
setelah sampai dikantin Zahra, Isnani dan seorang lelaki duduk di meja pojok di susul oleh Rashid dengan muka masam nya.
" oh iya siapa pria ini Nik, aku kayak pernah lihat " ucap Zahra
" ini Ravi lo Zar " ucap Isnani
" ohhh ya waktu itu kamu bilang " ucap Zahra
" iya " ucap Isnani
" ohh hallo aku Aulia Azahra Sinaga " ucap Zahra kepada Ravi, Zahra memang tidak pernah menggunakan nama Adijaya jika memperkenalkan diri kepada orang lain kecuali kliennya.
" ohh hallo aku Nasrul Ravi " ucap pria itu yang bernama Ravi
" oh iya kalian mau pesan apa " ucap Zahra
" aku sama Ravi nasi goreng minumnya jus jeruk " ucap Isnani
" mbak aku pesan kue mentega dengan selai coklat, jusnya Apel, nasi goreng 2 dan jus jeruk 2 " ucap Zahra tanpa memesankan juga untuk Rashid
" Honey kamu ngga pesenin buat aku " ucap Rashid, Isnani dan Ravi yang mendengar pertannyaan memelas dari Rashid hanya bisa teetawa
" oh iya lupa, emang kamu mau pesan apa mas " ucap Zahra
" mbak aku pesan kopi expresso dan steak tanderloin 1 " ucap Rashid
" baik la tunggu sebentar ya " ucap pelayan tersebut. tak lama kemudian makanan yang mereka pesen pun datang, tapi yang menghantarnya adalah seorang Chef yang ditugaskan mengawasi makanan dan Gizi yang diserap sama Zahra
" Nona anda memang tidak niat untuk memesan nasi pada saya " ucap Chef tersebut yang bernama chef Anggara
ANGGARA ABRAHAM NATHANIEL : seorang lelaki tampan yang bekerja sebagai chef hanya demi mengawasi asupan makan dan Gizi yang diperlukan sang adik sepupu perempuannya, dia sebenarnya bekerja di perusahaan Ayahnya di Jakarta.
" heh yaudah deh pesan nasi seperti biasa " ucap Zahra, Zahra mengerti ucapan Anggara yang biasa di panggil kak Garra ini mengisyaratkan ancaman bahwa ' tidak makan nasi tinggal dirumah utama ' dan hal itu adalah hal yang paling dihindari oleh Zahra. jangan sampai ia pulang ke rumah yang sudah bak Neraka itu baginya
" gitu dong jadi kucing Anggoraku yang penurut " ucap Anggara sambil mengacak acak rambut Zahra hingga berantakan
" heh dasar kakak tak ada akhlak, rusak kan rambut ku " gumam Zahra mengumpat Kak Garra sambil merapikan rambutnya tapi dengan siaga Rashid membalik tubuh Zahra untuk menghadap ke dirinya dan berkata
" sudah honey, bibir wanita itu tidak boleh slalu mengumpat, karena bibir wanita yang slalu mengumpat itu dilarang dinikahi " ucap Rashid sambil membereskan rambut Zahra
" tapi mas Kak Garra itu slalu aja ngancem aku kalau kau ngga pesan nasi, dan asal mas tau yang buat aku makin sebel sama dia itu dia orangnya lempeng banget tidak ada kelonggaran dalam suatu aturan, sekali langgar laangsung berjalan hukum tak ada lagi yang namanya kesempatan atau negoisasi " ucap Zahra
" yang bagus dong berarti dia orang nya disiplin dan tegas, juga kalau dia seperti itu ke kamu berarti dia sayang sama kamu, dia ngga mau kamu sakit " ucap Rashid menenangkan api di dalam hatinya Zahra karna kesal kepada Kak Garra. dan tak lama kemudian nasi nya pun datang
" ini nasi kamu, harus di habiskan awas kalau kamu buang atau kamu suruh orang lain makan " ucap Anggara yang sudah tau watak licik adiknya, intinya prinsipnya itu kalau ngehadapin adiknya ini ' kamu licik aku bisa lebih licik ' karna kalau ngga gitu kalian bakal slalu kalah .
