
demi menahan hasratnya yang belum terpenuhi Rashid harus kembali lagi kekamar untuk mandi dan berperang dengan sabun. sementara di dapur para wanita sedang sibuk menyiapkan sarapan dari jam 04.00 pagi.
" Baba si Rashid udah turun belum " ucap Ummi Fatma
" udah tapi tadi balik lagi ke kamar ummi, mungkin sebentar lagi turun " ucap Baba
" oh gitu " ucap Ummi sambil menganggukkan kepalanya, sementara Zahra, Asmaa dan Hindun meletakkan makanan yang telah di masak ke dalam wadah dan yang lainnya menghidangkannya di meja. dan tak lama kemudian Rashid turun.
semua Formasi sudah lengkap tidak ada satupun anggota keluarga yang belum duduk di kursi yang telah disediakan, dan hal lucu pun terjadi ketika tradisi di jalankan yaitu para istri wajib meletakkan nasi serta lauk pauknya di piring suami mereka dan hal ini membuat Zahra bingung, pasalnya dia bukanlah satu satunya istri dari Rashid tapi masih ada Khawlah. Rashid yang melihat kebingungan istrinya tersebut pun angkat bicara.
" Honey, ambilkan aku sarapan " ucap Rashid dengan nada yang paling lembut dan mungkin boleh direkam untuk di jadikan sebagai momen langka.
" aku " ucap Zahra sambil menunjuk dirinya sementara Khawlah masih mengambilkan sarapan untuk ke lima anaknya, ia tidak merasa disuruh lantaran Rashid memanggil dengan kata sayang, sedangkan dirinya biasa dipanggil Khawlah saja.
" iya Honey " ucap Rashid, setelah tahu tugasnya Zahra langsung bangkit dari kursinya dan mengambil piringnya Rashid
" Jauzi mau makan pakai apa " ucap Zahra. saat ditanya akan hal itu, Rashid sontak menunjuk salah satu makanan.
" yang itu saja sudah cukup " ucap Rashid
lalu Zahra mengambilkan apa yang ditunjuk oleh Rashid dan meletakkan nya di depan Rashid dan lanjut makan.
" Rashid habis ini kalian langsung aja naik ke atas karna sebentar lagi MUA nya datang" ucap Ummi Fatma
" iya Ummi " ucap Rashid, lalu menggandeng tangannya Zahra untuk naik ke atas.
" tapi Mas aku masih harus bersihkan ini semua, ngga enak aku sama mereka kalau aku langsung naik ke atas bareng kamu " ucap Zahra menghentikan langkahnya Rashid
" hey tradisi disini itu pengantin baru itu ngga akan boleh menginjakkan kakinya di dapur untuk menyentuh barang barang dapur dan aku yakin tadi pasti kamu maksa kan untuk bantuin, disini pengantin baru itu tugasnya dikamar bergulat diranjang jadi jangan ngebantah, ayo ikut aku naik keatas " ucap rashid sembari menarik tangan Zahra kembali.
tak berapa lama setelah mereka duduk diranjang, seseorang mengetuk pintu mereka kembali.
TOK...TOK..TOK
__ADS_1
" ih siapa sih, ganggu orang aja " ucap Rashid yang jengkel dengan orang yang mengetuk pintu karna mengganggu adegan romantis pengantin baru yap sekarang Rashid lagi memanfaatkan waktu bermanjaan dengan istri kecilnya tersebut.
" udah sana bukain dulu siapa tahu pentingkan " ucap Zahra dalam bahasa Indonesia.
CEKLEK........ dan terlihatlah orang yang mengetuk pintunya yang ternyata adalah MUA yang dipanggil mereka.
" silahkan masuk " ucap Rashid dengan wajah jengkel dan membuat sang MUA sedikit segan
" ehhh mbak sudah datang, ayo kita mulai saja saya sudah siap, jangan di hiraukan wajah cemberut suami saya " ucap Zahra yang mengajak sang MUA masuk ke Walk In Closet.
