Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 4


__ADS_3

Pagi sudah menyingsing, dan matahari dengan senyum sejuta watnya sudah ingin muncul tapi waktu masih terlalu pagi.


Zahra sudah siap dengan setelan Jumpsuit off shoulder warna coklat, sneakers putih, kalung emas putih simple, anting berlian bunga dan terakhir hairstyles messy bun-nya.


" woy Win lo dandan apa tidur sih, lama amat lo, bejamur nih gue nungguin lo " ucap Zahra dengan kesal karna sudah menunggu Windi sangat lama.


" iya.....iya bentar sabar kek lo "


" lo itu dandan apa lagi mau jadi ondel-ondel di nikahan betawi " ucap Zahra


" Widih liat nih make-up lo setebel dempul " lanjut Zahra sambil mencolek pipi Windi


PLAKKKK


" noh rasain lo, jadi orang kok heboh banget, tangannya juga gliting aja " ucap Windi sambil memukul tangan Zahra


" iya...iya sorry namanya gue lagi penasaran dengan chalenge yang pernah beredar itu bener atau kagak, dan ternyata bener " ucap Zahra dengan polosnya


" chalenge..chalenge, chalenge apaan kek gini, ngerusak make-up aja "


" lagian sih lo alis udah kayak alis iblis tebelnya, bulu mata udah kayak kumis kucing panjangnya, bibir udah udah kayak abiz kenak tabokan jedirnya belum lagi nih muka udah kayak disiram tepung terigu 5 kg " ucap Zahra


" wah...wah ngejek lu ya, gue tabok mau biar kembar kita bibirnya " ucap Windi


" iya....iya mbak jago ampun dah, sensian amat jadi orang, masih pagi juga, udah ah ayo berangkat "


" elehhhh ngindar aja mulu "


dan akhirnya mereka pun pergi berangkat, tapi ya gitu di jalan pun masih aja berantem.


" woy Zahra udah berapa kali gue bilang kalau naik kreta itu pelan-pelan aja nggak usah cari mati ya, udah juga sering jatuh dari kreta tangan kaki terkilir nggak kapok juga lo" ucap Windi berteriak


" heh Windot lo kalo mau kita naik kretanya santai, lo dandan nggak usah lama amat, jadi nggak nyita waktu, ini lo dandan 1 jam mana jarak dari rumah ke hotel setengah jam nggak kebutan mah terlambat, dan kalo kita terlambat itu akan memberikan pandangan yang buruk dimata para pengunjung hotel ataupun para pekerja jadi lo diem aja santai baek ya nggak usah ngegonggong mulu ganggu kosentrasi itu namanya " ucap Zahra panjang kali lebar kali tinggi dengan nada berteriak


" iya tapi ini loh terlalu kenceng Zahra, lo dah kayak marquez tau ngga mau copot jantung gue "


" heh Windot tu jantung lo buatan China apa dari tuhan sih bisa copot gitu, buat repot aja, bilang tuh sama jantung loh jangan copot dulu ini lagi genting dan kalau dia copot gue lagi nggak ada waktu buat bawak dia kerumah sakit, lagian lo beli dari China yang terkenal KW nya "


" He gilak mana ada jantung buatan China ya jelas jantung gue buatan tuhan lah, loh nya aja yang kek setan naik kretanya " dan ini debat belum selesai masih panjang, sepanjang jalan kenangan, canda kenanganπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜†πŸ˜† sampai mereka tiba di hotel

__ADS_1


Zahra turun dengan santai diikuti Windi dibelakangnya menuju kekantin untuk sarapan pagi


" mbak pesan " ucap Windi sambil melambaikan tangannya


" iya nona mau pesan apa "


" saya mau pesan susu coklat dingin, dan salad buah ingat pakai yougurt bukan mayones dan jangan tambahkan apel ataupun tomat oke "


"oke mbak"


" dan saya mau teh hangat, dan sandwich krim dengan buah stroberi "


" oke mbak, saya permisi dulu "


" hai girls "


" hai udah sarapan ? " tanya Zahra


" hai juga " jawab Windi


" udah, kalian udah belum "


" belum, ini masih dibuat tadi baru pesan " dan tak lama pesanan mereka pun datang


" oke deh "


setelah selesai sarapan mereka masuk keruangan mereka masing-masing untuk memulai pekerjaan mereka. dan tak terasa jam makan siang pun tiba.


" woy Zar, tumben lo udah duluan aja kekantin, biasa kita dulu juga yang jemput lo" ucap Windi sambil mendudukkan bokongnya di kursi depan Zahra dan tak lama kemudian pak Hendri pun datang dan ikut bergabung.


" udah pesan belum? "


" belum" jawab Zahra dan Windi secara serempak


" mbak sini " ucap Hendri melambaikan tangannya kesalah satu writer


" gue mau mue tart krim keju dengan toping jeruk tangerine 3, kue waffle krim oreo 1, steawberry coklat nutella 1 porsi jumbo dan coffe expresso dingin 1 " ucap Zahra


" kalo gue nasi goreng 1sama jus jeruk 1 " ucap Windi

__ADS_1


" kalo gue mbak samain aja nasi goreng 1 sama jus jeruk 1 " ucap Hendri dan tak lama kemudian datanglah pesanan mereka tapi baru beberapa suap ada seseorang yang datang dan membuat semua orang menunduk saat berpapasan dengannya Windi dan Hendri yang melihatnya duluan membuat mereka membathin dan terdiam


" *waduh adu debat pasti akan dimulai ni, kacau " bathin Windi


" gila datang pulak la bapak ini, bisa hancur dunia persilatan kalau sampai mereka debat, yang satu dah kayak najwa shihab kalau dilawan " bathin Hendri* dan benar saja lekaki dan seorang wanita yang tak lain adalah Agung adijaya dan anak tiri wanitanya yang bernama Irene itu mendekat.


