
Zahra pun berusaha meyakinkan dirinya dan menghilangkan rasa gugupnya, hingga akhirnya Zahra bisa melangkah dengan langkah pasti dan wajah yang penuh senyum tapi tak menghilangkan kesan berwibawa dan berkharisma walaupun tak bisa dipungkiri kali ini jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
Zahra dengan cepat menarik perhatian para tamu yang hadir, saat semua mata tertuju pada Zahra itu berhasi membuat kegugupan yang tadi sudah berhasil ia tekan untuk menurun kini kembali berhasil naik bahkan melampaui batasan sehingga membuat kaki Zahra tiba tiba merasa lemas namun terus dipaksa Zahra untuk berjalan.
ia memang benar Zahra sudah terbiasa berjalan diatas Catwalk dan dipandangi oleh ratusan pasang mata, tapi entah mengapa dan kenapa kini ia mendadak seperti kembali ke awal ia berjalan di hadapan orang ramai.
Zahra tetap berusaha untuk tetap percaya diri dan terlihat biasa saja hingga akhirnya ia sampai di kursi khusus mempelai wanitanya, dan sesaat setelah beberapa detik ia mendudukkan bokongnya, para wanita yang hadir dipesta lsngsung menyerbu mendekat kearahnya dan duduk di bawahnya.
mereka semua memandang Zahra dengan tatapan kagum bahkan wajah mereka tak pernah berhenti menampilkan senyum, dimana bagi siapapun yang melihat senyumnya maka pasti akan jatuh kedalam pesona mereka dan ditambah mata mereka yang tegas.
" kak aku semakin gugup ini saat melihat senyuman mereka, aku merasa minder " ucao Zahra kepada Khawlah.
" hei apa kau tau arti senyuman para wanita itu? " ucap Khawlah dan ditanggapi dengan gelengan kepala oleh Zahra
" senyuman yang tak pernah luntur dari para wanita tersebut ditunjukkan ketika mereka melihat hal yang mereka sukai, kagumi atau mereka cintai entah itu dalam bentuk barang ataupun yang lainnya tapi bila mereka tersenyum kepada calon mempelai wanita dan duduk dibawahnya itu tandanya sang mempelai sungguh luar biasa cantiknya dan itu tandanya kau sangat luar biasa " ucap Khawlah.
" oh begitu ya kak, tapi kau tak bohongkan " ucap Zahra yang membuat kening Khawlah berkerut
__ADS_1
" tentu saja tidak, kalau kau tak percaya kau bisa bertanya kepada Ummi ini betul atau tidak " ucap Khawlah dengan senyum yang tak pernah luntur. hingga tibalah Bibi Nailah datang menghampirinya.
" ahhh Masya Allah sungguh penampakan yang indah dihadapanku ini, aku disuguhkan bidadari dunia " ucap Bibi Naila dengan membelai wajah Zahra
" terima kasih Bibi " ucap Zahra kepada wanita paruh baya yang masih terlihat Cantik dan Anggun diusianya yang tak lagi muda.
" selamat atas pernikahannya ya kakak ipar, semoga kalian segera diberi momongan, aku sungguh terpana dengan kecantikanmu apalagi matamu, matamu semakin mempertegas kecantikanmu jika seorang Pria menatap matamu maka bisa dipastikan ia akan terjatuh kedalam pesonamu, semoga kebahagiann dan kedamaian rumah tangga selalu nenyertai biduk rumah tangga dan keromantisan hubungan kalian " ucap Seorang wanita cantik bernama Sofia bint Faisal al Fanan putri kedua dari Bibi Nailah
" kau terlalu memujiku " ucap Zahra dengan tersenyum
" ya aku memang memujimu lantaran pujian itu memang cocok untukmu, akan aku katakan satu hal tentangmu, siapapun yang menatap wajahmu maka akan langsung secara sepontan menganggapmu sebagai singa betina, matamu tajam, wajahmu tegas dan auramu sungguh berwibawa dan berkharisma bahkan aku bisa menebak kau adalah orang yang licik dan sulit dihadapi, kau orang yang sangat sangat licik " ucap Sofia yang jelas tahu, karna ia memang punya kelebihan seprti itu.
