Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 6


__ADS_3

Zahra pulang kerumah hanya untuk mengganti pakaiannya yang tadi. menjadi pakaian kasual agar mudah jika dia mau melakukan apa saja dan untuk mempersiapkan semua kebutuhannya disana.


TOK....TOK.....TOK


" Assalamualaikum.."


" Waalaikum salam.. sebentar " ucap Zahra dari dalam sambil berjalan membuka pintu


CEKLEK...


" eh ada apa lo kesini guru gesrek " ucap Zahra


" itu mulut pengen gue remes rasanya deh, pedes amat kalo ngejek orang. gue peres dah tu biar keluar racun cabe dari situ "


" enak aja lo mau peres peres emang lo kira mulut gue santan kelapa apa mau lu peres "


" gak cocok santan kelapa lebih tepat jus cabe tau "


" udah awas gue mau masuk, capek gue debat mulu ama lo murid lucnut " lanjut Alfin sembari mendorong Zahra agar ia bisa masuk.


" Etdah ni orang main dorong dorong aja "


 


karna kesal dengan Alfin, Zahra pun kembali masuk kekamar dan mengambil semua barangnya.


 


" Woy Win gue duluan, enek gue liat tuh muka cowok lo " ucap Zahra sambil mengunci selerekan tasnya


" et tunggu, jangan macem macem lo ya, awas aja kalau bulan depan gue denger lo hamil " lanjut Zahra yang berdiri tepat di depan pintu


" iya iya udah sana pigi duluan lo " ucap Windi


" emang tu bocah, pikirannya pasti ngga jauh jauh dari **** kalau udah liat perempuan dan laki laki satu rumah tanpa ada orang lain, dasar bocah mesum "


 


Zahra keluar dan jalan saja tanpa menyapa Alfin yang duduk di ruang tengah ia menghidupkan Vespanya lalu berangkat, dan setengah jam kemudian ia pun sampai dan terlihat diparkiran hotel sudah dipenuhi banyak tamu lantai VVIP yang akan ikut mereka pergi.


 

__ADS_1


" woy Ra udah sampai lo, tadi mama bilang kalau lo udah sampe, dia mau bicara sama kamu " ucap Hendri


" oh ya mana telponkan lah biar aku ngomong sama mama " dan tak lama kemudian terdengar suara dari seberang sana.


📱halo Hen kamu ada apa nelpon lagi, emang Zahra udah disitu "


📱udah ini dia "


📱 Halo Zahra"


📱Halo ma ada apa, tadi katanya pak Hendri, mama mau ngomong sama Zahra, mau ngomong apa "


📱oh itu, mama mau tanya, kamu jadi kan ikut kesini, menginap tempat mama "


📱oh kalau soal itu, jadi dong ma kenapa mama kangen ya"


📱ya iyalah kangen, kamu udah mau berangkatkan, cepet ya mama udah siapin semua "


📱kue kesukaanku ma "


📱jangan tanya semua kesukaan kamu udah mama siapin "


📱Waalaikum salam hati hati dijalanya "


TUT..TUT..TUT... sambungan pun terputus dan tak lama kemudian Windi dan Alfin pun nyampai.


" oke semua udah kumpul kan " ucap Hendri


" udah " jawab Zahra


mereka pun bersiap-siap, dan yang canggung disini adalah Zahra, Zahra tahu dia harus pegangan erat erat nantinya, karna pasti mereka balapan dan jika tidak pegangan erat erat kita bakal jungkir balik ke belakang, dan pasti malu dong kalo sampai terjadi.


" idih amit amit deh, jangan sampe jangan sampe, kalau lah sampai terjadi mau gue letak dimana nih muka bisa runtuh dong reputasi gue sebagai cewek tracker, cewek multitalenta plus cewek pembalap no 1, kalo sampai gue jungkir balik cuma gara gara di balap doang ihh... jangan sampe sakitnya ngga seberapa tapi malunya guys... " Zahra membathin membayangkan gimana nanti dia jungkir balik diketawain, Zahra sudah geleng geleng sehingga membuat yang lain heran.


