Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 24


__ADS_3

ketika mereka telah sampai dikamar, Zahra mendudukkan tubuhnya Rashid di kursi dan memberikan segelas air putih, lalu Zahra hanya terdiam, sungguh ia tak mengenali siapa Rashid sebenarnya.


" sayang apa kau marah kepadaku? maaf tadi aku benar benar emosi kepadanya saat dia menghinamu " ucap Rashid karna istrinya sedari tadi hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun kepadanya.


" tidak, aku tidak marah kepadamu hanya saja aku merasa tidak mengenal apakah benar suamiku bisa sekasar itu kepada seoarang wanita, dan terlebih wanita itu ialah sepupu wanitanya yang masih muda, jujur aku merasa takut, aku takut jika kau juga akan berbuat kasar kepadaku nantinya " ucap Zahra dengan air mata yang mengalir di wajahnya, Rashid yang melihat air mata menetes dari mata istrinya pun ikut merasa sesak didadanya.


" hey jangan menangis, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu takut, aku hanya ingin memberinya pelajaran bahwa menghina dirimu didepan atau dibelakang ku bukanlah hal yang baik dan bisa berdampak buruk baginya, ya aku akui aku terlalu kasar tapi kumohon percayalah, aku tak mungkin bisa kasar kepadamu jangankan memukulmu menaikkan nada bicaramu kepadamu saja mungkin aku tak kan bisa sayang " ucap Rashid dengan isak tangis.


jujur saat ini Rashid benar benar takut bahwa karna perlakuaanya tadi akan membuat Zahra menjauhinya, jujur Rashid tak kan sanggup bila hal itu sampai terjadi.


" aku sungguh merasa sangat bodoh saat ini, saat aku melihatmu memukulnya aku merasa menjadi seorang perusak hubungan antara kakak dan adik wanitanya " ucap Zahra


" tidak sayang, tidak seperti itu, jauh sebelum kau ada aku memang sudah seperti ini, aku memang tidak dekat dengannya, atau pada wanita manapun selain kamu, Ummi, Khawlah dan anak wanita ku selebihnya itu hanya status tanpa kedekatan " ucap Rashid yang duduk dan menyandarkan kepalannya dipahanya Zahra. sementara Zahra hanya diam saja


" sayang ayolah bicara jangan diam saja seperti ini sungguh aku sangat takut jika kau diam saja seperti ini, kau boleh pukul aku ataupun memakiku sesuka hatimu tapi tolong jangan diam saja seperti ini " lanjut Rashid dengan air mata yang mengalir


" aku memaafkanmu mas, tapi kumohon jangan ulangi hal ini lagi, aku tak suka kekerasan " ucap Zahra

__ADS_1


" aku tak bisa janji, karna jika ada sesorang yang menyakitimu maka akupun harus turun tangan baik dengan cara baik ataupun dengan cara kekerasan " ucap Rashid


" cih singaku ternyata punya sisi manisnya ya, kata tak suka kekerasan tapi sewaktu dihotel dia juga menampar seseorang " ucap Rashid dalam hati


" jangan mengumpatiku mas, aku tahu apa yang kau pikirkan, aku memang tak suka kekerasan dan itu adalah hari pertama dan mungki terakhir kalinya aku melakukan kekerasan " ucap Zahra


" iya maaf sayang " ucap Rashid.


dan sekarang ia tahu sisi manis dari istrinya tersebut, ya sisi manis istrinya adalah tak menyukai segala bentuk kekerasan walaupun istrinya ini bak singa yang siap menerkam musuhnya kapan saja dan dalam situasi apapun tapi ternyata istrinya adalah singa betina yang kasar dimulut atau dalam kata lain istrinya itu bermulut pedas.


padahal nyatanya istrinya tersebut sangatlah lembut perasaannya dan sensitive bahkan sangat peka terhadap situasi, istrinya ini akan mengerti ketika seseorang itu merasa tak nyaman ataupun merasa sakit hati atas ucapannya.


tapi Rashid kembali merasa takut ketika ia teringat akan Profesi rahasianya sebagai Mafia dan pria terkejam yang pernah ada dan dalam kata lakn dia asalah seorang PSYCOPATH, Rashid takut ketika istrinya ini tahu maka istrinya akan menjauhinya.


tapi mungkin inilah saat yang tepat untuk memberitahukan rahasia tersebut kepada istrinya dengan mulutnya sendiri, karena akan sangat berbahaya bila istrinya tersebut mengetahui hal ini dari mulut orang lain, itu akan lebih beresiko 90% ia akan ditinggalkan oleh istrinya tersebut, karena ia tahu seberapa kerasnya Zahra pada pendirian ketika ia sudah dikhianati takan mudah menggoyahkan pendirian Zahra ataupun meminta pengampunan dari istrinya tersebut.


