Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 34


__ADS_3

Khawlah yang mendengar kata kata seperti itu mengerutkan dahinya, sebenernya apa maksud dari Zahra berbicara seperti itu.


" jangan berbicara seperti itu Zahra, jujur aku yang merasa bersyukur atas kehadiranmu di tengah tengah kami, kau berhasil membuat Rashid berubah di saat pertama kali melihatmu.


dia yang kejam dan dingin sedikit demi sedikit berubah walaupun perubahannya hanya bisa dirasakan oleh orang orang terdekatnya seperti Ummi, Abi, Bibi, Paman, para sepupu nya dan ya aku pun juga merasakannya.


dia yang tadinya jarang berbicara bahkan menoleh kearah kami saat kami didekatnya pun tidak, tapi setelah mengenal mu, dia berubah, dia mulai bisa diajak bercanda dan bercerita ria dan mulai bisa mengendalikan emosinya ketika ada yang menyinggungnya


bahkan ini juga di rasakan oleh anak anak, dia berubah, yang tadinya dia didefinisikan sebagai suami dan ayah dengan predikat buruk tapi saat mengenalmu dia berubah menjadi ayah dan suami yang baik untukku


dan tak lain alasanya adalah karena apa, karena dirimu, dia ingin berlatih agar nanti saat kau sudah berada digenggamannya, dia sudah menjadi suami yang baik untukmu, suami yang bisa menjadi tempat curhatmu dan bisa menjadi ayah yang baik untuk anak anak mu nantinya.


dan mengapa dia berubah sikap kepada saudara saudaranya itu karena dia ingin bisa berkomunikasi dengan baik dengan saudara saudaramu kelak, jadi jangan pernah merasa bahwa kau adalah penghancur kebahagiaan keluarga kecil kami justru kau adalah pembawa kebahagiaan bagi kami " ucap Khawlah panjang kali lebar kali tinggi hingga beranak pinak seperti Matematika sambil merangkul Zahra


jujur ia sudah menganggap Zahra sebagai adiknya, Zahra adalah seseorang yang dikirim oleh Allah untuk merubah Rashid yang begitu keras, Arogan, dingin, kejam dan seorang psycopat berdarah dingin.


" kakak membuatku merasa sebagai dewi penyinar kehidupan kalian yang menikah dengan Dewa Yunani yang tampan " ucap Zahra cemberut


" nah bener itu Zahra kami mendefinisikanmu sebagai Dewi keberuntungan kami, " ucap Khawlah dengan senyuman lembut


" tapi kak, aku tak seberharga itu untuk kalian pandang seperti itu, orang tuaku pun sama sekali tak menginginkanku, mereka menyingkirkan aku dari hidup mereka " ucap Zahra dengan nada berat karena menahan tangisnya.


" shutttt.... sudah lupakan masa masa pahit itu, sekarang fokuslah pasa lembaran baru yang kau buka dan bersama orang serta keluarga baru pula yang menganggapmu berharga dan tentunya sangat menyayangimu terutama suamimu " ucap Khawlah sambil mengusap lembut bahu Zahra.


tak terasa mereka sudah lama bercerita bahkan sudah 2 jam mereka bertukar rasa baik itu sedih ataupun bahagia yang pernah mereka rasakan dalam hidup mereka.


kini mereka berdua sedang berada di dapur sedang memasak masakan untuk dimakan nanti siang.

__ADS_1


" kak apa kau sering memasak seperti ini " Tanya Zahra


" ya aku setiap hari selalu memasak, dan berharap Rashid pulang dan memakan masakanku, tapi jangankan memakan masakanku pulangpun tidak pergi pagi buta pulang tengah malam, mungkin aku tidak masalah akan hal itu tapi anak anaklah yang bermasalah akan hal itu, tapi 2 lalu setelah dia mengenalmu dia berubah dia pigi setelah sarapan dan menghantar anak anak bahkan pulang siang untuk makan bersama kami dan sore akan pulang untuk menghabiskan waktu bersama anak anak dan pada awalnya kakak dan anak anak juga bingung


dirinya terbentur apa sehingga berubah 180° seperti itu tapi ternyata ia terbentur cintamu Zahra, sungguh hebat dan keras pukulan cintamu untukkan menamparnya dengan amat keras " ucap Khawlah dan membuat Zahra cemberut


" aissshhh... sudahlah kak dari tadi setiap pertanyaanku pasti selalu kakak balas dengan menceritakan kisah perubahannya yang seolah olah semua itu karena ku " ucap Zahra dengan cemberut