" selamat siang pak " ucap Hendri dan Windi bersamaan


" selamat siang juga! kak Zahra ayah mau kakak datang nanti malam kerumah ayah untuk makan malam penyambutan calon suami Irene " ucap Hendri sambil memegang bahu Zahra


" maaf pak saya bukan anak anda jadi hilangkan kata kakak saat memanggil saya panggil saya nona " ucap Zahra berbalik dan berdiri


" Kak, udahlah jangan memperbesar suatu masalah, itu cuma panggilan ayah capek berdebat dengan kakak "


" sudah kubilang berapa kali pak saya bukan putri anda dan jika anda sudah malas berdebat dengan saya maka turutilah permintaan saya "


" Zahra mau sampai kapan kau terus mengingat itu hah, ayah sudah muak dengan sikapmu kenapa kau tidak berubah "


" cukup pak, saya harap ini terakhir kali kita berdebat, dan saya tidak akan datang ke acara yang akan bapak selenggarakan "


" Zahra cobalah lupakan, ayah sudah tua hanya ingin kau bisa bersama ayah "


" apa kata bapak, lupakan, enak aja bapak bilang lupakan, tahu bapak apa yang saya rasakan hinaan, cacian, direndahkan, dicampakkan dan kehilangan orang tersayangku, itu semua belum sembuh bahkan belum tertutup sedikitpun luka itu dihatiku bahkan untuk bertahun-tahun pun belum tentu luka ini sembuh, tahu bapak seberapa banyak, apa perlu aku jabarkan luka itu, oke diamnya bapak sebagai tanda setuju kalau masalah ini harus dijabarkan dan aku dengan senang hati menjabarkan semuanya dari aku kecil sampai sekarang.


ari aku kecil aku bermimpi bahwa suatu saat nanti saat aku besar, saat aku dewasa saat ada seorang lelaki melamarku dia akan datang kepada ayah dan ibuku memintaku kepada mereka secara baik-baik, tapi nyatanya itu semua hanyalah anganku tepat pada saat umurku 9 tahun ayah dan ibuku bercerai dan di ulang tahunku yang ke-9 itu adalah hari terburukku hari dimana hari itulah hari terakhir kebahagiaanku dihari itu hari terakhir aku mendapatkan ucapan ulang tahun dari semua keluarga.


dihari itu hari terakhir aku berada pada drajat yang tinggi tapi setelah hati itu aku bak dibanting bak digulingkan dari tahtaku, bahkan dihari itu saja aku sudah hancur, hancur saat mama berjanji setelah ulang tahunku kita sekeluarga akan jalan-jalan, tapi nyatanya setelah ulang tahun aku harus pulang, aku sedih dijalan aku terus memikirkan rinduku yang belum terobat tapi aku sudah harus pulang dan dengan berat kulangkahkan kakiku untuk pulang, kecewa rasanya aku saat tahu bahwa ayahku meninggalkanku dan mengingkari janjinya hanya untuk orang lain yang bahkan tidak ada hubungan dengannya dan siapa orang itu, orang itu adalah dia wanita tak tau diri yang merebut kebahagiaanku


apa kau tahu pak hari itu aku sungguh kecewa aku menangis dalam setiap tidurku, aku harus menelan pil kekecewaan, aku sebagai seorang anak yang rindu dengan orang tuanya rela setiap minggu harus datang ke kota walau harus melewatkan pramuka yang berakhir harus dihukum tapi aku tak apa asal aku bisa bertemu dengan kalian


harapanku sebagai seorang anak harus hancur bahkan cita-citaku pun ikut hanyut dengan kehancuran itu, orang tuaku bercerai saat itu aku sudah tak tau harus apa mentalku dibanting oleh keluarga mamaku dengan perkataan mereka tapi aku masih bisa bangkit dan pria yang didepanku ini adalah seorang ayah yang tak bertanggung jawab


dan aku hancur, sepanjang perjalanan hidupku setelah kalian bercerai aku hanya terus menerima hinaan, direndahkan dan selalu hidup dengan rasa bersalah kepsda mama. aku muak aku lelah saat harus terlihat kuat " ucap Zahra dengan keras sambil terisak dan agung hanya bisa terdiam lalu Zahra pergi dan masuk keruangannya karna terlalu lelah menangis Zahra pun tertidur.


_________🍁🍁🍁🍁🍁🌺🌺🌺🌺🌺_____


pagi menyingsing dan Zahra masih terlihat lelap dalam tidurnya karna kebanyakan menangis dan membuat dirinya pusing .


Zahra sudah siap dan terlihat akan pergi kehotel dengan dress hitam yang seakan melambangkan suasana hatinya sat ini yaitu kelam dan terluka parah, Zahra berjalan dengan wajah sendu+dingin dan raut tak terbaca ia menggunakan kacamata untuk menutupi mata sembabnya yang membengkak, tak ada senyum yang menghiasi wajah wanita yang biasanya sangat murah senyum bahkan dikenal sebagai pribadi yang humoris.

__ADS_1


Zahra tak sarapan ia langsung berjalan menuju ruangannya, tanpa memerdulikan tubuhnya yang butuh asupan.


dan hari pun sudah semakin sore sudah waktunya pulang, Zahra mengemudikan kretanya menuju jalan sepi bukan arah jalan pulang, ia kembali menangis di jalan yang sepi, setelah puas menangis Zahra pun pulang lalu membersihkan diri setelah itu tidur.


__ADS_2