Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 16


__ADS_3

pagi ini terlihat matahari tampak malu malu untuk menunjukkan dirinya saat terlihat sepasang suami istri itu tidur dan masih bergelut dalam selimutnya dengan nyenyak. Zahra membuka matanya saat matahari yang tadi malu malu kini sudah menerobos kain cendela yang tergantung.


Zahra merasakan ada yang menimpa perutnya, saat ia lihat sebuah tangan menimpa perutnya, ingin teriak tapi seketika ia teringat bahwa pemilik tangan ini semalam sudah sah menjadi suaminya.


Zahra memandang wajah suaminya yang masih tertidur damai, dan tiba tiba wajah yang tadi masih tertidur damai itu membuka matanya dan menatap Zahra yang gugup karna ketahuan memandang wajah suaminya itu diam diam.


" ada apa Honey, apa sekarang kau sedang teekesima karna ketampananku " ucap Rashid sambil memegang tangan Zahra yang berada di pipinya lalu mengecup tangan Zahra berkali kali


" ihh kamu mah narsisnya tingkat dewa mas " ucap Zahra


" kan sama istri sendiri, ngga masalah dong " ucap Rashid


" oh iya mas aku mau jujur tentang sesuatu sama kamu " ucap Zahra sambil menundukkan pandangannya seperti orang yang habis melakukan kesalahan dan menutupinya


" kamu mau jujur tentang apa sih Honey " ucap Rashid


" hufffff....jujur aja deh daripada nanti dia dengar dari orang dan didepan orang kan malu aku, apalagi ini Isnani disini kalau dia sampai bilang ke Rashid kan gaswatt...jadi lebih baik sekarang aja jujurnya ngga masalah dia nanti ngeledek aku atau mungkin tingkat narsisnya melambung dengan sangat tinggi " bathin Zahra dalam hati


" jadi sebenarnya aku itu udah suka sama kamu dari aku kelas 8 SMP aku bisa tau kamu itu dari IG bahkan sampai sekarang jadi waktu aku jumpa kamu itu aku deg degan jadi untuk menutupi rasa gugup dan salting ku apalagi saat kau membuka kaca mobil aku harus bersikap galak plus anggun biar tidak ketahuan kalau jantung aku sudah mau loncat bahkan keluar dari ubun ubun " ucap Zahra sambil membentuk pola abstarak di dadanya Rashid yang masih terbalut oleh kaos oblong.

__ADS_1


Rashid yang melihat istrinya itu malu bahkan menundukkan kepalanya sambil menggambar pola abstrak di dada Rashid pun tertawa lalu mengangkat dagu istrinya itu agar berhadapan dengannya dan mengecupnya sebentar.


" hei kenapa harus malu begitu suh, mas kira kamu lagi ngelakuin kesalahan fatal samoai tertunduk begitu dan tak berani menatap ke arah mas "


" hei sayang dengerin mas, ungkapan kamu itu adalah hal yang buat mas bahagia karna ternyata istriku ini sudah menyukaiku " ucap Rashid


" dan asal mas tahu dulu kalau aku nangis ataupun sedih pasti aku slalu teringat sama 1 wajah yaitu wajah nya mas sampai aku ketemu kata kata mutiaranya Ali bin Abi thalib "


" kalau kamu sedang bersedih dan kamu teringat seseorang artinya orang itu mencintaimu dan jika kau bahagia lalu kau teringat seseorang artinya kau mencintai orang itu "


" tapi aku berfikir mas, ya kali kamu cinta sama aku lihat atau mungkin kenal dari IG aja kagak kok ya bisa gitu kamu cinta sama aku, sampai aku pernah DM kamu pakai VN bahkan Video Call lagi tapi ngga pernah kamu jawab atau tanggapi " ucap Zahra