" Mbak sepertinya saya tidak perlu terlalu Extra dalam memoles wajah Mbak soalnya Cantik begini " ucap MUA tersebut.
" terserah Mbak saja gimana baiknya untuk bisa tampil dengan sempurna sesuai yang di inginkan dan dipesankan sama Mertua saya " ucap Zahra
" kita poles ala Arab kalem ya Mbak " ucap MUA tersebut.
" oke tidak apa apa, langsung dimulai saja Mbak " ucap Zahra.
sedangkan di ranjang terlihat seorang lelaki dudul dengan menatap laptop di depannya dengan wajah yang kesal.
dan setelah 1 jam Zahra telah selesai di Make Up dan Hair styles juga sudah siap hanya tinggal memakai Gaun yang super ribet.
" Mas ayo, kamu pakai jubah kamu, sekalian bantu aku pakai gaunnya " ucap Zahra
" iya ayo Honey " ucap Rashid.
Sungguh ini adalah gaun paling ribet yang pernah ia pakai, panjang dan ngembang seperti bola dan super berat tapi nanti dulu masih ada satu gaun lagi yang lebih Wow dari gaun yang ia pakai kini.
tapi memang bener ya cantik itu ribet, contohnya sekarang demi tampil sempurna ia harus memakai gaun super panjang, super besar dan super berat. Oh Lord sungguh saat ini Zahra ingin menangis karena gaun yang ia gunakan sekarang tapi apalah daya.
" sudah siap dan sebentar lagi Mbak harus turun ke bawah " ucap MUA tersebut
" oke mbak " ucap Zahra
__ADS_1
" berat banget ya mbak gaunnya " ucap Mua sambil merapikan gaun Zahra yang dibawah
" iya Mbak pingin nangis saya rasanya, mau cantik aja kok harus ribet banget gini " ucap Zahra dan tak lama pintu pun terbuka dan menampilkan 3 wanita cantik.
" Ayo turun, ke taman tadi Rashid sudah duluan " Ucap Khawlah
" iya kak " ucap Zahra sambil memegang erat tangan Khawlah.
" sudah jangan gugup " ucap Khawlah sambil mengelus elus tangannya Zahra.
dan saat ia masuk Zahra tercengang melihat tamu yang datang, semua tamu yang datang disini berasal dari kalangan pebisnis kelas kakap dan para bangsawan kelas atas.
kedatangan sang pengantin wanitapun langsung menyedot perhatian para tamu maupun wartawan yang hadir, sungguh setiap orang memandang sang pengantin wanita dengan pandangan kagum bak melihat bidadari turun dari langit
" Wow lihatlah, pengantin wanitanya cantik banget ya " ucap salah satu ramu undangan
" gila beruntung banget sih Rashid bisa dapat bidadari " ucap Seorang Pria yang menjadi salah satu tamu undangan
" kalau modelan begini, gue rela nunggu dia janda " ucap tamu undangan dan masih banyak lagi pujian yang terlontar dari bibir cantik para tamu undangan.
" lihatlah, pandangan mata mereka kepadamu, sungguh tatapan oenuh kekaguman yang seakan akan mata mereka berbicara bahwa didepan mereka ini adalah budadari yang turun dari langit " ucap Ummi Fatma yang datang menghampiri Zahra.
Zahra dituntun untuk jalan mendekat kearah Rashid yang sudah terlebih dahulu menunggu diatas pelaminan.
Rashud sungguh terperangah melihat istrinya yang memang terlihat cantik berkali lipat kali ini bahkan Rashid sudah tak sabar menunggu istrinya ini, dan ini sungguh lambat dikarenakan gaun super panjang, besar dan berat tersebut ingin rasanya Rashid membuang jauh jauh gaun tersebut.
########
**Holla semua salam dari aku GREEN RRR
maaf kalau typo masih bertebaran ya soalnya aku masih pemula.dan maaf kalau alur cerita ataupun kata katanya berantakann, soalnya ini adalah Fantasi aku dikala kegabutanku
jangan lupa VOTE....LIKE AND KOMEN
__ADS_1
HAPPU READING GUYS**.