
" baiklah saya akan memulai kisah dongeng saya dari masa kecil dan pendidikan saya, jadi saya terlahir dari sepasang suami istri yang saling melengkapi dalam merawat saya, jika ibu saya terkenal dengan sikapnya yang pemarah maka ayah saya sebagai penawarnya dengan sikap lembutnya tapi mereka sebagai orang tua mempunyai sisi pemikiran dan sifat yang paling saya sukai, yaitu mereka sama sama tidak pernah membandingkan saya dengan anak lainnya mereka selalu menganggap saya yang terbaik dengan hasil apapun yang saya dapatkan dan mereka sebagai orang tua selalu mendukung apapun cita cita kami "
" jika saya ingat masa kecil saya dulu, saya rasa itu adalah masa yang paling indah, dimana saya diberi kebebasan bermain dialam liar dan mengenal alam dengan cahaya yang menyengat kulit seperti bermain di sawa, mandi di sungai, berpetualang keladang dan masih banyak lagi kenangan indah yang saya lalui "
" kehidupan kecil saya bisa dibilang nyaris sempurna tak memiliki cela baik dari segi fu
finansial, kasih sayang yang melimpah dan memiliki apapun yang saya mau, tapi semua itu hilang dan sirna hanya dalam waktu 1 malam saja, semua itu hilang dalam sekejap karena perceraian kedua orang tua saya "
" saya kehilang support orang tua, kehilangan kepercayaan diri, dihantui rasa bersalah dan tak pernah tenang lagi setiap tidur malam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun pun terlewati hari hari yang saya jalani pun berubah bak neraka dan saya merasa terus ditekan dan di sudutkan disinilah saya tahu bahwa dunia itu kejam hingga akhirnya kalian bisa melihar saya berdiri disini dengan berwibawa, berkharisma dan berbicara tegas seperti ini setelah dipoles dan diproses dengan berbagai guncangan kehidupan "
" sebelum saya mengakhiri cerita yang sebenarnya masih panjang sepanjang jalan kenangan saya ingin berpesan bagi para orang tua ' jangan pernah merusak keharmonisan keluarga dengan hal kecil yang akhirnya bisa menimbulkan keretakan parah dan berakhir dengan perceraian, karena yang akan paling terluka adalah anak kalian bukan kalian, dan bagi para anak yang saat ini orang tuanya bercerai kalian "
" harus bisa memastikan satu hal untuk
kehidupan kalian nantinya yaitu pastikan bahwa keluarga kecilmu nantinya adalah keluarga yang paling bahagia dan ini saya tekankan bagi para pebisnis terutama yang menang memiliki godaan yang berat. kenapa, karena harta tahta adalah hal yang paling diincar dari kalian banyak wanita yang menginginkan bersanding dengan kalian taoi kalian harus ingat dengan satu orang yang sudah rela memberimu sesuatu hingga nyawanya pun ditaruhkan oke, dan saya ucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada para jajaran dewan direksi ataupun karyawan yang telah bekerja dengan sepenuh hati demi kemajuan Adijaya Corp, sekian dan terima kasih saya akhiri wassalamualaikum " ucap Zahra lalu turun dari atas podium sambil mengusap lelehan air mata yang sudah dengan berani tanpa izin meluncur bebas di pipi indahnya.
" oke kali ini kita akan masuk di acara yang terakhir yaitu penghargaan kepada para jajaran dewan direksi yang sudah sangat berjasa membantu kemajuan Adijaya Corp, penghargaan akan diserahksn langsung oleh Nona Zahra, untuk nona Zahra dipersilahksn untuk naik ke atas podium " ucap sang Mc dan dengan cepat Zahra kembali naik ke atas podium dan menyerahkan beberapa penghargaan kepada orang yang telah berjasa membantu Adihaya Corp bisa semaju ini.
setelah itu acara dilanjutkan dengan bincang bincang bisnis sambil menikmati makanan yang sudah disediakan dan acarapun selesai pada jam 10 malam.
___________________________❤❤❤❤❤💞
__ADS_1
dipagi hari yang indah ini terlihat seorang wanita tengah duduk di depan meja riasnya dan menatapi keindahan yang diberikan oleh tuhan kelada dirinya dan tiba tiba sang suami datang dari belakang sambil memegang bahunya.
