
setelah selesai mandi dan bersiap siap Zahra pun keluar dengan setelan Overall dress santai, dan Zahra melihat suaminya saat ini tengah duduk dan sibuk dengan ponselnya, Zahra duduk disamping suaminya lalu berkata kepada suaminya itu.
" mas cepatlah mandi, lalu temani aku jalan jalan " ucap Zahra.
" oke Honey " ucap Rashid sambil meletakkan HP nya diatas meja dan beranjak pergi menuju kekamar mandi.
dan tak lama kemudian terlihatlah Rashid yang keluar dari Walk in Closet dengan setelan kasualnya.
" ayo yank, katanya mau jalan jalan " ujar Rashid dengan senyum yang merekah.
" ayo deh " ucap Zahra
akhirnya Zahra dan Rashid pun keluar dari rumah dan berjalan jalan disekitar desa, tapi baru sesaat berjalan sudah membuat Rashid lemas
bukan karena mereka berjalan terlalu lama dan jauh tapi Rashid lemas karena ia terus terusan berfoto bahkan jepretan foto itu bukanlah sedikit melainkan sudah berpuluh puluh jepretan
bahkan istrinya itu tak segan segan menyuruh Rashid mengulang terus menerus jika jepretan foto yang dihasilkan belum bagus.
mungkin bagi yang hobi selfi ini adalah hal yang biasa tapi bagi Rashid ini adalah hal yang sangat luar biasa, andai disuruh memilih untuk berantem antar genk mafia atau berfoto, jujur Rashid lebih baik memilih berantem antar gengk mafia yang biasa ia lakukan daripada harus berfose dengan gaya yang sepertinya tak ada habis dan mengenal garis final.
jika ia menolak maka sudah bisa dipastikan bahwa istrinya ini akan merajuk berkepanjangan spenjang jalan kenangan, dan ditambah istrinya ini sangat sulit untuk dibujuk.
" yang udah dong, kamu katanya mau menikamati pemandangan tapi ini apa, kamu malah foto foto begini, aku juga udah capek ini yank selfie terus, itu juga kan fotonya udah banyak, udah berpuluh puluh kali kita pose " ucap Rashid dengan menahan kesal
" ihh kamu mah ngga asik, kalau memang cuma mau buat bayi ngapain juga sampe ke inggris di rumah juga bisa dan sekarang udah sampe sini aku mau nyia nyiain kesempatan untul selfie?, oh ya tidak lah! "
" dan asal mas tau aku itu disetiap tempat pariwisata pasti aku slalu selfi dan minimal ada 15 foto jadi ayo kita selfi lagi nanti juga kalau jelek paling juga disimpan di kotak " ucap Zahra dengan nada santainya
__ADS_1
" apa kamu bilang di setiap tempat pariwisata pasti minimal 15 foto, jadi selama ini sudah berapa album foto yang kau punya" ucap Rashid
" ya puluhan lah mas pastinya, udahlah bahas album Fotonya itu nanti aja sekarang ayo kita foto lagi, satu aja habis ini udah aku janji " ucap Zahra dengan wajah menelas dan mata puppy eyes nya yang membuat seorang Rashid tak kuasa menolaknya.
karena terlalu lelah berjalan jalan keliling di sekitaran desa Biburry yang lebih tepatnya cape selfi di setiap tempat kini Rashid dan Zahra sedang duduk di bangku taman, hingga akhirnya Zahra memilih untuk membuka suaranya diluan.
" mas, nanti kita kalau punya anak mas mau berapa anak " ucap Zahra dengan kepala yang masih setia berada di atas pundak Rashid.
" nanti kalau kita punya anak sih cukupnya 2 aja sih maunya tapi kalau di kasih lagi setelahnya pasti diterima lah " ucap Rashid
" kok cuma 2 sih mas, aku kan juga pingin seperti kak khawlah punya anaknya banyak " ucap Zahra
" yaudahlah nanti kita buat terus biar dedeknya segera berada di dalam sini, biar sampai punya 10 anak " ucap Rashid mendengar kata 10 anak dari Rashid membuat Zahra tertawa senang
" makasih ya mas sudah mau memberikanku seorang anak " ucap Zahra
" kamu itu lucu banget sih Honey, seharusnya yang berterima kasih itu aku bukan kamu, karena kamu sudah siap menerima benihku " ucap Rashid sembari memandang ke arah langit
" tidak semua orang indonesia, yang sudah menikah ataupun yang masih muda seperti aku ini memiliki cita cita untuk memiliki anak itu cukup 2 saja, tapi ada juga yang berfikiran untuk memiliki anak yang banyak, contohnya saja aku, aku ini termasuk salah satu pemudi yang menginginkan banyak anak, apalagi suaminya seperti kamu mas 100 anak pun bisa kamu hidupin apalagi kalau cuma 11 anak ya kecil lah " ucap Zahra dengan senyum manisnya. Rashid hanya menanggapi omongan Zahra dengan senyuman
" tapi apa kau sudah benar benar berfikir? membuat mereka dan mengandung mereka mungkin adalah hal yang tidak terlalu sulit tapi melahirkan mereka adalah hal yang menyakitkan bukan, dan apa kau sudah siap dan yakin untuk berkali kali merasakan sakit itu nantinya " ucap Rashid
" tentu saja aku siap dan yakin, semua ibu akan siap dan rela meskipun kami ini para ibu harus menanggung sakit yang luar biasa, tapi itu tak masalah bahkan nyawa kamipun akan kami berikan secara cuma cuma jika mereka memintanya " ucap Zahra
" kau memang aneh Honey, ketika wanita lain berfikir untuk memiliki anak hanya 1 atau 2, tapi kau berfikir untuk memilih memiliki banyak anak " ucap Rashid sambil merangkul Zahra dengan erat.