bahkan klien asing pun pernah juga ia perlakukan seperti itu, ia dengan otak licik ya berhasil memenangkan tender terbesar di dunia pada saat itu yang berkolaborasi dengan perusahaan nya Rashid, tapi memang di akui hasilnya pun juga sangat mencengangkan. adiknya itu memang patut di acungi 50 jempol untuk otak liciknya itu
" iya iya udah sana, mau muntah aku lihat Kak Garra " ucap Zahra yang membuat Garra tersenyum, ia mengecup pipinya Zahra sebelum pergi.
" ihhh kalian dari tadi mesra banget sih, kami jadi obat nyamuk nih kayaknya " ucsp Isnani
__ADS_1
" sorri nik " ucap Zahra sambil tersenyum
" oh iya Zar waktu itu orang Sarah, Yuri, Evi, Devi, Anggun, Ayu, Dimas pokoknya sekelas dulu lah pada datang ke rumahku " ucap Isnani yang langsung dipotong oleh Zahra
" terus " ucap Zahra
" ih sabar atuh belum di jelasin, jadi waktu itu orang pada tanya sama Via tentang kau, kan kau belum putus kontak sih itu sama Via, orang itu tanya begini, ' eh si Zahra masuk di Santo Thomas kan di jawab lah kan, iya sama Via bla bla bla " ucap Isnani
" sirik banget sih mereka, padahal ya awal awal aku itu ke medan sulit banget rasanya, paginya belajar sorenya kerja sampai pagi, kalau dapat ship pagi belajar malam, belum lagi harus penuhi kebutuhan memang dikasih jatah uang sama kakek tapi belum mau terima udah 4 bulan aku jadi HRD barulah aku bergaji lumayan juga barulah kuterima uangnya selama ini, disitulah mulai sedikit ringan beban ku, kalau ingat ingat dulu ihhh hidupku luntang lantung ngga jelas di jalanan makan pun ngga keurusan ihh gila lah, yah sama seperti gaya hidup anak rantau sulit, ngga enak tapi karna aku memang udah jadi brandalan kian itu sedikit mudah " ucap Zahra panjang kali lebar.
" berarti kayak hidup di negara orang lah ya " ucap isnani
" iya nik, tapi jujur kalau di negara orang itu kan istilahnya TKW dia dari sini memang udah ada tawaran gitu, jadi sampai disana tinggal kerja, juga udah ada tempat tinggal ada tanggungan makan yang jadi masalah paling baik atau tidaknya tuh majikan kalau baik alhamdulillah kalau ngga ya nasib bruknya lah.
beda sama aku ngga ada tempat tinggal, makan pun ya seadanya ah ngga enaklah ngga ada duit ngga makan intinya ngga enak, susah banget berdikari dari nol " ucap zahra panjang lebar mengingat masa sulitanya dulu yang menyeramkan
" yaitu di bilang sama Via, kalau kalian ngga tau perjuangannya itu diam " ucap Isnani dan setelah mengobrol ini dan itu, Isnani dan pacarnya pamit untuk pulang
" aku pamit ya Zar " ucap Isnani
" iya hati hati di jalan ya " ucap Zahra, tak lama selang kepergian Isnani Zahra dan Rashid pun duduk ditaman.
