
sebelum Zahra berdiri tepat dihadapan Rashid dan jarak yang berkisar 20 Cm Rashid sudah mengulurkan tangannya kepada Zahra dengan senyum yang tak pernah luntur, hingga akhirnya Zahra berada tepat di depannya.
Zahra dengan senang menyambut uluran tangan tersebut, dan mereka berjalan bersama hingga tepat di depan kursi pelaminan mereka mendudukkan bokong mereka.
" Honey, rasanya aku ingin sekali membuang gaun sialan ini, dia membuatmu berjalan terlalu lama sehingga membuatku harus menunggu dengan gelora yang terlalu membuncah dan menyiksa batinku " ucap Rashid berbisik ditelinga Zahra
" hahaha, kau ada ada saja mas, mana mungkin aku membuang gaun yang harganya Fantastis begini, daripada kubuang lebih baik ku lelang dipelelangan dan hasil lelangnya aku donasikan ke beberapa yayasan saja " ucap Zahra
" kau benar sayang " ucap.Rashid
" tentu saja, istrimu ini kan memang harus slalu benar mas " ucap Zahra
selama di pelaminan, Rashid terus saja menggenggam tangan Zahra hingga acara selesai tepat sebelum Zuhur, tapi jangan senang dulu, masih ada acara nanti malam sehabis isya' yang sudah pasti dengan gaun ribetnya 3 kali lipat dari gaun yang dipakainya sekarang. bahkan Zahra sudah lemas hanya dengan membayangkannya saja .oh lord cantik saja harus ribet banget prosesnya.
kini Rashid dan Zahra tengah dikamar sembari menikmati makan siang yang telah disediakan, tapi tepatnya hanya Zahra yang menikmatinya pasalnya Rashid hanya menjadi tukang suap si Tuan Putri, bagi Rashid Zahra adalah yang terpenting diatas segalanya, bahkan jika dia disuruh memilih untuk melepas hartanya atau Zahra jujur Rashid lebih memilih melepas harta dan gemerlap nya keindahan dunia.
serterahlah orang mau bilang dia terlalu bucin atau apalah itu ia tak perduli selagi kelakuannya itu tak mendapatkan kecaman dari Zahra ataupun mengusik ketenangan Zahra ia akan terus melakukannya.
" udah mas aku udah kenyang banget ini, kamu aja yang habiskan aku sudah tidak kuat" ucap Zahra yang benar benar merasa bahwa perutnya sudah akan meledak saking banyaknya makanan yang masuk
__ADS_1
" tapi, dari tadi kamu juga ngga ada makan, juga nanti malam kamu harus pakai gaun super itu dan berdiri semalaman jadi kau harus siapkan energimu agar Full dan sanggup menanggungnya " ucap Rashid
" No aku ngga mau " ucap Zahra dengan cemberut dan memalingkan wajahnya dari hadapan Rashid
dan akhirnya Rashid pun menyerah daripada ia memaksa dan berujung maut baginya lebih baik dia mengalah pikir Rashid.
setelah itu Zahra membaringkan tubuhnya di ranjang King Size tersebut. tapo ia tak bisa tidur sampai akhirnya Rashid datang dan membaringkan tubuhnya disamping Zahra.
" ada apa kok kamu tidak tidur, kamu itu harus tidur agar energimu bisa terisi Full untuk nanti malam " ucap Rashud sambil mengelus elus pucuk kepala Zahra
" ia aku tau tapi masalahnya aku ngga bisa tidur " ucap zahra manja sambil mendekat ke arah Rashid dan bersandar di dada bidang Rashid
dan akhirnya Zahra tidur dalam dekapan Rashid dengan tangan Rashid yang tak hentinya mengelus elus kepala Zahra hingga Zahra tertidur dengan pulas meski Zahra sudah tertidur dengan pulas sehingga pelukannya sudah sedikit merenggang, Rashid tetap saja posesif dengan memeluk Zahra lebih erat lagi.
