Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 14


__ADS_3

terlihat seorang gadis sudah berada di kantin dengan sepiring Roti bakar bandung yang semalam ia beli namun lupa ia makan. ia berada dikantin sambil menginterogasi seorang gadis yang akan menggantikan nya dan mengisi posisi HRD.


" oke gue pamit ya, gue ada janji sama calon tunangan gue bye bye " ucap Zahra sambil berlalu pergi membawa sepiring roti bakarnya dan dijalan ia bertemu dengan 2 wanita dan 7 orang anak, Zahra kikuk saat beejumpa dengan 2 wanita tersebut karna salah satu dari wanita itu adalah istri pertama dari Rashid. tapi diluar dugaan Zahra wanita itu malah berbalik memeluk Zahra dengan sangat hangat dan perasaan bahagia nya.


Dan wanita satunya lagi juga memeluk Zahra, dan anak anak itu semua pun sama tapi 1 anak laki laki yang tidak memeluknya karna ia sudah besar dan mungkin malu.


" oh iya kami pergi dulu ya, tadi Rashid sudah menunggu mu di dalam " ucap wanita tersebut yaitu Khawlah


" dan ingat nanti saat kau sudah memilih salah satu desain gaun, sepatu dan buketnya juga tema ataupun bolunya serahkan pada kami agar kami persiapkan " ucap Maryam dengan wajah berseri seri


" ehhh iya nyonya " ucap Zahra


" oke kami pamit ya bye " ucap Khawlah dan Maryam berbarengan


" iya hati dijalan " ucap.Zahra lalu melanjutkan perjalanannya ke kamar Rasyid, tiba di depan pintu


TOK...TOK...TOK....


Ceklek......


" silahkan masuk Honey, tadi malam semua foto gaunnya udah dikirim sama designer


nya " ucap Rashid


" mana cepat tunjukkin " ucap.Zahra, lalu Rashid mengambil laptop nya dan memperlihatkan gambarnya kepada Zahra, Zahra tampak teliti dan tak butuh waktu lama Zahra selesai memilih gaunnya


" kamu kok cepet banget sih, biasanya tuh para perempuan 30 menit baru selesai milih pasahal cuma satu gaun lah ini kamu segitu banyak nya gaun cuma 1 jam setengah " ucap Rashid

__ADS_1


" ihhhh ini nih yang aku benci dari kamu mas, kamu slalu menganggap semua cewek punya kepribadian yang sama, tapi ingat aku tuh beda dari yang lain aku ngga sama seperti mereka, tapi kamu dari semalam malah bedain aku terus, cewek biasanya ini itu lah dan kamu aneh ngga kayak cewek biasanya lah, komplein aja kamu dikasih yang simple nyari yang ribet " ucap Zahra yang entah mengapa kalau sudah berbicara dengan tunangan nya ini dia selalu emosi terus padahal buasanya mau orang ngomong apa tentang dia, dua juga tidak ada masalah.


" iya maaf yang cuma aku heran aja paaalnya waktu itu sebelum aku kencan sih Suhail ada ngasih aku langkah langkah dalam berkencan dan memberi tahu bahwa cewek itu begini jadi aku selalu bertanya seperti itu kepadamu " ucap


" ihhh aku aneh deh sama kamu, kamu itu udah punya istri tapi masih aja mau kencan minta steps sama Suhail " ucap Zahra


" aku itu ngga perbah kencan seumur hidupku walau aku sudah menikah, aku ngga tau wanita itu karakternya bagaimana jadi ya aku tanya aja sama Suhail yang sebelum nikah sudah berkencan ratusan kali " ucap Rashid


" lohhh gimana bisa gitu, okelah kalau alasan kamu langsung nikah ngga pakai kencan tapi yang jadi pertanyaan aku sekarang kamu itu kan udah belasan tahun membina rumah tangga sama kak Khawlah juga satu rumah juga sudah berhubungan jadi ngga mungkin dong kamu itu ngga tau watak kak Khawlah atau cobak belajar untuk mengerti kak Khawlah sifatnya gimana " ucap Zahra panjang kali lebar


" iya itu benar selama belasan tahun aku hidup bersamanya, selama belasan tahun dia mengisi hari hari yang kulalui, dimana hubungan kami menghasilkan 5 anak, tapi sama sekali aku tak mengerti khawlah itu bagaimana aku juga sama sekali tak pernah berkencan dengannya sehingga aku tak tau harus bagaimana nantinya saat aku akan berkencan denganmu dan aku pun meminta nya pada Suhail, tapi maaf jika perlakuanku ataupun perkataanku yang terkesan menganggaap bahwa semua wanita itu sama merepotkannya, tapi aku salah ternyatan kau tak sama seperti mereka " ucap Rashid sambil tertunduk dan memegang tangan Zahra.


