Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 38


__ADS_3

sang mentari yang terkadang juga menjadi tuhan bagi mereka yang menyembahnya kini sudah muncul dan siap sedia untuk menyinari bumi sampai akhirnya dunia runtuh dan tugasnya pun selesai.


sepertinya hari ini sang mentari lagi bahagia karena awan mendung tak sedang menutupinya ataupun menghalanginya untuk mengerjakan tugasnya.


dan karena terlalu semangat sampai sampai cahayanya bisa menembus dari balik gorden jendela yang padahal memiliki bahan yang sangat tebal tapi ternyata semangat sang mentari dalam menyinari bumi membuat pertahan ketebalan yang dimiliki kain gorden pun runtuh sehingga tembus lah cahaya mentari itu dan membuat sang pemilik kamar sedikit terganggu karena cahaya yang tepat sekali menyorot ke arah mata mereka.


" enghhhhhh " lenguh Zahra sambil sedikit menutup matanya lalu mengerjapkannya berkali kali untuk menyesuaikannya dengan cahaya.


Zahra terbangun dan yang pertama kali dia lihat adalah sang suami yang tengah terlelap sambil memeluknya dari belakang dan menyembunyikan wajahnya dibalik leher Zahra.


Zahra memandangi wajah tampan nan rupawan dari suaminya ini, meski usia sudah memasuki kepala empat dan sudah memiliki anak yang usianya sudah memasuki fase remaja, semua itu tak membuat ketampanan dan kebugaran sang suami berkurang bahkan kerutan di wajahnya pun belum ada sama sekali.


" beruntung sekali aku bisa bersama dengan lelaki spertimu, lelaki yang mencintaiku apa adanya, lelaki yang selalu sabar menghadapi segala tingkah kekanak kanakan yang kumiliki, dan betapa beruntungnya aku bisa dicintai oleh lelaki spertimu, semoga kau selalu terus begini selalu mencintaiku apa adanya dan selalu sabar menghadapiku dalam keadaan apapun, semoga kau tidak pernah berubah meskipun aku membuat kesabaran yang kau miliki nyaris hilang karena tingkah ku "


" dan semoga kau selalu seperti ini, aku tidak akan pergi meski kau menyuruhku pergi, dan aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu meski kau berkata kau sudah tidak mencintaiku lagi, aku akan selalu berada disisimu sampai ajal menjemputku " ucap Zahra sambil membelai wajah sang suami, tapi sesaat kemudian Zahra dibuat kaget tatkala sang suami membuka matanya dan memandangnya secara tajam, Zahra tau jika suaminya memandangnya dengan tajam pasti suaminya itu mendengar segala ocehannya.


" sudah berapa kali ku ingatkanmu honey untuk mengenyahkan pikiran buruk itu dari dalam pikiranmu, jangan pernah merendah dengan mengatakan kau beruntug karena berada disampingku justru sebaliknya aku yang beruntung bisa berada di samping wanita cantik, kuat, bijaksana, penyayang, dan cerdik ( cerdas dan licik ya bukan slogan iklan yang selama ini di iklankan ) seperti dirimu "


" dan ingat aku tidak akan menyuruhmu pergi dari sisiku dan jika kau sampai pergi dari sisiku maka akan kupastikan aku akan menemukan mu dimanapun itu, tak perduli kau berada di lubang semut sekalipun aku pasti akan menemukanmu, jadi enyahkanlah pikiranmu tentang bayangan dari kemungkinan terburuk yang akan terjadi karena itu semua hanyalah ketakutanmu yang mendominasimu hingga menimbulkan khayalan tentang keadaan terburuk yang akan menimpamu "


" cobalah untuk melupakan hal itu sehingga bayangan masa depan yang cerah dan bahagia yang akan kau halusinasikan " ucap Rashid dengan panjang lebar.

__ADS_1


Rashid dan Khawlah benar benar sudah lelah dengan pembahasan yang berlangsung selama ini, mereka berdua bingung penjelasan seperti apalagi untuk menyakinkan Zahra.


" baiklah begini saja, untuk menghentikan ketakutanmu dan halusinasi buruk yang bergentayangan di kepalamu, dan kami sudah bingung dengan penjelasan apalagi yang harus kami berikan karena mungkin setiap penjelasan panjang lebar yang kami lontarkan belum membuatmu puas, jadi ayo beritahu aku hal apa yang harus kulakukan agar kau percaya dan itu terhenti dan kaupun tenang, kami sudah lelah " ucap Rashid sambil membelai wahah Zahra


" ngga gitu mas, aku hanya terlalu mencintaimu ditambah posisiku sebagai istri kedua dan masa lalu yang menyulut karma itu datang, mas hanya perlu memberiku kekuatan, keyakinan, cinta dan terus mendukungku serta selalu sabar menghadapi emosiku yang labil " ucap Zahra sambil tertunduk mengeluarkan air matanya.