" kamu tau sayang itu berarti kemungkinan nama aku dan kamu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz sebagai jodoh dan Allah lebih dulu membuatmu mengenal diriku sehingga walau dari foto saja pun cinta itu bterasa walau aku belum meligat dirimu dan yernyata benar setelah aku melihatmu aku mengalami hal yang sama langsung jatuh hati padamu " ucap Rashid


" hahahaha......." sambung Rashid yang ikut tertawa juga


" ihhh udah ah aku mau mandi " ucap Zahra


" mandi bareng ya Honey " ucap Rashid

__ADS_1


" No " ucap Zahra langsung bangkit lalu menuju ke kamar mandi.


setelah mereka mandi dan sarapan mereka hanya duduk di kamar saja, membosankan bukan dan saat sore setelah mereka mandi MUA yang akan mendandani Zahra pun datang dan syukurnya Zahra sudah mandi jadi tinggal di Make up saja. dan 1 jam pun berlalu Zahra sudah selesai di Make up jam sudah menunjukkan jam 08.00 dan untuk mempelai prianya jangan yanya ia sudah siap dari tadi sebab pakaian lelakinya memang simple yaitu baju khas sehari hari orang Arab ditambah jubah Arab simple kan.


" Mbak kok bisa cantik banget sih padahal saya cuma poles dikit doang tapi cantiknya udah kayak Miss Universe aja, kasih tau saya dong ngidam apa sih Mamanya dulu mbak, kok bisa secantik Mbak, jadi nanti saya kalau hamil biar minta dibelikan hal seperti itu juga mbak " ucap MUA tersebut yang kali ini bukan memandang kagum hasil karya tangannya di wajah seseorang tetapi kali ini di memandang kagum wajah seseorang tersebut.


" tentu Mbak, Istri siapa dulu " ucapmRashid yang mendekap Zahra dari belakang sementara MUA tersebut sudah keluar.


saat tiba waktu mereka berjalan di tengaj kerumunan orang orang yang duduk untuk menuju ke kursi pelaminan, Zahra gugup bahkan sangat sekali, seakan Rashid mengetahui apa yang dirasakan oleh Zahra Rashidpun menggenggam erat tangannya Zahra untuk mengurang kegugupan Zahra dan mengisyaratkan bahwa ' tenangalah jangan gugup aku ada disini untuk mu '.


dan mereka pun akhirnya sampai, Rashid membantu Zahra untuk duduk dikarenakan gaun yang panjang membuat Zahra susah.


setelah acara berdansa dan mengobrol ataupun memakan hidanhan disana tepat jam 12.00 malam mereka pulang, bagi mereka para pebisnis yang hadir mereka mengambil kesempatan hadir disini untuk mengobrol bersama kliennya membicarakan kerja sama ataupun merencanakan kerja sma dan mencari mangsa.


Zahra sudah masuk kekamar rencananya mereka akan terbang ke Dubai besok karna keluarga Rashid yang disana telah menyiapkan resepsi dan itu hanya berlangsung satu malam dan satu malamnya lagi itu hanya perkumpulan para pria sedangkan wanita ada tempat nya sendiri dan semua sudah dipersiapkan dengan matang.


Rashid masuk ke kamar dan melihat istrinya tertidur di kursi tanpa mengganti gaunnya terlebih dahulu. Rashid mendekat dan duduk di samping Zahra


" Honey, bangun kamu ngga mandi atau mau ganti baju kamu dulu, rambut kamu juga belum di buka make up kamu juga belum di hapus " ucap Rashid sambil membelai kepalanya Zahra

__ADS_1


" aku malas aku mau ganti baju saja mas " ucap Zahra dan dengan sigap Rashid menurutinya ia menggendong Zahra dan mendudukkannya di kursi yang ada di Walk In Closet.


dan dengan telaten Rashid menganti baju Zahra lalu melepas ikatan rambut Zahra dan sesi terakhirnya adalah menghapys make upmZahra. lalu membaringkan Zahr di temlat tidur dan ikut tertidur sambil memeluk Zahra.


__ADS_2