Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 37


__ADS_3

kini mereka semua telah sampai dirumah dan tengah berada di ruang makan, Zahra dengan semangat membagikan makanan untuk semuanya.


" Zahra apa kau tahu, aku tadi sempat hampir tidak mengenalimu " ucap Khawlah yang duduk berhadapan dengan Zahra.


" apa kakak tak menyayangiku sehingga kakak sudah hampir tak mengenaliku lagi " ucap Zahra dengan wajah sedihnya.


" bukan karena aku tak menyayangimu lagi, tapi aku tercengang dan terpana dengan penampilanmu yang mewah dengan perhiasan dan kaftan ini, aku benar benar tidak yakin bahwa itu kau atau seorang Nyonya besar al Ghurair, aku yakin kau akan menjadi seorang ikon mode kaftan di Dubai ini karena jujur kau sangat Fashionable dan modis meskipun mengenakan baju tradisional tapi sama sekali tak menutup aura Nyonya besar yang kau sudah kau miliki justru semakin terpancarkan dan menjadi pelengkap " puji khawlah yang membuat Zahra tersipu malu.


" aku hanya ingin menyesuaikan style Fashionku dengan statusku sekarang sebab itulah aku berpenampilan seperti ini " ucap Zahra


" dan seleramu juga sangat bagus, kau punya selera yang tinggi dan membuatmu semakin terlihat berkharima dan berwibawa " ucap Khawlah.


" ihhh sudah dong kak pujianya " ucap Zahra dengan cemberut


" hei jangan cemberut dong, kan memang iya" ucap Khawlah, setelah acara muji memuji yang Khawlah buat kini mereka tengah melanjutkan acara sarapan pagi mereka yang sempat tertunda.


" oh iya semalam Bibi Aisyah telepon untuk mengundang kita untuk hadir di acaranya,


katanya dia mau buat pesta untuk acara ulang tahun pernikahannya " ucap Rashid sambil meletakkan sendoknya


" ya terus kenapa emang, kan tinggal datang aja kenapa susah " ucap Zahra sambil memilah makanannya.


" iya memang tinggal datang aja, tapi disana pasti ada Sarah, emang kamu tidak masalah ketemu sama dia, aku takut dia bakal buat masalah lagi sama kamu " ucap Rashid


" ya kalau dia buat masalah yaudah biarin aja, tidak usah ditanggapin " ucap Zahra

__ADS_1


" ya kamu bisa bilang gitu, kamu bisa kontrol emosi kamu, kalau aku udah pasti ngga bisa" ucap Rashid


" kamu iyalah bisa bilang begitu, lah kalau Rashid ini? mana mungkin bisa, mendengar suaranya yang menyebutkan namamu sajapun kami pasti sudah waspada ke dia apalagi sampai dia hina kamu seperti saat di rumah utama, bisa bisa acara pesta mewah nan megah bibi aisyah menjadi acara kisruh percekcokan antara Rashid dan Sarah " ucap Khawlah kepada Zahra.


" iya kakak benar, tapi kita juga ngga mungkin kan untuk tidak hadir di acara pesta ulang tahun pernikahan Bibi Aisyah, sementara Bibi Aisyah sudah mengundang kita secara langsung dan juga pasti disana nanti semua keluargamu akan hadir jadikan kalau kita ngga hadir pasti ngga enak juga, pasti akan jadi perbincangan hangat di keluargamu mas tentang aku yang menurut mereka membuatmu berubah dan menjauh dari mereka " ucap Zahra dengan gaya santainya sambil mengunyah makanan dan ucapan Zahra ini pun sontak membuat Khawlah tertawa.


" Hahahaha, Zahra Zahra, asal kau tahu dulu saat kau belum datang ke kehidupan Rashid, ia tidak pernah menghadiri pesta ataupun acara penting keluarga jika dia datang dan memenuhi undangan tersebut itu hanya untuk kepentingan bisnis semata " ucap Khawlah


tak lama kemudian mereka pun selesai dengan acara makan mereka, dan saat ini mereka tengah duduk di ruang keluarga dengan anak anak, tapi sebuah panggilan tiba tiba masuk. dan ternyata itu adalah panggilan dari Hendri.


