Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 27


__ADS_3

" aku mungkin bisa percaya kau setia padaku dan mungkin menghilangkan raguku kepadamu, tapi aku tidak akan bisa oernah melupakan kenyataan bahwa karma itu nyata adanya dan cepat atau lambat pasti akan terjadi " ucap Zahra dengan nada yang sendu dan membuat Rashid heran, karma apasih yang dimaksud istrinya ini


" hey, kamu dari tadi ngomongin karma aja, kan sudah aku bilang itu takkan pernah terjadi " ucap Rashid


" ya mungkin, tapi ketakutan terbesarku adalah ketika karma yang sering dibicarakan oleh masyarakat terjadi padaku dan aku ngga akan bisa terima hal itu " ucap Zahra dengan lesu, ia merasa tuhan tidak adil padanya.


setiap kali ia memulai langkah kebahagiaanya pasti selalu ada ancaman yang akan merusak kebahagiaan tersebut, ia juga bingung sebenarnya ia punya kesalahan apa sih selama hidup.


" kamu itu sakitya ngomongin yang ngga jelas aja dari tadi " ucap Rashid yang sudah merasa sedikit kesal dengan arah pembicaraan yang sedang berjalan dengan istrinya itu. pasalnya baru saj mereka menikah selama beberapa hari dan kini istrinya itu sudah menakutkan hal yang mungkin takan terjadi.


" kamu tau bukan jika ayahku meninggalkan mamaku dan aku anaknya hanya untuk menikahi wanita selingkuhannya itu " ucao Zahra


" iya jelas lah aku tau, jadi letak permasalahannya itu diamana " ucap Rashid dengan nada kesal

__ADS_1


" letak permasalahannya itu di karma yang memang sudah lazim sekali terjadi di kalangan masyarakat, ketika seorang lelaki menduakan, betmain serong dibelakang istrinya ataupun memadu istrinya maka sudah menjadi ketentuan bahwa anak wanitanya lah yang akan menerima hal menyakitkan itu dikemudian harinya dan aku ngga siap kalau itu sampai terjadi kepadaku " ucap Zahra dengan sendu dan membuat kekesalan Rashid semakin bertambah, masa iya dijaman begini masih ada pemikiran yang begitu, walaupun dia memang mengerti bahwa karma itu akan tetap ada sampai kapanpun dan meski sekarang jaman sudah modern


" ya kamu tahu darimana memangnya karma itu manjur banget " ucap Rashid dengan nada kesal dan menantang


" dulu sewaktu nenekku masih mempunyai 2 anak nenekku dipualngkan kerumah orang tuanya dan nyaris hampir bercerai dan penyebabnya tak lain adalah karena orang ketiga yang hadir, tapi setelah 6 bulan ada seorang orang tua yang sudah menjadi petuah nasihat menasihati Atokku dan pada masa itu juga sebenarnya ngga hanya masalah wanita tapi juga masalah keuangan, hingga akhirnya si petuah itu bilang bahwa 'jemputlah istrimu, nanti ketika kalian punya anak wanita percayalah rezeki itu akan datang dari manapun bahkan langkah yang anak wanitamu bawa adalah langkah raja "


" langkah raja yang disetiap langkahnya selalu membawa keberuntungan percayalah suksen kalian nantinya', dan benar saja segelah mereka kembali bersama mereka dikarunia seorang anak wanita yaitu Mamaku dan dari situ rezeki merela lancar bisnis yang mereka bangun juga jaya hingba akhirnya jadi orang yang bisa disebut menengah ke atas, nah dari permasalahan itu, ketika Mamaku berumah tangga dan berjalan selama 10 tahun, pernikahannya diguncang hingga akhrinya bercerai bahkan bundaku juga sama, dan kematian Atokku menjadi akhir segalanya, menjadi akhir kejayaan, kesengan, kebahagiaan, kehormatan yang ditinggikan dan keluarga semua hancur " ucap Zahra dengan nada penuh kesedihan bahkan air mata tak berhenti mengalir dan membasahi pipi mulusnya.