dan kini setelah 2 jam Zahra tertidur ia tengah di Make Up pin untuk acara nanti malam dan ini adalah hari terakhir penyiksaan untuknya sedangkan esok malam hanya tinggal perkumpulan para lelaki yang memang sudah menjadi tradisi dari pernikahan yang ada di Dubai dan selah tak beberapa lama Zahra sudah keluar dari Walk In Closet dengan gaun yang super duper mewah bertabur berlian disetiap jengkalnya dan jumlah berlian yang ada di gaun maupun di kerudung pengantinnya semua berjumlah 50.000 berlian yang menghiasi gaunnya bahkan ia juga memakai tiara yang lumayan berat bertabur berlian dan batu mulia berjenis Aquamarine.
memang sih ini terlihat sangat anggun bak Ratu dari sebuah kerajaan yang sangat besar tapi apakah kalian tahu seberapa tersiksanya Zahra memakai gaun super duper Wow ini, sungguh ia sangat tersiksa dengan berat dan nafas yang tercekat ia serasa ingin menangis di atas puncak gedung pencakar langit Burj Al-Khalifa agar semua penduduk Dubai tahu.
dan kini Zahra sudah sampai di depan pintu hotel tempat dimana resepsi diselenggaraknan dan disepanjang jalan tak hentinya Zahra mengumpati gaun pilihan dari Ibu Mertuanya tersebut.
__ADS_1
saat pintu hotel terbuka dan menampilkan Zahra yang bak Seorang ratu pun sontak mata semua memandang ke arah Zahra dengan tatapan dan decak kagum.
" Masya Allah sungguh indah ciptaanmu tuhan, aku rasa dia adalah bidadari yang turun kebumi, kalau tahu begituh waktu itu aku saja yang menggantikanmu kak untuk menerima undangan yang diberikan pihak hotel keluarga Adijaya " ucap seorang pria bernama Hamdan al Dhaheri adik dari Suhail al Dhaheri.
" iya cantik sih emang sungguh luar biasa kecantikannya tapi kelakuannya bak sejuta ekor singa yang siap menerkammu hidup hidup " ucap Suhail membalas ucap adiknya yang terjatuh kedalam pesona Zahra
" halah kamu kan sok tahu kak, kalau memang begitu mana mungkin Kak Rashid mau, terlihat dari wajah dan tatapannya saja ia sudah bisa didefenisikan sebagai wanita yang sangat lembut dan itu sudah pasti, bahkan aku sangat yakin tapi disatu sisi lainnya dia memang punya sifat bak singa si Raja hutan bila diganggu ketenangan hidupnya dan sifat yang kau lihat itu memang benar dia bak sejuta ekor singa yang siap menerkammu hidup hidup tapi sifat itu akan keluar jika ia diganggu sekarang aku percaya dengan rumor yang beredar kalau pewaris keluarga Adijaya adalah singa bisnis yang tertidur " ucap Hamdan panjang lebar sembari menatap Zahra dengan pandangan kagum
" dari mana kau mendengar rumor bisnis itu?" ucap Suhai dan seorang pria yang bernama Faisal Al Futtaim adik sepupu Rashid yang tak lain anak dari Bibik Aisyah.
" dasar manusia kurang Update, yang satu tahanan singa yang satu lagi bujangan tua yang aku rasa tidak akan laku lagi di mata wanita dalam beberapa tahun kedepan " ucap Hamdan sambil tertawa
" heu manusia planet dan adik lucknut kami itu tanya darimana kau dapat berita itu bukan mengejekku, walaupun aku nanti sudah tua aku akan tetap tampan bak pangeran berkuda jadi jangan menghinaku " ucap Faisal dengan raut wajah kesal yang tak tertahan
" aku tau kau akan tetap tamoan meski usiamu nanti sudah 50 tahun Kaj Fausal tapi aku yakin stamibamu diranjang akan berkurang sehingga membuat mu tak laku lagi dimata para wanita " ucap Hamdan dengan suara terbahak yang keras
" sudah puaskan, kalau sudah puas sekarang lebih baik kau jawab saha oertanyasn kami sebelum membuat kesabaran kami habus dan berakhir memutilasi tubuhmu untuk dijadikan sarapan lezat bagi Jaguarku dikandang yang sudah lama tak mendapatkan mangsanya " ucap Faisal dengan kesal
" iya iya...sebenarnya aku tahu ini karna aku kan sering kumpul kumpup bisnis " ucap Hamdan yang srkarang sudah terlihat takut.
__ADS_1
" ihh serem banget si bujangan tua ini kalau marah walaupun memang masih sangaran kak Rashid sih " bathin Hamdan dalam hati.