" jika kau tak mau aku bercerita tentang hal itu terus, maka jangan memancing aku denga kata kata maaf dan penyesalanmu, seakan akan kau ini penghancur, penghianat dan aku selalu menekanmu " ucao Khawlah dengan tatapan tajam


" aku kan hanya merasa bersalah kak " ucao Zahra


" Zahra kau tak perlu merasa bersalah, aku sudah menerima dirimu jauh sebelum kau mengenal aku, kau kira aku seorang Khawlah dan seorang singa Maryam mau beramah tamah sperti itu kepada orang yang belum kami kenal, oh sorry tentu tidak, kami tidak seramah dan sebaik itu, kami dan anak anak seperti itu karena kami mengenal mu


bahkan Rashid sendiri yang mengenalkanmu ke kami, dan kau tahu apa reaksi anak anak, mereke semua berbinar menatap wajahmu dan dengan mereka berkata ' bawakan wanita cantik ini kehadapan kami sebagai Ummu bagi kami ' sudah tau kan jadi hilangkan rasa bersalah mu, jangan pernah mau hidup dalam rasa bersalah karena hidup dalam rasa bersalah hanya akan membuat mu depresi dan berakhir masuk kerumah sakit jiwa " ucao Khalah dengan nada mengejek diakhir katanya


" tapi kakak seriuskan berkata seperti itu " ucap Zahra


" ah iya ya aku mengerti dan aku sudah lelah mendengarkan penjelasan kakak yang panjang lebar kali tinggi dan tentang itu itu saja " ucap Zahra dengan wajah sewotnya dan membuat Kgawlah gemas hingga berakhir dengan cubitan di pipi gembul Zahra


" gimana Rashid tidak jatuh hati dengan wanita sebaik kamu " ucap Khawlah


" tapi kakaklah yang lebih baik dari aku dalam hal apapun itu " ucap Zahra lalu di sambung dengan nada teriakan Rashid yang menggelegar ke seluruh penjuruh rumah


" SAYANG......, kau dimana " teriak Rashid, Zahra yang mendengar hal itu pun segera berlari menuju ketempat dimana Rashid berada


" kamu bisakan mas, tidak teriak teriak sepertu itu, kau bisa kan bertanya ke pelayan yang ada dirumah dimana aku berada, tidak perlu berteriak seperti orang kerasukan iblis " ucap Zahra dengan garang dsn dibalas senyuman garing sang suami

__ADS_1


" hehehe maaf yang, abisnya aku terlalu rindu" ucap Rashid


" halah lebay kamu mas, sok puitis lagi " ucap Zahra dan tak sengaja matanya menatap seorang lelaki yang hampir membuat kupingnya copot dan tak berada pada tempatnya dan yang paling menyebalnya Sekretaris suaminya itu berani menertawakan pinggannya yang berbunyi jarena duduk terlalu lana dan nyaris patah


" hey kau Sekretaris sok sangar kemari " ucap Zahra dengan melipat kedua tangannya di dada


" iya ada apa Nyonya " ucap Sekretaris Edgar saat sudah berada di depan Zahra


" kau masih ingat kan dengan ancaman yang kuberikan pagi tadi saat kita baru saja lepas landas " ucap Zahea kepada Sekretaris Edgar


" Ya Allah, kau benar benar membuatku berada didalam mautmu , sungguh kau membuatku lepas kandang Harimau masuk ke kandang Jaguar yang sedang kelaparan " bathin sekretaris Edgar


" iya nyonya saya masih sangat ingat Nyonya" ucap Sekretaris Edgar


" bagus lah jika kau masih ingat dan ya tak usah setegang itu tuan Sekretaris " ucap Zahra


" iya nyonya ada apa " ucap Edgar


" emm aku ingin melihatmu memakai dress selama 2 jam " ucap Zahra


" tapi saya kan laki laki nyonya " ucap Sekretarus Edgar


" ya aku tau tapi tampaknya tubuh sudah seperti model cocok untuk memakai dress yang sudah ku siapkan dan bentar aku ambil dulu di kamarku " ucap Zahra lalu berlari menaiki tangga


" sayang hati hati, awas terjatuh " ucap Rashid tapi tak di hiraukan oleh Zahra


##########

__ADS_1


**holla holla semuanya, salam horas medan dari aku GREENRRR, maaf kalau masih banyak typo yang bertebaran, dan terimakasih untuk semua support yang kakak berikan ke aku.


Jangan lupa Share, Vote, Like and komen ya guys**


__ADS_2