" hei jangan menangis lagi, jika memang karam iti terus berlanjut pada generasi selanjutnya dan kau adalah generasi selanjutnya itu, maka tugasmu bukanlah memasrahkan takdir itu kepada karma dan menerima karma itu berjalan dan menyambutnya datang tanpa melakukan perlawanan tapi tugasmu adalah mematahkan karma itu agar itu terputus " ucap Rashid sambil mengelus pucuk kepala Zahra.


" aku akan berusaha " ucap Zahra


" bagus, sekarang kamu mandi lalu kita sarapan dan berangkat ke bandara karba jet pribadinya udah disiapkan " ucap Rashid sambil mendorong Zahra untuk mandi.

__ADS_1


" aku bersyukur memiliki istri yang seperti dirimu, semua yang ada pada dirimu membuatku patut banyak banya bersyukur kepasa Allah, aku tak pernah menyesali kembali jalan hidup yang telah ditentukan oleh Allah itu semua karenamu, andai aku tak pernah bertemu denganmu sudah bisa dipastikan aku tidak akan pernah berubah, aku akan terap menjadi hambanya yang tak pernah bersyukur meski telah diberi kecukupan materi dan hidup yang nyaman, bahkan setelah Allah mengirimkan Khawlah yang baik dan nyaris sempurna untuk menjadi istrikupun nyatanya tak pernah membuatku bersyukur, justru semakin membuatku banyak mengeluh karna kehadirannya, tapi kini aku sangat bersyukur dengan kehadiranmu yang menjadi segala penawar rasa sakitku, kebahagiaanku, dan semangat hidupku kembali, meskipun kau tak seperti kebanyakan gadis yang menjadi impianku dengan sikap manjanya tapi kini." ucap Rashid dari dalam hati sambil memandangi istrinya itu.


kini Zahra sudah selesai mandi dan tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk, Rashid yang telah selesai mandi pun datang menghampiri istrinya lalu mengambil alih handuk yang berada ditangan istrinya.


Zahra sangat gugup saat ini, jantungnya berpacu dengan cepat dan sudah mau lompat keluar. bagaimana tidak ini pertama kalinya Zahra melihat lelaki selain ayah dan pamannya berada didekatnya tanpa baju dan hanya dengan handuk yang menutupi area kejantanan suaminya tersebut.


" mas kamu pakai baju dulu gih, aku malu tau kalau begini " ucap Zahra


" sayang mengapa kau harus malu aku jan suamimu, semua yang ada padaku dan semua yang kumiliki juga milikmu dan kau berhak atasnya, dan mulai sekarang jau harus terbiasa dengan aku yang tanpa apapun " ucap Rashid sambil menundukkan tubuhnya dan berbisik ditelinganya Zahra.


" ih mas geli tau kumis kamu nusuk nusuk di telinga ku " ucap Zahra yang merasakan kegelian lalu memutar kepalanya menghadap kearah suaminya yang masih menunduk kearahnya dan dengan usil Rashid mengecup bibir istrinya untuk pertama kalinya, dan karna khilaf Rashid **********.


Zahra yang dilumatpun kaget dan kaku bahkan mulutnya pun tetap tertutup, Rashid yang merasa istrinya tersebut tak mau membuka mulut pun menggigit kecil bibirnya Zahra dan Zahra yang kagetpun dengan otomatis membuat bibirya terbuka, Rashid pun tak mensia siakan kesempatan tersebut ia langsung menasukkan bibirnya kedalam mulutnya Zahra dan menyurve seluruh rongga mulut Zahra dan menghisap hisap lidah Zahra, Zahra yang masih pertama kali melakukan ciuman tersebutpun hanya bisa terdiam kaku dan menikmati ******* dan hisapan yang dilakukan Rashid di mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2