1 BULAN KEMUDIAN
terlihat Zahra sedang di make over oleh MUA, dan dikamar itu terlihat semua sedang sibuk ada yang menyiapkan gaun dan lain lain.
sementara diluar tepatnya di pintu masuk keluarganya Zahra menyambut kedatangan keluarga mempelai pria dan MC yang bertugas pun segera memberikan kata sambutannya
" selamat datang kami ucapkan kepada rombongan keluarga besar calon pengantin pria, keluarga besar Al Ghurair. suatu kebanggaan dan kebahagiaan karena pagi ini kami kedatangan keluarga Al Ghurair yang jauh jauh datang dari Dubai, Uni Arab Emirates " ucap MC pria tersebut
" Alhamdulillah prosesi pengalungan rangkaian bunga telah selesai, dan semoga saja acara akad yang sebentar lagi akan kita laksanakan berjala lancar tanpa ada halangan, selanjutnya kami persilahkan rombongan mempelai pria untuk masuk ke ruangan dan duduk di kursi utama yang telah kami sediakan " ucap MC tersebut
" puji syukur kita panjatkan kepada tuhan YME, atas kasih sayangnya hari ini Senin 20 Mei 2024 kita semua bertemu pandang dalam rangkaian acara prosesi akad nikah antara Aulia Azahra Adijaya Sinaga yang merupakan putri tunggal dari Bapak Agung Adijaya Sinaga dan Ibu Wiwin Andriani Manurung dengan Rashid bin Humaid Al Ghurair yang merupakan putra bungsu dari Yang Mulia Tuan Humaid bin Hamdan Al Ghurair dengan Yang Mulia Nyonya Fatima bin Zayed Al Dhaheri dan tak lama lagi dua hati yang terpaut dalam satu janji yang akan merubah nya menjadi halal dan janji yang akan merubah setiap hal menjadi rangkaian ibadah yang luar biasa. dan kami persilahkan untuk Ibu Wiwin juga Nyonya Fatima untuk maju dalam proses serah terima mahar " ucap MC tersebut
Mamanya Zahra maju untuk mengambil seserahan yang di serahkan oleh Nyonya Fatima. Nyonya Fatima menyerahkan 5 koyak yang berisi 2 kalung berlian, 1 kalung liontin keluarga yang hanya dimiliki oleh anggota keluarga Al Ghurair, 1 set kalung dan juga sepasang high hells dan semua itu disiapkan langsung oleh Nyonya Fatima, Khawlah, Maryam dan Fatma binti Mansour yang ikut juga ke acara pernikahan karena penasaran dengan wajah sang mempelai wanita bahkan setelah dipersilahkan masuk ia langsung naik ke tangga untuk ke kamar Zahra.
setelah acara seserahan tibalah sang mempelai turun digandeng oleh 3 wanita yaitu Khawlah, Maryam dan Fatma binti Mansour.
" ihhh calon mantu ku cantik banget sih, kok mau sih nak sama anak Ummi padahal udah tua gitu lo udah jelek, mending sama cucu ummi Humaid 11 12 loh tampan nya " ucap Nyonya Fatima
" ihhh ummi kok gitu sih, namanya cinta hahaha " ucap zahra
Zahra turun dengan riasan adat batak toba dan kebaya merah maroon bertabur swarovski. Zahra duduk di samping Rashid yang menggunakan baju khas Arab yaitu baju panjang berwarna putih, sorban dan jubah kebesarannya.
" Honey kamu masih mau kan nikah sama aku, kamu ngga kemakan sama omongan ummi untuk bersanding dengan keponakan aku " ucap zahra
" et dahh nih orang ya jelas ngga lah ada ada aja sih kami mas, ya kali cuma di becandain gitu langsung berubah " ucap Zahra
" apa mempelai pria nya sidah siap " ucap Pak penghulu dan diangguki oleh Rashid
" silahkan pak Agung untuk melaksanakan ijab qabulnya " lanjut panitia tersebut
__ADS_1
" Aku nikahkan dan kawin kan engkau Rashid bin humaid Al Ghurair dengan putriku Aulia Azahra Adijaya Sinaga binti Agung Adijaya Sinaga dengan mas kawin uang sebesar 2.500.000 Dirham dan berlian seberat 30 gram di bayar tunai " ucap Agung sambil menjabat tangan Rashid
" Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyut taufiq " ucap Rashid dengan lantang lalu Zahra mencium ta gan Rashid dan Rashid mencium kening Zahra
" Alhamdulillah acara ijab qabul nya berjalan lancar, dua hati telah disatukan dalam ikatan yang sah dan semoga sakinah mawaddah warahmah dan segera diberikan momongan " ucap MC tersebut lalu acara dilanjutkan Foto foto dengan keluarga.
