Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 22


__ADS_3

" ih mas apaan sih main angkat angkat aja, aku mau mandi dulu habis itu baru aku sarapan " ucap Zahra sambil memukul dada Rashid


" ngga ada alasan, pokoknya kamu harus sarapan dulu sehabis itu kamu mandi atau mau melakukan apapun itu ngga masalah tapi sekarang ini kau harus makan dulu dan ini perintah jadi jangan dibantah " ucap Rashid kepada Zahra dan kalau Rashid sudah menampilkan wajah kesal seperti saat ini, itu alan membuat Zahra takut dan akhirnya menuruti kemauan Rashid.


" iya deh iya " ucap Zahra saat Rashid mendudukkannya diatas Sofa, Rashidpun mengambil piring dan mengisinya dengan berbagai macam sayur.


" loh mas kamu ngga makan " ucap.Zahra


" ya makanlah " ucap Rashid


" tapi itu kok piringnya cuma satu " ucap Zahra


" iya makannya satu piring sama kamu biar romantis gitu " ucap Rashid sambil menoel hidungnya Zahra yang tak mancung dan tak pesek artinya tak mendelep mendelep bangetlah tuh hidung.


akhirnya mereka telah selesai sarapan dan Rashid sudah pergi, katanya mau mengurus pesta yang akan diadakan sama mengurus keberangkatan bulan madu mereka besok dan Zahra kini sedang mematut dirinya didepan cermin bersiap untuk turun kebawah.


Zahra menapaki satu persatu tangga rumah dari atas ia melihat ada seorang wanita muda yang kira kira masih sebaya dengannya sedang duduk di kursi sambil memainkan handphinnya, Zahra berniat mendatanginya dan menyapanya sebagai bentuk keramahan dan kesopanan sebagai seorang menantu dari keliarga ternama. tapi saat ia sampai di tangga yang terakhir ibu mertuanya sudah menghampirinya.


" kau sudah bamgun nak " ucap Ummi Fatima


" sudah Ummi, tapi maaf aku bangun di siang hari " ucap Zahra sambil menunduduk karna malu dan merasa tak enak dihadapan ibu mertuamya tersebut

__ADS_1


" hei hangan lernah kau tundukkan pandanganmu ketanah jika sedang berbicara denganku tapi tatap aku, jangan membuat diriku merasa tersangi oleh keindahan lantai marmer ini nak " ucap Ummi Fatima sambil menarik tangan Zahra untuk duduk disofa bersama seorang wanita.


" oh iya Zahra kenalkan, dia Sarah putri dari bibi Aisyah, dia berusia 20 tahun 2 tahun lebih tua darimu, tapi karena kau isteri dari Rashid maka kau cukup memanggilbya dengan namanya saja SARAH " ucap Ummi Fatima


" hallo Sarah senang bertemu denganmu, kenalin nama aku Zahra " ucap Zahra sambil mengulurkan tangannya kearah Sarah tapi Sarah tak memperdulikan perkataan Zahra sama sekali bahkan melihat kearah Zahra pun tidak. dan Zahra yang jabatan tangannya tak diperdulikan pun menarik tangannya yang sedari tadi dianggurin.


" cih ni cewek kagak ada sopan sopannya ya sesama wanita, udah gue ramahin juga tetap aja jutek sombong amat sih mentang mentang cantik, langsung jual mahal " ucap Zahra dalam hati Ummi Fatima yang melihat hal itu sontak menyenggak omongannya Sarah


" Sarah kau sudah bibi ingatkan berkali kali untuk tetap berada pada batasanmu, tapi berkali kali pula kau melampauinya, ingat Sarah kau hanya cucu perempuan di keluarga ini dan yerlebih cucu dari anak wanita bahkan nama belakangmu menandakan keluargamu dan keluargamu adalah keluarga dari pihal ayah, jika disana kau berhak berbicara sesukamu tapi disini kau tak memiliki hak walau seujung kukupun, jadi tetap berada pada batasanmu dan hormati dia sebagai kakak iparmu, ingat jangan kau tunjukkan sikapmu ini didepan kakakmu Rashid atau tidak segan segan ia akan memukulmu " ucap Ummi Fatima dengan menggebu gebu.