" kenapa belum turun hem? " ucap Rashid
" aku belum siap mas, aku takut pengangkatanku berdampak buruk bagi harga sagam perusahaan " ucap Zahra
" tenanglah itu takkan terjadi, jika hal itu terjadi maka aku akan siap menjadi dekingmu " ucap Rashid sambil menciumi wajah istrinya dan sesekali mengendus endus leher sang istri.
" mas sudahlah jangan begini, kita harus ke kantor " ucao Zahra.
Zahra dan Rashid turun lalu sarapan dan Zahra pamit untuk pergi ke perusahasn di hari perdananya kali ini.
Setelah pintu dibuka Zahra pun langsung keluar dengan setelan kaftan mewahnya, Zahra melangkahkan kaki kedalam perusahaan dengan Anggara yang setia berada di sampingnya. sementara itu para karyawan juga sudah di siapkan berdiri dengan rapi di loby untuk menyambut kedatangan presdir baru mereka.
" selamat pagi semuanya, saya ucapkan terima kasih karena sudah bersedia menyambut saya dengan baik dan hormat di lobby perusahaan " ucap Zahra lalu menjeda ucapannya sebentar lalu melanjutkannya kembali.
" tapi sebelumnya perkenalkan Saya Aulia Azahra Adijaya, saya yang akan menggantikan kakek saya memimpin perusahaan di dampingi oleh kakak saya Tuan Anggara Natganiel yang akan menjabat sebagai wakil presdir sekaligus tangan kanan saya, membantu dan membimbing saya dalam memimpin perusahaan ini, dan saya harap kita semua dapat bekerja sama dalam memajukan perusahaan, dan saya ucapkan terima kasih atas kesungguhan kalian dalan bekerja yang akhirnya membawa Adijaya Corp menjadi perusahaan terbesar di dunia dan mampu bersaing kualitas dengan perusahaan lainnya dan itu semua berkat kesungguhan kalian dalam bekerja, sekarang silahkan kembali ke ruangan kalian dan bekerja " ucap Zahra lalu melangkah menaiki lift khusus Presdir.
dan begitu lift terbuka Zahra langsung melangkahkan kakinya kesebuah pintu yang terlihat sangat menjulang tinggi dengan kean gagah, mewah dan klasik dengan gaya Barok Victorian dan memiliki teknologi yang sangat canggih.
dan saat Zahra masuk kedalam ruangan yang kini telah menjadi miliknya ia merasalan aura yang begitu nyaman langsung terpancar dari ruangan tersebut, ruangan dengan dekorasi coklat dan gelap.
__ADS_1
" bagaimana Nona apakah anda suka dengan ruangan ini, kalau tidak biar saya tugaskan arsitek untuk mendesain ulang ruangan ini nona " goda Anggara dengan senyum 45 watt nya
" ihhh kak Gara apaan sih panggilannya Formal banget, panggil aja kayak biasanya kak " ucap Zahra sam cemberut dan lantas membuat Gara tertawa
" HAHAHAHA.... Ra..Ra kamu itu dari dulu tetap ngga berubahya gini gini aja gemes kaka liat kamu " ucap Anggara
" ya iyalah kak Gara gemes, secara akukan memang adikmu yang paling manis dan imut" ucap Zahra deng kepercayaan dirinya yang tinggi
" tampaknya setelah menikah dan menjadi Nyonya Rashid Al Ghurair, tingkat kepedean dan kenarsisanmu sudah mencapai tingkat Overdosis ya Zahra " ucap Anggara
" ngga dong kak Bercanda atuh " ucap Zahra sambil mencubit pipi anggara
" Ra jangan dicubit dong, udah ngga ada juga dagingnya masih aja kamu cubitin " ucap Anggara dengan wajah cemberutnya dan membuat Zahra tertawa.
ya begitulah Anggara si kejam, Sadis, Dingin, dan Arogant jika sedang berada dihadapan adik wanita satu satunya yang paling ia sayangi, bahkan ia rela meninggalkan posisinya sebagai presdir demi mendampingi adiknya.
########
***holla holla guys, maaf ya Author telat banget Up nya soalnya Author lagi sibuk ngurusin pelajaran dan kebutuhan sekolah jadi jarang bisa Up, sekali lagi maaf ya
tapi Author minta like dan komennya ya ngga Vote juga ngga papa yang penting like dan komen yang bagus aja ya***
__ADS_1