" sekarang kamu udah jadi istrinya Rashid dan juga menantunya Ummi semoga ka.u bahagia slalu dan sehat terus ya nak, semoga Sakinah Mawaddah Warahmah bersama sampai maut memisahkan ingat Ummi tak ingin ada kata cerai diantara kalian, kalau ada masalah diselesaikan secara dingin jangan secara emosi " ucap Nyonya Fatima
" iya Mi makasih ya udah mau terima aku jadi menantu Ummi " ucap Zahra memeluk Nyonya Fatima, dan setelah itu Zahra dan Rashid masuk ke kamar
" mbak mari biar dibersihkan Make up nya " ucap MUA tersebut
" ohh iya mbak, berarti nanti malam saya di Make Up lagi dong ya " ucap Zahra
" iya mbak " ucap MUA tersebut sambil menghapus Make up dan membuka Aksesoris rambut nya dan setelah selesai datang seseorang yang datang memberikan makan untuk makan siang
" makasih ya mbak " ucap Zahra
" iya " ucap pelayan tersebut lalu keluar dari kamar tersebut
" Honey kamu kok belum ganti baju " ucap Rashid dari arah ruang Walk in Closet
" hehehe ngga bisa bukanya " ucap Zahra
" kemari biar aku bukain kebaya nya " ucap Rashid, Zahra dengan ragu mendekat meskipun ada rasa takut
" udah lah persetan dengan malam pertama, juga ngga mungkin lah dia mau belah duren nya sekarang, yang penting nih baju di buka dulu dah risih gue gatel banget gue pakai baju ini " ucap Zahra dalam hati
" udah sana pakai baju dulu setelah itu kita makan siang bareng " ucap Rashid
" iya mas " ucap Zahra sambil pergi ke dalam Walk in Closet, setelah selesai Zahra pun keluar dan makan bersama Rashid
" mas " rengek Zahra
" apa Honey " ucap Rashid
" ayo tidur " ucap Zahra
" oke ayolah " lalu mereka naik keranjang untuk tidur, Rashid dengan posesif memeluk perutnya Zahra yang tidur membelakangi Rashid
tak terasa waktu sudah malam bahkan Zahra sudah selesia di make over dan hanya tinggal jalan ke pelaminan dan benar saja tak lama Rashid pun datang laumerekakeluar sesampainya di tangga semua pada melihat ke arah Zahra dan Rashid. mereka berjalan dengan santai dan Rashud berjaga bila nanti Zahra terjatuh denga gaunnya.
Zahra dan Rashid naik ke pelaminan dan tam lam kemudian terdengan MC berkata bahwa waktunya untuk berdansa
" Honey ayo dansa " ucap Rashid
" tapi mas aku ngga bisa " ucap Zahra
" harus bisa dong Honey, kita kan pengantinnya berarti kita wajib ikut, kalau kamu ngga bisa dansa ikuti aku saja Honey, oke Honey " ucap Rashid yang dengan terpkasa di angguki oleh Zahra lalu mereka bangkit dan berdansa dengan mesra sesekali Rashid mencium bahkan ******* bibirnya Zahra. kini jam sudah menunjukka jam 10.00 malam yang artinya tinggal pesta muda dan mudinya saja, Zahra dan Rashid pun masuk ke kamar.
Zahra tak gugup karna Rashid bilang tidak akan menyentuhnya Hari ini mereka pun alhirnya tidur dengan saling memeluk
__ADS_1
#######
holla salam dari aku GREENRRR, maaf kalo dialognya kurang banyak ya guys