" Ummi udah, ngga usah dipermasalahin, ini cuma masalah kecil " ucap Zahra yang merasa tak enak kepada wanita cantik didepannya ini


" iya Zahra ini memang masalah kecil tapi jika diluar negara Jazirah Arab tapi di negara Jazirah Arab ini masalah besar, karna anak wanita dituntut untuk menjadi wanita yang lemah lembut dan no komen apapun itu perintah yang dikasih ke dirinya jadi kasus ini bukanlah masalah kecil tapi masalah besar yang seringkali dialanggar dan ini tak bagus untuknya nanti jika ia berada di keluarga mertuanya, sikapnya ini bisa mencoreng nama baik keluarga " ucap Ummi Fatima menjelaskannya dengan menggebu gebu seperti tadi


" yaudah dibanding kamu disini terus bareng dia dan akhirnya berantem lebih baik kamu pergi sama Ummi untuk jalan jalan sambil kulineran apalagi hari ini rasanya Ummi pingin banget yang seger seger " ucap Ummi Fatima


" oke deh kalau begitu, aku ambil Tas dulu ya Mi " ucap Zahra


" iya Ummi juga mau ambil tas dahulu " ucap Ummi


jika ada yang berfikir Zahra dan Ummi pergi mengenakan dress ataupun pakaian mider lainnya, itu kalian salah, Zahra dan Ummi Fatima pergi dengan mengenakan kaftan sebagai tradisi yang sudah turun temurun di dalam keluarga Al Ghurair, bahkan jika ada tamu yang ingin masuk kekawasa keluarga Al Ghurair baik itu di kantornya ataupun di perkebunannya itu wajib mengenakan Kaftan. soal hijab itu masalah belakangan, itu tak dipaksa mau pakai silahkan tidak mau ya sudah.

__ADS_1


kini.Zahra dan Ummi Fatima telah berada di depan sebuah mobil mewah sekelaz Rolls Royce dan tinggal menaikinya


" penjaga " ucap Ummi Fatima


" iya Nyonya ada apa " ucap sang penjaga sambil menundukkan pandangannya


" panggilkan supir pribadiku, aku dan menantuku ingin pergi jalan jalan keliling dubai " ucap Ummi Fatima


" Mi ngga usah dong biar aku aja yang setir mobil nya " ucap Zahra dengan manja ke Ummi Fatimah


" loh kamu serius sayang, kamu yang mau supir mobil sendiri " ucap Ummi Fatima


" iya boleh ya Mi " ucap Zahra


" yaudah deh boleh " ucap Ummi Fatima


" yaudah Pak balak boleh pergi, saya yang akan menyupir mobilnya jadi baoak tidak usah lagi panggilkan Supir Pribadi Ummi " ucap Zahra dan diangguki oleb sang penjaga.


Zahra dan Ummi Fatima telah berada didalam mobil dan kini mobil pun sudah melaju dengan kecepatan maksimal dan membelah jalanan ramai Dubai yang penuh denhan mobil sport, tapi tentu saja mobil Rolls Royce yang Zahra kendarai mencuri perhatian para pengguna jalan.


bukan karena mobil mewah tapi karna tipe BK nya yang mencolok, dan semua warga UEA tau jika oengguna nomer BK 999 Al GR adalah inisial dari seluruh kendaraan keluarga Al Ghurair, tetapi ada satu ciri khas mobil yang ditandai oleh para masyarakat seluruh UEA yaitu mobil dengan warna Orange dan hitam dan berinisial BK Al Ghurair maka sudah dipastikan yang mengendarai mobil tersebut adalah Rashid bin Humaid Al Ghurair.

__ADS_1


dan ternyata mobil yang tadinya melaju kini sudah berhenti di sebuah Cafe.


__ADS_2