" Hallo Assalamualaikum kak Hen, ada apa " ucap Zahra


" Waalaikum salam Zahra, aku mau bilang kalau besok kakek akan datang ke Dubai untuk meresmikan perusahaan pusat yang ia pindahkan kesana " ucap Hendri di seberang sana


" lohhh kok perusahaan pusat bisa dipindahkan kesini emang kakek mau tinggal disini " ucap Zahra


" loh kok bisa aku, kan sesuai dengan urutan dan yang seharusnya itu ayah yang memang urutannya dibawah kakek dan tercantum sebagai pewaris serta pengganti kakek kak " ucap Zahra


" entahlah, awalnya emang begitu, tapi sejak kedatanganmu pada malam itu saat kau memperkenalkan suamimu kepada kakek dan ayahmu meragukanmu bahwa kau anaknya, kakek kecewa berat dengan Uncle dan menurut kakek Uncle itu tidak tegas dan tak akan bisa menjaga warisannya dengan aman, dan titah untuk menggantikanmu itu tak bisa dibantah dan jika kau membantah sudah bisa dipastikan harta kakek akan disumbangkan untuk yayasan tapi setelah itu kakek ngga akan mau bertemu dengan mu lagi " ucap Hendri panjang lebar


" yasudah mau ngga mu pun kan aku juga harus mau " ucap Zahra


" oh iya nanti disana yang bakal ditempatkan kakek jadi wakil presdir itu Anggara, karena dia sudah resmi keluar dan melepaskan jabatannya sebagai presdir hanya demi mendampingin mu " ucap Hendri


" kakak serius kak Gara melepaskan jabatannya sebagai Presdir hanya untuk jadi Wakil Presdir di perusahaan kakek menemaniku, lalu yang jadi penggantinya dia siapa " ucap Zahra

__ADS_1


" yang jadi penggantinya adiknya lah sih Brian, sebenarnya sih Brian yang waktu itu yang mau jadi wakil Presdir, tapi Taulah si Gara ngga rela dia " ucap Hendri


" ohh gitu ya kak, yaudah dulu ya kak Assalamualaikum " ucap Zahra


" iya Waalaikum salam " ucap Hendri lalu memutuskan panggilannya. dan Zahrapun kembali ke tempat duduknya


" ada apa, kenapa wajahmu kusut begitu " ucap Rashid dari arah tangga


" tidak, kakekku telah mengambil keputusan sepihak tanpa meminta pendapatku dahulu apakah aku setuju atau tidak bahkan dia sudah mempersiapkan semuanya dari jauh jauh hari " ucap Zahra


" memang apa yang dilakukan kakek " ucap Rashid


" kakek memindahkan kantor pusat dari Medan ke Dubai dan menjadikanku sebagai Presdir penggantinya lalu 2 hari lagi adalah hari peresmiannya " ucap Zahra


" lalu apa permasalahannya, Honey " ucap Rashid


" ya jelas masalah lah mas, aku ini masih muda dan belum siap untuk memimpin perusahaan sebesar itu " ucap Zahra


" kakek juga tau kau belum siap, tapi aku yakin dia pasti juga sudah menyiapkan orang untuk membantumu mengemban tanggung jawab besar itu " ucap Rashid


" Honey percayalah, kalau dituruti aku pun tidak akan pernah siap untuk jadi presdir di perusahaan walau usiaku sudah setua ini, tapi Baba memaksaku untuk terus maju hingga aku berada dipuncak seperti sekarang ini, sama sepertimu sampai kapanpun jika kakek bertanya kepadamu kapan kau siap maka yakinlah jawabanmu tidak akan pernah siap kau selalu akan ragu, tapi nanti setelah kau jalani pasti kau akan belajar bagaimana cara mengelola perusahaan itu hingga akhirnya kaupun siap "


" orang tidak akan pernah berkata SIAP jika dia belum merasakan dan menjalaninya, memimpin perusahaan itu sama seperti kau yang akan membuat makanan, saat pertama kali kau akan membuatnya kau takkan yakin apakah akan berhasil dan rasanya akan enak, tapi kau harus membuatnya agar kau tau hasilnya setelah kau tahu cara dan kiat kiatnya dari perjalananmu sebelumnya dalam membuat makanan barulah saat itu kau akan siap serta selalu positive thinking bahwa kau akan berhasil dan menghasilkan sesuatu yang lezat serta menghasilkan sesuatu yang baru "


" sama seperti kau memimpin sebuah perusahaan besar, kau harus menjalaninya walaupun kau tak yakin apakah hasil akan memuaskan dan sukses untuk dipertama kalinya, tapi untuk tau hasil kau harus menjalaninya hingga kau berhasil tapi jika kau tak berhasil kau harus tetap berusaha sampai akhirnya kau berhasil dan mengetahui seluruh kiat kiatnya dan bahkan membuatnya semakin maju " lanjut Rashid dengan lembut

__ADS_1


" yang dikatan, Rashid memang bebar, dan kau harus mulai belajar agar kau siap " ucap Khawlah


setelah percakapan itu semuanya kembali ke kamarnya untuk istiragat di siang hari kalau pasangan yang satu itu bukannya istirahat tapi malah melakujan aktivitas oanas hingga sore menjelang lalu tertidur hingga malam menjelang lalu turun untuk makan malam bersama yang lainnya di bawah


__ADS_2