
dan karena bosan mendengar omongan tak berbobot dari Hamdan al Dhaheri yang membuat emosinya meradang seakan ingin memutilasi tubuhnya hingga menjadi puing puing kecil.
dan daripada hal itu terjadi lebih baik ia menemui kakak iparnya dan mengobrol bersama membuat kakanya Rashid yang super duper posesif itu cemburu dan rasanya hal itu akan menjadi kegiatan baru yang sangat menyenangkan untuk dilakukan disaat senggang ataupun disaat ia stress.
" hallo kakak ipar, perkenalkan namaku Faisal al Futtaim putra paling tampan dari Bibi Aisyah yang ketampanannya melebihi suamimu tercinta " ucap Faisal saat sudah berada didepan Zahra
" bisakah kau pergi saja dari hadapanku dan istriku, kau benar benar membuatku muak Faisal " ucap Rashid
" oh ayolah kak, aku juga ingin berkenalan dengan kakak iparku, mengingat dari awal kakak memasuki rumah aku belum menyapanya dan sebagai adik ipar yang baik hati, ramah tamah dan tidak sombong aku harus berkenalan dan menyapa kakak iparku bukan begitu kak Rashid " ucap Faisal
" oke hentikan perdebatan kalian, hallo juga Faisal perkenalkan namaku Aulia Azahra Adijaya Sinaga kau bisa memanggilmu senyamaanmu saja " ucap.Zahra kepada Faisal
" aku panggil Kak Liza aja gimana biar beda aja dari yang lain " ucap Faisal
" eh apa apaan itu, ngga ada itu kau tetap harus panggil istriku kakak ipar, tidak ada kata Kak liza, panggilan apa itu " ucap Rashid tak terima
" oke juga, bagus sih. Liza?, aku suka panggilan itu, manis " ucap Zahra
" tuh denger Kak Liza aja suka sama panggilanku katanya manis, kakak aja yang ketuaan jadi ngga gaul " ucap Faisal menggoda Rashid, sedangkan yang digoda mukanya sudah merah menahan amarah yang sudah mau meledak namun harus ditahan, karna tak mungkin ia marah didepan wanitanya ini.
" hei bujangan tua, loh main kabur aja ngga ajak ajak aku, kamu takut ya kalah tampan dari aku kalau jalan bareng aku " ucap Hamdan yang tiba tiba nongol dari belakang.
" ihhh siapa juga yang takut kalah tampan dari kamu, justru itu aku tinggalin kamu itu karena aku takut kamu cemburu karena wanita wanita lebih memilih aku. iyakan kakak ipar kalau aku lebih tampan dari Hamdan " ucap Faisal meminya pembelaan dari Zahra
" kalian berdua sama sama tampan tapi suamikulah yang paling tampan " ucap Zahra yang berusaha membuat amarah Rashid berkurang.
__ADS_1
" itu denger, yang paling tampan itu kak Rashid bukan seorang Faisal bujangan Tua hahahaha " ucap Hamdan sambil tertawa terbahak bahak.
" kalau kamu memang tampan mana mungkin jadi bujangan Tua yang ngga laku laku, sekalipun dijual murah tetap tak ada harga " lanjut Hamdan yang benar benar merasa puas mengejek Faisal dan yang diejek tentu darahnya sudah mendidih di ujung kepala dan minta diluapkan.
saat Faisal ingin menangkap Hamdan, ternyata Hamdan sudah lari lebih duluan dan bersembunyi dibalik badan Zahra yang sudah menjadi tameng bagi Hamdan
Hal itu tentu membuat Rashid geram akan tingkah kedua lelaki yang sudah tua umurnya tapi masih saja kekanak kanakan, hal ini sudah berlalu selama 10 menit namun tak kunjung henti
sementara Zahra yang badanya dijadikan tameng oleh kedua manusia planet tersebu membuat amarahnya yang sudah berada diujung tanduk dan siap untuk diluapkan pun berteriak kepada kedua manusia planet tersebut
" hey kalian, sekarang juga lebih baik kalian berhenti dan pergi " ujar Zahra kepada kedua pria yang kelakuannya seperti anak anak.