" woy ra lo kenapa kesurupan lo dari tadi melamun aja mana abis itu geleng geleng kepala lagi " ucap Windi yang sudah standby diatas kreta dengan maskernya


" kepala lo gue kesurupan enak aje lu kalo ngomong " ucap Zahra lalu naik keatas kreta.


mereka semua pun mulai melajukan kretanya, dan Zahra jangan tanya lagi dia gimana, rasanya jantungnya udah mau meledak guys, gimana nggak sekarang ini posisinya sangat dekat dengan pria tampan yang diidolakan oleh semua wanita yaitu Cha Eun Woo dan apa kalian tahu rasanya, tangannya Zahra sudah merasakan banget roti sobeknya Cha Eun Woo dan yang buat dia malu dengan tak tahu malunya Cha Eun woo ngomong.


BAHASA INGGRIS

__ADS_1


" Apa kamu suka, saya rasa dari tadi tangan kamu seperti memijat perut saya " ucap Cha Eun Woo


" ng....ngga ah, itu ngga sengaja, jangan asal bicara tuan "


" hahahahaha..... ternyata anda sangat pemalu nona " ucap Cha Eun Woo


" apa maksudmu "


" ini sudah biasa bukan bagi para Fans yang melihat roti sobek saya di panggung "


" itu melihat tuan tapi saya menyentuh jadi wajar saja kalau saya malu aneh sekali anda tuan " ucap Zahra


Cha Eun Woo hanya bisa tertawa mendengar kata kata Zahra, dan 3 jam 24 menit kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah megah berlantai 2 dan rencananya sebagian member akan di over untuk tinggal di rumahnya Alfin. sementara di teras utama rumah megah itu sudah berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat anggun di usianya yang sudah tak lagi muda tapi masih segar dan modis seperti anak gaul. Wanita itu tersenyum dengan sangat manis.


" hallo anak mama " ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah mamanya Hendri bernama ibu Dina sambil memeluk Zahra erat erat lalu menciumnya ia bahkan menumpahkan air matanya


" ihh... mama kok nangis sih "


" mama itu rindu banget sama kamu, kamu jarang banget mengunjungi mama "


" iya...iya maaf ya ma karna Zahra udah jarang bahkan tidak punya waktu untuk mengunjungi mama disini " ucap Zahra sambil merangkul mamanya dan ditempat lain tak jauh dari mereka terlihat seorang lelaki cemberut


" ma mama gimana sih masa cuma anak wanitanya aja yang disambut anak laki lakinya ngga, kan ngga adil itu namanya ma " ucap seorang laki laki yang tak lain adalah Hendri.


" kamu itu taunya ganggu momen haru aja tau ngga " ucap bu Dina sambil memukul kepala anaknya


" ihh mama, ini tuh namanya kekerasan sama anak tau ngga "


" udah udah, mama sama bang Hendri kalau jumpa pasti berantem mulu, itu mereka semua masih diluar belum masuk lo "


" oh iya, ayo masuk semuanya " ucap bu dina dan saat masuk terlihat di meja makan sudah tersedia berbagai macam makanan yaitu Rendang, semur ayam+tahu, gulai ayam, 5 teko besar es buah, 1 teko jus nanas dan 200 potong roti O dan terlihat di salah satu kursi ada 1 mangkuk buah buahan dan semua yang sudah disiapkan adalah makanan kesukaan Zahra


" ihh kok gue jadi ngga rela berbagi ya, mana semuanya masakan kesukaan gue lagi " ucap Zahra yang membuat bu Dina tersenyum, walaupun dia bukan ibu kandungnya dan hanya ibu angkatnya mulai dari beberapa tahun lalu tapi ia sudah cukup tahu semua tentang anak wanitanya itu termasuk makanan kesukaan anaknya itu maupun yang tidak disukai anaknya.


" mah ini jus nanas 1 teko untuk aku semua " lanjut Zahra


" iya dong mama kan tahu kamu suka sama nanas "


" makasih ya ma "


semua orang yang melihat hal itu tersenyum melihat betapa sayangnya seorang mama kepada anak wanitanya yang sudah lama tak ia jumpai karna kesibukan yang melanda sang anak ditambah jadwal yang penuh.

__ADS_1


__ADS_2