" ah iya karena aku terlalu dalam menilah dan jatuh kedalam pesonamu membuatku lupa untuk mengenalkan diriku kepadamu. dan ya perkenalkan namaku Sofia Bint Faisal Al Fanan " ucap Sofia
" senang berkenalan denganmu, perkenalkan aku Aulia Azahra Adijaya Sinaga, panggil saja aku senyamanmu Sofia " ucap Zahra dengan senyuman manisnya.
" oh iya kak Alia kalian mau berbulan madu kemana sih " ucap Sofia dengan mengambil duduk didekat Zahra
__ADS_1
" ke desa Bibury Gluocesthershire " ucap Zahra dan diangguki oleh Sofia
selanjutnya acara di isi dengan menyanyi, menari dan mungjin ada yang makan juga, dan ini berlangsung hingga jam menunjukkan pukul 10 malam waktu UAE. setelah ssmua tamu bubar Rashid segera menjemput Zahra.
Rashid yang melihat Zahra sudah jalan dengan mata yang redup dan dengan dituntun oleh Umminya dan Maryam pun merasa tak tega, ia segera menggendong istrinya ala bridal Style.
Rashid menaiki lift hingga akhirnya lift pun berhenti tepat dilantai dasar dan saat ia berada di loby hotel ia sudah melihat Mobilnya sudah menunggunya tepat dipintu utama hotel, Rashid langsung memasuki mobil tersebut dan setelah ia masuk mobil pun melaju dengan kecepatan normal.
Dan kini mobil yang ia tumpangi pun telah sampai di kediaman utama Al Ghurair dan berhenti tepat di depan teras rumah, Rashid yang sedari hotel hingga sampai kerumah terus memangku isyrinya tersebut kini harus mengangkatnya kembali hingga sampai ke kamar mereka.
karena Rashid mengangkat Zahra dengan ala Bridal Style yang akhirnya membuat Rashid susah untuk membuka pintu kanar yang juga berat untuk digeser. dan dengan susah payah akhirnya Rashid pun berhasil membuka pintu tersebut dan meletakkan Zahra diatas kasur.
Rashid masuk ke Walk in Closet dan mengganti bajunya sambil mengambil baju ganti untuk istrinya juga. Rashid mengganti baju Zahra, menghapus Make upnya dan melepas tatanan Rambut Zahra agar Zahra bisa tertidur pulas, lalu diikuti Rashid ysng tertidur di samping Zahra dan memeluknya dengan posesif.
||||||||||||||||||||||||
pagi telah tiba dan mentari pun juga sudah mulai bersinar, mengganggu seorang pasutri yang tengah asyik berada di alam mimpinya, karena merasa terganggu sang wanitapun sedikit mengulet karena merasa silau akibat terpaan dari Sinar Mentari pagi tersebut
__ADS_1
" sungguh dirimu sangat tampan suamiku bahkan parasmu sudah bak Dewa Yunani, aku rasa sekarang ini aku adalah wanita yang paling beruntung kareba busa berdiri sejajar disampingmu, tapi aku takut kehilangan posisi ini, aku tak sanggup bila nantinya aku akan mendapatkan bagian dari karmaku yang berhasil menggeser Khawlah dari sisimu, aku takut sekali bila hari itu tiba dan aku berharap hari itu tidak akan pernah tiba " ucap Zahra dengan lirih dan air matanya pun juga sudah ikut turun nembasahi pipinya tapi masih bisa didengar oleh Rashid yang sebenarnya tadi hanya pura pura tertidur
" hey jangan menangis Honey, apa yang kau takutkan tak akan perbah terjadi itulah janjiku padamu, takan ada wanita yang akan bisa mencoba untuk masuk kedalam hatiku karena semua nya sudah terisi penuh oleb dirimu, dan akupun takan bisa untuk menyeduakan ruangan itu walaupun kecil karena semua sisi dan sudut hatiku hanya dipenuhi oleh saru orang yaitu AULIA AZAHRA AL GHURAIR " ucap Rashid sambil mengusap air mata Zahra