sementara semua orang tertawa melihat 2 orang pria yang dikenal sebagai pebisnis hebat dan sebagai tangan kanan seorang Rashid itu terdiam dan tertunduk lemas saat dimarahi oleh Zahra selaku kakak iparnya
mereka tertawa karena 2 orang pria tersebut dikenal akan sikapnya yang galak, kejam dan dingin tapi lihat sekarang 2 orang pria tersebut tertunduk diam bak seorang anak yang sedang dihajar oleh ibunya.
" Maaf Kak Ara " ucap Hamdan berbarengan dengan Faisal namun dengan panggilan yang berbeda
mendengar panggilan dari Hamdan membuat emosi Rashid yang tadi sudah meredah karena melihat 2 manusia planet tersebut dimarahi oleh istrinya kini harus kembali lagi karena panggilan yang disematkan oleh Hamdan.
kedua manusia planet tersebut turun dari atas pelaminan dengan terus menggurutu dan saling menyslshksn bahksn tak sekali dua kali mereka saling jitak.
acarapun telah selesau Zahra pun sudah berada dikamarnya, kini Zahra sedang melepas dan menghapis riasannya. setelah selesao Zahra langsung menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya asal.
kalau Rashid saat ini sedang mengobrol dengan salah satu kolega bisnisnya yang datang terlambat dan kini ua tengah berjalan di lorong menuju kamarnya dia sudah ta sabar untuk melihat istrinya tersebut.
__ADS_1
saat ia membuka pintunya ia melihat istrinya tengah terbaring asal diatas ranjang, ia mendekati istrinya tersebut dan membenarkan posisi isyrinya tersebut dan dari wajahnya terlihat sekali kalau istrinya itu benar benar sangat kelelahan.
Rashid mencium keningnya Zahra dengan lembut dan dalam. lalu imut berbarung disamping Zahra dan memeluk erat pinggang Zahra.
||||||||||||||||||
matahari sudah menampakkan dirinya tapi seoasang pengamtin baru tersebut masih terlelap dan bergelut dengan dunia mimpinya.
TOK...TOK...TOK....
" Rashid kamu sudah bangun belum nak " ucap Ummi Fatima, Rashid yang mendengar teriakan Ummi Fatima pun segera bangun dengan perlahan. dan membuka pintunya
" syuttt ( sambil meletakkan jari telunjukknya di bibirnya ) Zahra lagi tidur Ummi, ia kelelahan sekali karna gaunnya terlalu berat ditambah berdiri selama beberapa jam di atas pelaminan " ucap Rashid
" oh begitu, Ummi cuma mau hantar sarapan kamu sama Zahra karna kalian dari tadi tak juga keluar dari kamar kalian " ucap Ummi Fatima sembari menyerahkan troli yang berisi berbagai jenis makanan dan satu teko juice jeruk.
" ohh makasih ya Ummi, maaf merepotkan " ucap Rashid
" tak masalah Ummi senang kok " ucap Ummi Fatima lalu pergi daru hadapan Rashid.
Rashid menggeret Troli tersebut lalu menutup pintunya, ia melihat istrinya masih tertidur dengan begitu nyenyak. ia memilih mandi sembari menunggu istrinya itu bangun.
Raahid selesai mandi bahkan telah selesai juga memakai baju tapi istrinya belum juga bamgun, lalu ia mendekat kearah istrinya tersebut dan menciumi wajah istrinya tersebut hingga Zahra yang diciumi pun merasa terganggu dan mulai mengerjapkan matanya
" emhhhh, Mas berhentilah menciumiku aku masih bau dan belum mandi " ucap Zahra
__ADS_1
" ayo sayang kau makan dulu " ucap Rashid mengangkat tubuh Zahra ala Bridal Style