Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 18


__ADS_3

setelah berbincang bincang mereka melanjutkannya dengan makan malam bersama keluarga besar. yang hari itu memang sengaja kumpul untuk menyambut kedatangan pengantin baru, bahkan mereka sudah tak sabar dalam menyambut hari esok dimana besok hari pernikahan dilangsungkan.


para wanita sudah menyiapkan gaun mereka untuk acara yang akan mereka hadiri besok dan esoknya lagi, karna kan ada 2 acara.


seluruh pebisnis dunia akan berkumpul di pesta utama dan dianggap sebagai pernikahan termewah di dunia, mengalahkan pernikahan Raja Dubai dengan istri ketiganya Princess Haya dari Yordania.


" ahhhh Asmaa aku sudah tak sabar lagi untuk menunggu hari esok tiba " ucap Bibi Naila


" aku pun juga begitu Bik, Rasanya aku ingin menarik matahari untuk segera muncul " ucap Asmaa


" aku yakin besok pengantin wanitanya pasti akan terlihat seperti seorang putri tidak akan ada yang bisa mengalahkan kecantikannya dimalam itu meski seorang itu juga bak seorang putri aku yakin itu 100% Asiyah " ucap Bibi Naila yang membuat Zahra tersipu malu di buatnnya


" Bibi sudahlah jangan terus menggodanya terus Bi " ucap Khawlah yang melihat pipinya Zahra sudah memerah akibat malu.


" oh iya aku dengar kau sangat dekat dengan Pak Armand " ucap Asmaa


" iya saya memang dekat dengan pak Armand " ucap Zahra


" coba ceritakan sisi manis Pak Armand selama kalian dekat " ucap Asmaa ya tingkat penasarannya kini sangat melambung tinggi


" kalau sisi manisnya itu kan dia sering banget tuh berpergian nanti dia bakal beliin aku survenir atau makanan ntah terkadang dia yang anter atau pakai kurir " ucap Zahra


" ohhhh " ucap Asmaa. dan saking asiinya mereka bercerita mereka tak sadar sudah malam dan Rashid yang melihat hal itu mendatangi Zahra

__ADS_1


" Honey kamu kok masih disini belum tidur " ucap Rashid


" iya belum, aku masih bercerita dengan yang lainnya jadi kalau kamu mau tidur yaudah tidur duluan sana " ucap Zahra


" itu udah jam 09.00 loh besok kamu harus bangun pagi untuk siap siap jadi ayo cepetan tidur " ucap Rashid


" kak ayo tolong bujuk Rashid, aku belum mau tidur " ucap Zahra debgan nada memohon dan mata puppy eyes tapi belum sempat Khawlah berbicara Rashid sudah duluan mengangkat tubuh Zahra ala Bridal Style.


" ya........" jerit Zahra yang terkaget atas perlakuan Rashid yang tiba tiba


" ih kenapa sih punya suami yang pemaksa banget gini, susah buat dibantah lagi keinginannnya, pingin aku tabok juga lama lama nih muka, ganteng sih tapi kok ya nyebelinnya tingkat dewa begini " bathin Zahra


" jangan mengumpatiku honey, ada waktunya untukmu nantinya bergadang tapi tak sekarang jadi manfaatkan waktu ini sebaik baiknya karna mulai besok kau tak akan aku beri kesempatan tidur dengan cepat " ucap Rashid


" aku tahu kau orang yang peka dan mengerti dengan segala bahasa isyarat istriku jadi jangan sok polos " ucap Rashid


sampai akhirnya tiba dikamar, Rashid membawa Zahra masuk ke Walk In Closet untuk mengganti bajunya dengan baju yang nyaman dipakai saat tidur, dan setelah beberapa menit, Zahra pun selesai kini Zahra sedang berada di depan cermin sedang memoles wajahnya dengan skincare bahkan rambut pun juga.


" ayolah Honey cepat tidur, kau terlalu banyak ritual yang kau jalankan sebelum tidur, apa itu tak membuatmu pusing " ucap Rashid yang pening karna menunggu Zahra yang lama sekali dalam hal bersiap dan membuatnya jengkel.


" apa mas tak bisa diam, nyuruh aku tidur mulu, padahal tadikan aku baru bangun tidur, mana ada orang yang bisa tidur sehabis bangun " ucap Zahra


" iya maaf Honey, aku hanya tidak ingin kau kecapean dihari pernikahan kita besok seperti resepsi resepsi kita sebelumnya di indonesia " ucap Rashid sambil memeluk Zahra dari belakang, ia sungguh menyesal telah berkata seperti itu dan berakhir membuat istrinya kesal

__ADS_1


" aku juga minta maaf karna udah bantah kamu dihadapan semua wanita tadi " ucap Zahra yang merasa bersalah dengan perbuatannya tadi yang ia rasa mencoreng harga diri suaminya tersebut.


" yaudah sekarang kamu mau apa " ucap Rashid menempelkan dagunya di bahu Zahra


" aku mau tidur tapi sambil di peluk " ucap Zahra dengan suara manjanya


" oke lah kalau begitu, mari Ratuku saya akan melaksanan perintah dari anda " ucap Rashid


dan betul saja setelah di peluk tak lama kemudian Zahra tertidur. saat Zahra tertidur ia berniat untuk merapikan meja rias istrinya dan tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah buku dan Rashid membukannya buku itu ternyata berisi curhatan hati isyrinya


" ***aku iri ketika melihat wanita yang masih mempunyai keluarga yang lengkap dan jujur aku sangat iri akan hal itu, apalagi ketika mereka membuat tiktok degan caption jalan bareng mama/papa tapi aku. jangankan jalan berbicara pun aku bisa dikira berapa kali mulut ini berucap "


" seseorang pernah berkata bahwa ayah adalah cinta pertama putrinya sekaligus tempat putrinya menyandarkan kepalannya diatas bahunya ketika ia sedang sedih, tapi berbeda dengan aku, ayahku memang cinta pertamaku tapi ia juga lah yang membuat hatiku patah untuk pertama kalinya dan aku tidak tahu bagaimana rasanya bersandar diatas bahunya ketika aku sedang sedih, tapi aku berharap ketika aku memiliki suami, ia adalah pria yang terakhir ada dihatiku slalu bersamaku dan slalu menjaga hatiku, aku juga berharap bisa bersandar di bahunya ketika aku sedih nanti "


" orang bilang ibu adalah sahabat sekaligus teman couple yang paling baik yang pernah ada di dunia tapi berbeda dengan ibuku, aku tak pernah merasakan hal itu bahkan berbicara dan tertawa bersama adalah momen langka dan bersejarah bagiku karena ibuku lebih sayang kepada ke2 adik lelakiku ketimbang aku*** "


dan masih banyak lagi curahan hati istrinya yang membuat hatinya pun ikut pilu saat membacanya, setelah meletakkan buku itu ketempat semula Rashid menyusul istrinya untuk tidur.


_____________


Pagi sudah datang dan artinya matahari sudah mulai muncul dan memancarkan sinarnya ke seluruh penjuru dunia. Rashid terbangun dan melihat sampingnya kosongpun langsung berlari untuk membuka pintu mencari keberadaan istrinya dan saat ia menuruni tangga ia mencium bau yang sangat sangat harum khas masakan timur tengah yang menjadi kesukaannya.


ia melihat istrinya sedang memasak dengan mama dan yang lainnya, istrinya memakai daster dan dengan rambut tergulung hingga mebampilkan leher jenjangnya dan membuat Rashid tergoda akan hal itu dan ingin membawa istrinya itu kekamar dan memajannya sampai istrinya itu tak bisa jalan atau bahkan duduk sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2