" pemikiranku tentang memiliki anak itu tak aneh dan berbeda dari kebanyakan wanita, hanya saja keadaan yang membuat pemikiran kami berbeda, aku bisa berfikir untuk memiliki anak yang banyak itu karena suamiku kaya dan bisa mencukupi semua kebutuhan diriku dan anak anakku nantinya, tapi andai suamiku seperti mereka yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan istrinya saja sudah sulit dan memiliki 1 anak saja sudah hebat lantaran keuangan yang tidak memadai, bukan menolak tapi untul apa dikasih tapi tak bisa menjaganya, anak itu amanah yang wajib dijaga dengan baik " ucap Zahra panjang lebar
__ADS_1
" oh jadi seperti itu ya yank, jadi jika aku tidak memiliki apapun gimana? " tanya Rashid
" ya mungkin aku akan tetap berada disampingmu dan tetap setia menemanimu dalam susah mu, tapi pemikiranku tentang anak yang sudah jelas berbeda dan berubah, aku akan berfikir untuk memiliki 1 atau 2 anak saja " ucap Zahra, jawaban yang keluar dari mulut Zahra membuat Rashid tersenyum, tanpa mengetes kesetiaan dari istrinya ini, Rashid sudah tahu bahwa istrinya ini benar benar setia
Rashid juga tak bodoh karena cinta, ia juga tidak buta tapi ia rabun, yang artinya ia masih bisa untuk menilai dan melihat.
masa remaja Rashid dihabiskan di dunia gelap membuatnya dituntut untuk cerdik dan licik tidak hanya dituntut untuk tangkas dan handal disegala bidang persenjataan tapi dituntut harus mengerti semua hal termasuk pemikiran musuh baik dari raut wajah, mata ataupun gelagat tubuhnya. dan hal ini membuat Rashid sudah paham tentang kejujuran dan kebohongan.
" sayang ini sudah sore, apa kau tak ingin pulang " ucap Rashid
" iya juga mas, udaranya juga sudah mulai tak bersahabat di kulitku " ucap Zahra, lalu berdiri dan dikuti oleh Rashid, mereka berjalsn dan tak lama sudah sampai di rumah.
begitu sampai dirumah Zahra langsung menuju kedapur untuk memasak lalu naik ke kamar untuk mandi, dan saat ia masuk ke Walk in Closet ia melihat suaminya itu kini tengah berdiri didepan pintu kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggulnya.
Zahra yang melihat hal itu pun langsung berbalik ingin berjalan untuk keluar tapi dengan sigap Rashid menahannya lalu memeluknya dari belakang.
" apa adik ku sudah bisa memakan roti belah kembali " ucap Rashid sambil mengendus endus lehernya Zahra
" iya tapi nanti dong mas, aku juga belum mandi ini " ucap Zahra
Rashid yang tak menerima penolakan pun langsung melucuti pakaian Zahra satu persatu hingga membuat tubuh mulus nan indah itu kini tak berbalut meski hanya 1 benang pun
Zahra yang saat ini tengah berada diatas langit pun sudah tak bisa berfikir kembali, ia sudah dikuasai oleh kenikmatan yang diberikan oleh Rashid.
hingga a*** k**** Rashid masuk kedalam **** ***** milik Zahra. dan membuat Zahra mengeluarkan desahan dan terjadilah permainan kuda kudaan di ranjang king size tersebut.
setelah 3 jam bergulat tak membuat Rashid puas bahkan mengulsnginya kembali, Rashid sungguh dibust gila oleh kenikmatan tang diberikan oleh Zahra
__ADS_1
" Mamas udah dong, Zahra udah capek " ucap Zahra sambil memeluk tubuh Rashid
" iya yank bentar lagi nanggung ini " ucap Rashid sambil terus menarik ulur ****** di ***** Zahra. dan nyatanya kata srbentar lagi itu tak lah 5 menit tapi 30 menit, hingga Rashid tumbang di samping dan memeluk istrinya yang sudah terkulai lemas sejak tadi dan berakhir tertidur.