" tak apa seharusnya aku tak marah marah seperti ini padamu mas, aku tak sadar bahwa aku adalah orang baru di kehidupanmu yang hukum alamnya adalah mengerti luarnya saja tanpa tahu bagaimana dalamnya " ucap Zahra menyesali perkataannya selama 2 hari ini kepada Rashid


" tak apa, dan kau harus tahu, bahwa aku belajar kencan, memintanya pada Suhail tentang bagaimana sifat wanita, bahkan aku mencari tahu bagaimana sifat wanita saat sedang hamil, apa hobinya, bagaimana sifat alamiahnya, apa kesukaaan nya, apa yang tidak ia sukai dan itu semua mulai aku pelajari saat 2 tahun lalu saat kau menabrak ibu ku, dan kau ingat saat kau pulang setelah duduk di caffe kau menabrak seorang laki laki dan lagi kau terjatuh terjungkal dan apa kau tahu saat aku mengucap maaf untukmu itu adalah pertama kalinya bagiku mengucap maaf kepada wanita selain ibuku dan saat itu aku merasa jantungku berdetak dengan sangat cepat, bahkan egoku yang tinggi pun turun dalam hitungan detik hanya karenamu disitu aku tahu aku jatuh cinta padamu, aku mulai mencari tahu tentangmu ditambah Ibu dan Khawlah setuju bahwa aku menikah lagi dan itu denganmu aku mulai berubah


dari pria dingin menjadi pria hangat yang penuh senyuman, dari bos arogan dan galak berubah menjadi seorang bos yang baik hati itu semua karna dirimu wanita terhebat yang berhasil meluluhkan gunung es ini dan hari ini atas nama Allah SWT aku berjanji akan slalu menjadi suami yang baik untukmu nantinya dan akan slalu sabar dalam menghadapi ocehanmu dan sifat keras kepalamu atupun sifat manja aku tak akan marah apabilah 3 sifat ini keluar di kondisi dan sitiasi apapun aku berjanji " ucap Rashid bersujud dibawah kakinya Zahra


" ehhhhh aku lapar mas " ucap Zahra


" ohhh Ratu ku lapar " ucap Raahid yang di balas anggukan oleh Zahra


" kalau begitu ayolah kita ke kantin " ucap Rashid,


Rashid kelur dari kamar dan menuju lift sambil menggandeng tangannya Zahra, sesampaiya mereka di lantai bawah, tak sengaja Zahra melihat teman satu sekolahnya waktu SMP.


" eh itu Isnani kan, iya itu Isnani berarti dia udah ngga di pesantren lagi dong " ucap Zahra yang langsung meleoaskan genggaman tangsn nya Rashid dan menghampiri Isnani yang disampingnya ada seorang cowok yang Zahra familiar banget sama wajahnya

__ADS_1


" eh kamu Isnani Nur Rahmawati kan " ucap Zahra


" iya emg kamu siapa " ucap Isnani


" aku Aulia Azahra kamu ingetkan " ucap Zahra


" ohh kamu Zahra, kau kemana aja, aku waktu itu sama Via sama Cindi kerumahmu tapi kata nenekmu kau udah pergi " uvap Isnani


" iya aku pergi selepas aku tamat SMP aku ke Medan ikut kakekku " ucap Zahra


" oh iya itu siapa, kalau ngga salah itu yang waktu itu.... emmmmm "ucap Isnani terputus karena di bekap Zahra


" yang waktu itu kenapa " ucap Rashid


" ahhh..hehehe ngga kok, ngga itu yang waktu itu dia lihat di IG beranda pencarian, ya kan Nik " ucap Zahra sambil memelototkan matanya kepada Isnani


" ahh... hehe iya tuan " ucap Isnani


" ohhhh iya iya, yaudah ayo temani aku makan siang juga ajak temanmu itu biar aku yang traktir kalian " ucap Zahra yang langsung meninggalkan Rashid sendiri yang membuat Rashid mengeram kesal


" heh dasr wanita bunglon, baru saja dia bilang, bahwa dia tidak sama seperti wanita lain tapi lihat sekarang dia sma dengan yang lain, setelah bertemu dengan teman wanita nya pasti dia bakal melupakan pria nya dasar" ucap Rashid dalam hati.


########


**holla guys salam dari aku GREENRRR, eh maaf kalau ada kesamaan nama tokoh contohnya nama belakangnya al Ghurair, ini hanya cerita aku hanya mengambil nama saja jadi maaf kalau ada kesalahan, maaf juga kalau aku ambil dari kisah nyata untuk di bagian bagian tertentu


 

__ADS_1


jangan lupa Vote, like and komen ya guys**


 


__ADS_2