Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 17


__ADS_3

Matahari sudah masuk melalui gorden dan sang pemilik kamar yang masih tertidur pun mengerjapkan matanya karna silau terkena paparan sinar matahari. Zahra berguling ke arah kanan dan kiri tapi tak ada tubuh yang biasa membatasi geraknya.


Zahra membuka matanya dan mengedarkannya ke seluruh ruangan tapi orang yang di carinya tak ada di sudut manapun hingga akhirnya pintu kamarpun terbuka menampilkan seorang lelaki tampan yang tadi di carinya dan tak lain adalah suaminya. sambil membawa nampan berisi sarapan


" kamu sudah bangun Honey " ucap Rashid yang meletakkan sarapannya di meja dan Zahra hanya mengangguk kan kepalannya saja.


" cepat mandi lalu kita sarapan " ucap Rashid dan bak kucing penurut kali ini Zahra lagsung menurutinya dan berjalan menuju kamar mandi


setelah selesai mandi Zabha mengeringkan rambutnya, lalu duduk di sebelah Rashid ia mengmbil sepiring nasi lalu mengambil lauk pauk yang telah di ambilkan oleh Rashid untuknya.


" oh iya jam berapa kita terbang ke Dubai mas" ucap Zahra sambil melahap sarapan miliknya


" kita berang jam 5 sore, dan yang lain tadi sudah pergi duluan bareng Baba sama ummi" ucap Rashid sambip mengering kan rambut istrinya itu.


" berarti kita tinggal packing packing dong, kamu udah beli tiket ke Dubai bukan " ucap Zahra


" kita pakai jet ptibadi jadi ngga usah beli tiket lagi dong Honey " ucap Zahra


" oh gitu, yaudahlah habis ini biar aku packing packing " ucap Zahra


" ngapain kamu packing packing, kamu kan bakal tinggal disana jadi semua kebutuhanmu udah disiapkan ummi sewaktu aku bilang aku mau melamar kamu " ucap Rashid


" oh gitu " ucap Zahra sambil menganggukkan kepalanya


" iya kamu istirahat aja karna nantikan kita bakal adakan resepsi juga disana sesuai permintaan ummi " ucap Rashid


setelah sesai makan Zahra duduk di Sofa kamar sambil main Hp scroll Tik Tok dengan semangkuk besar berisi buah yang dicampur dengan Youghurt dan keju yang melimpah.


dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 sore Zahra segera bersiap siap untuk pergi ke bandara. dan setelah 1 jam mereka pun selesai dan Rashid ia masih Sholat karna tadi terlambat dan Zahra jelas sudah lebih dulu, dan Zahra jangan tanya ia sedang ngapain ia sedang main Tik Tok.

__ADS_1


" Honey, ayo pergi " ucap Rashid.


" oke ayo " ucap Zahra sambil menyusul langkah Rashid lalu memasuki mobil di bagian kursi penumpang.


setelah sampai di bandara tanpa membuang waktu lagi Zahra dan Rashid langsung menaiki pesawat. dan 12 jam 45 menit kemudian mereka telah sampai di Bandara Internasional Dubai.


saat sampai Zahra sedang tertidur di dalam pesawat Rashid yang melihtnya tak tega untuk membangunkannya, terlihat sekali wajah lelah istrinya tersebut, Rashid menggendong Zahra dan turun menapaki tangga pesawat lau menaiki mobil bentley yang sudah disediakan oleh keluarga untuk menjemput dia dan istri tercinta nya tersebut.


setelah 16 menit mereka sampai di rumah yang sangat mewah dan berdiri paling megah dan kokoh bak istana kerajaan. dan ternyata saat sampai Zahra pun belum tertidur juga dan membuat Rashid harus menggendongnya kembali, sungguh istrinya ini kalau kata orang Indonesia ' Cah Wedok Turu Kok Koyok Kebo '.


Rashid menggendong Zahra sambil tertawa jika mengingat kata kata jawa tersebut, ia sangat geli dengan kata kebo yang artinya Kerbau, itukan hewan yang jorok, sering bermain lumpur untuk bajak Sawah dan badannya yang besar gempal, kulit hitam dan tanduk yang besar hampir mirip dengan banteng, tapi nyatanya istrinya tersebut cantik, putih, mulus, langsing berbeda jauh dengan kerbau tapi satu Famili sama Banteng kalau udah marah.


" loh kamu udah sampe nak " ucap Ummi dalam bahasa Arab


" iya ummi " ucap Rashid


Zahra terlihat sudah siap dengan setelan baju Caftan khas Jazirah Arab yang mewah dgn bordiran emas emas nya dan dengan rambut yang tergerai bebas Zahra menuruni tangga dengan sangat anggun dan terlihat semua keluarga telah berkumpul.


semua memandang Zahra dengan tatapan kagum, mata mereka yang menatap kagum kepada Zahra seakan berkata ' ini bidadari atau manusia kok cantiknya kelewat batas dan tak berprikemanusiaan '


Zahra terlihat cocok dengan pakaian tersebut karna memang ia memiliki aksen wajah timur tengah dari nenek nya yang diturunkan dengan sangat kental kepadanya ibarat ia replika nya


" apakah itu istri keduamu Rashid? " ucap


salah satu sepupu Rashid


" iya emang kenapa " ucap Rashid dengan nada yang bisa diartikan tudak suka kepada si pengaju pertannyaan tersebut


" loh dapat dari mana sih, kok kayak bidadari gitu sih, nanti kalau lo udah bosan lo kasih aja ke gua ya, gue siap kok nerima janda kalau jandanya yang cantik begini " ucap sepupu Rashid tersebut dengan mata yang terus memandang kearah Zahra

__ADS_1


" itu mata minta di congkel apa gimana sih jelalatan banget " ucap Rashid


" ih lu mah pelit banget sih padahal kan sekali kali juga gue lihat bidadari, noh semua orang juga, ngga gue aja kali abangku Rashid yang paling tampan tapi tetap aja masih kalah sama adiknya ini.


" Assalamualaikum semuanya " ucap Zahra yang baru saja datang ikut bergabung dengan rombongan para wanita


" eh Zahra kamu sudah siap sini duduk bateng kak Khawlah " ucap Khawlah


" terima kasih kak " ucap Zahra


" ini menantumu Nyonya Ghurair " ucap dari bibiknya Rashid yang tak kain adalah adik dari ayahnya Rashid


" iya Naila ini menantuku " ucap Ummi Fatima


" dia sangat sempurna sangat canti apa kau punya aksen Timur Tengah " ucap Bibi Naila


" ya nenek saya berasal daru Arab Saudi " ucap Zahra


" oh pantas saja kau teeluhat sangat cocok dengan caftan ini " ucap bibi Naila


" terima kasih bi atas pujiannya " ucap Zahra yang tersipu malu karna dipuji dengan berlebihan oleh bibi Naila


#########


**holla guys salam dari aku GREEN RRR, maaf kalau typo masih bertebaran


jangan lupa Vote, like, and Komen ya guys


Happy Reading Everybody**

__ADS_1


__ADS_2