" sayang " panggil Rashid memecah keheningan tang terjadi

__ADS_1


" iya ada apa mas " jawab Zahra dengan tangan yang masih setia membelai rambut Rashid


" Mas mau memberitahukanmu sesuatu Rahasia yang mungkin akan membuat mu terkejut, tapi tolong berjanjilah setelah Mas memberitahumu akan hal ini kau akan tetap selalu berada di samping Mas dan jangan pergi tinggalin Mas " ucap Rashud dengan wajah memelas


" yah aku janji " ucap Zahra dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


" sebenernya aku itu punya sisi gelap, aku bukan hanya seseorang yang dikenal sebagai pebisnis yang hebat tapi aku juga dikenal sebagai seseorang yang kejam, dingin, psycopath dan tak punya perasaan ketika berhadapan dengan lawan baik itu dari dunia bisnis maupun dunia gelap, aku bahkan tak segan segan menghabisi orang yang berani mengusik ketenangan hidupku apalagi mencoba bermain main denganku maka bisa kupastikan seluruh yang berhubungannya akan hancur hingga keakar akarnya hingga tak bersisa."


" tapi aku perlahan mulai melupakan sisi gelapku dan berunah menjadi lelaki yang sok manis semua itu karena aku mengenal dirimu, tapi aku tak permah berubah, aku ya tetap aku, seorang pria yang dikenal dingin, kejam, tak berperasaan, Psycopath, egois dan arogan tapi aku berubah 180°hanya ketika bersamamu jika diluar aku bak jaguar yang gagah perkasa dan ini juga adalah pandangan dari anak anakku tapi didepanmu aku bak kucing anggora yang manis " ucao Rashid panjang lebar


" aku tak marah ataupun berniat meninggalkanmu setelah mengetahui Fakta itu, jujir aku merasa senang karena kau mau jujur kepadaku dan berani mengambil resiko besar karena kemungkinan aku akan meninggalkanmu tapi kau dengan berani menjelaskan semua itu kepadaku " ucap Zahra sambil terus mengelus kepala Rashid.


" Terimakaaih Honey kau sudah mau terus berada dusampingku meskipun aku bukan pria yang baik bahkan mempunyai sisi yang kelam " ucap Rashid


" itu memang sudah seharusnya aku menerima semua itu, aku pasanganmu, aku yang akan menemanimu saat susah, senang, sakit, sehat, kaya , miskin dan termasuk menerima segala kekurangan yang ada pada dirimu dan menerima semua masa lalumu yang mingkin kelam, aku harus menerimanya dan juga menutupinya dan menjaga kehormatanmu karena aku istrimu, dan seorang istri adalah pakaian bagi suaminya dan suami adalah pakaian bagi istrinya jadi sudah seharusnya kita saling menjaga dan menerima apa yang ada di diri pasangan kita entah itu baik ataupun buruk " ucap Zahra dengan senyuman manisnya. membuat Rashid lega, kini ia sudah tak punya rahasia lagi yang membahayakan kelangsungan hubungannya dengan Zahra.


" mas kamu istirahat aja gih, biar aku packing packing barang kita " ucap Zahra dan diangguki oleh Rashid yang langsung membaringkan badannya di ranjang king size nya. tapi ia merasa ranjangnya serasa kosong dan hampa tanpa Zahra disampingnya.

__ADS_1


" Honey ayolah temani aku tidur, aku tak bisa tidur aku merasa tempat tudur ini hambar tanpa kehadiranmu jadi ayolah sebentar saja sampai aku terlelap " ucap Rashid dan diangguki oleh Zahra dan setelah 5 menit Rashid sudah tertidur karna terlalu nyaman tidur dipelukan istrinya itu


__ADS_2