lelaki tersebut sambil tersenyum manus dan terkesan bersemangat untuk memperkenalkan diri
" oke sekarang perkenalkan Ummu bernama, Aulia Azahra Adijaya Sinaga " ucap Zahra sambil menepuk punggung anak lelaki yang sudah remaja tersebut.
" tentu saja boleh, dan Ummu tentu kmakan sangat senang bila kaluan bersedia " uxap Zahra sambil tersenyum manis lalu melanjutkan sarapannya. setelah selesai sarapan kini Zahra dan yang lainnya sudah bersuap untuk berangkat dan mobil pu sudah teroarkir rapi diluar tinggal dikendarai saja.
terhitung ada tiga mobil yang berjejer keluar dari pintu gerbang kediaman utama Al Ghurair dan setelah menempu perjalanan selama 45 menit kini mereka telah sampai di bandara Internasiobal Dubai dan saat mereja masuk kedalam lapangan penerbangan terlihat sudah ada sebuah jet pribadi
dan jet itu terlihat mencolok dan terlihat ada 2 pramugari dan 2 pilot menunggu di deoan tangga pesawat, Zahra dan Rashid dengan segera keluar dari mobil dan diikuti yang lainnya.
Zahra memeluk Khawlah dengan erat begitupun juga dengan Khawlah.
__ADS_1
" cepatlah kembali aku menunggumu, aku pasti akan sangat merindukanmu, aku dan anak anak akan sangat menantikanmu " ucap Khawlah sambil memeluk Zahra.
" tentu aku pasti akan segera pulang " ucap Zahra
" tapi ingat kau harus pulang dengan satu nyawa lagi diperutmu " ucap Khawlah sambil mengelus perut Zahra dan hanya diangguki oleh Zahra dan kini Zahra memeluk kedua lutrinya yang sedari tadi menangis dan dilanjutkan meneluk ketiga putra dan kedua orang tuanya. lalu berjalan masuk kedalam jet.
saat di dalam jet Zahra terus melihat kearah jendela dan ketika jet sudah mulai leoas landas ia melihat kedua bicah perempuan tersebut menangisi kepergiannya.
" mas ayo kita balik aja aku ngga tega lihat mereka menangis seperti itu mas " ucap Zahra sambil menangis, jujur walaupun ia hanya istri kedua dari suaminya dan bukan wanita yang melahirkan kedua bocah tersebut, ia sudah menganggap kedua bocah tersebut anak kandungnya.
" kamu kalau ngomong itu pasti selalu diluar nalar, mana bisa pesawat kita juga baru lepas landa kalau kita mutar berarti kita menyalahi jalan lintas pesawat dan beresiko kecelakaan" ucap Rashid yang heran dengan pemikiran istrinya ini.
" tapi lihat mereka nangis nangis begitu " ucap Zahra
" iya memang mereka saat ini menangis tapi nanti setelah beberapa saat mereka pasti akan diam dan mulai tertawa " ucap Rashid
selama perjalanan Zahra hanya diam memikirkan kedua bocah kecil yang menangisi kepergiannya hingga ia tertidur dan setelah menempuh perjalanan selama 10 jam kini mereka sudah sampai di Bandara Glucestershire GLO, Inggris Raya. Rashid yang tak tega untuk membangunkan istrinya tersebut lebih memilih untuk mengangkat isyrinya kedalam mobil yang telah menunggu mereka diluar.
Rashid menggendong Zahra dan masuk kedalam mobil dan kemudian mobil pun melaju meninggalkan bandara menuju deaa Bibury dan setelah 33 menit mereka pun sampai didepan yang indah itu dan menuju salah satu rumah yang sudah menjadi hak kepemilikannya.
" Honey ayo bangun kita sudah sampai " ucap Rashid sambil mengecup pipinha Zahra
" enghhhhh, kita sudah dimana ini " ucap Zahra
__ADS_1
" kita sudah sampai di desa Bibury, kau mau langsung masuk atau mau jalan jalan kesekitar desa dulu " ucap Rashid
" tentu aku mau jalan jalan dan Foto Foto dulu " ucap zahra