" tentu akan mas pastikan selama mas masih bernafas mas akan selalu berada disampingmu menjadi priamu, bodyguardmu, sahabatmu, sekaligus suamimu dan akan mas pastikan cinta ini selalu untukmu tak akan pernah terbagi ke wanita manapun " ucap Rashid sambil tersenyum dan mengusap air mata Zahra lalu memeluknya erat.


" sayang, ayo mandi bersama, biar aku yang menggosok seluruh tubuhmu " ucap Rashid dengan bersiap untuk bangkit.


" NO, mandilah sendiri, jika aku mandi bersamamu pasti akan sangat lama siapnya dan itu memuakkan " ucap Zahra dengan wajah cemberut, tapi bukan Rashid namanya kalau tak berhasil meraih keinginannya, tak memperdulikan Zahra yang cemberut dan terlihat waspada, Rashid langsung saja menggendobg istrinya ala bridal style.


" yakkk, mass turunkan aku " ucap Zahra lalu memasang wajah cemberutnya, karena gemas dengan bibir Zahra yang manyun Rashid pun mengecupnya.


Rashid lebih dahulu menyabuni seluruh tubuh istrinya dan mengeramasi rambut isyrinya yang sudah lengket dengan keringat karena pergulatan panas mereka tadi malam.


setelah selesai mandi Rashid menghanduki tubuj Zahra, sebenarnya Zahra ingun narah karena Rashid memperlakukannya seperti orang lumpuh yang tak bisa apapun


" mas udah dong, aku itu bisa sendiri loh mas" ucap Zahra yang kini tengah berada di gendongan Rashid.


" sudah yang kamu dia aja, kamu itu ratuku dan aku pelayan setiamu yang akan selalu setia berada di sampingmu dengan cinta dan kesabaran yang tak terhingga " ucap Rashid sambil tersenyum

__ADS_1


" lebay deh gombalan kamu mas, belajar dari mana sih kok makin pinter aja gombalnya " ucap Zahra yang kini tengah dipakaikan baju oleh Rashid.


" ketika cinta menyeruak ke dalam hati dan memenuhinya maka akan secara otomatis sel otak bekerja memproduksi segala gombalan dan kata kata manis berbisa " ucap Rashid dengan senyum yang tak pudar lalu mendudukkan istrinya di meja rias dan mengeringkan rambut istrinya dan membantu istrinya menata rambut.


" mas aku kan sudah selesai sementara kamu belum sama sekali " ucap Zahra


" lalu? " ucap Rashid sambil mengerutkan keningnya


" kita gantian, kini aku yang melayanimu, hari ini kamu ada acara mau kemana ngga mas " ucap Zahra


" oh iya hari ini mas akan ke kantor sebentar untuk mengambil berkas lalu pulang dan menemanimu kembali disini " ucap Rashid


" sekarang ayo aku akan membantu mu dan memilihkanmu baju kasual yang cocok untukmu kekantor mas " ucap Zahra dan tiba tiba saja matanya tertuju pada sweater turtle neck berwarna cream caramel yang cocok dipadukan dengan celana jenis Chino.


" ahhh tapi setelan ini tidak akan cocok untuk mu, kau terlalu tua mas " ucap Zahra sambil memandang Sweater tersebut.


" maksudmu Honey " ucap Rashid


" haisss, mungkin wajahmu bisa menutupi usiamu dan kau terlihat keren memakai ini, tapi statusmu itu sama sekali membuatmu tak cocok memajai baju ini " ucap Zahra


" kenapa memang dengan statusku " ucap Rashid

__ADS_1


" ayolah mas, kau itu ayah dari seorang anak remaja yang berusia 15 tahun, dan jika kau memakai ini kau akan terlihat seperti abangnya bukan ayahnya dan masalahnya aku akan bingung membedakan yang mana putraku dan yang mana suamiku karena kalian akan terlihat sama mudanya " ucap Zahra sambil tertawa dan Rashid hanya bisa tertawa sambil memeluk istrinya itu.


" ambilkan saja pakaian itu biar aku kenakan" ucap Rashid


__ADS_2