Istri Kecilku Istri Keduaku

Istri Kecilku Istri Keduaku
BAB 29


__ADS_3

bagi yang masih kecil di skip aja bacanya, dan bagi yang berluasa nanti setelah berbuka puasa aja bacanya ya


____________________...........


" kalau begitu, ayo cepet bangun " ucap Rashid yang melihat istrinya itu menjawab dengan mata uang belum juga mau terbuka dan masih tertutup rapat.


mendengar ucapan Rashid Zahra dengan cepat bangun dan langsung menuju ke tas dan mengambil HP lalu merapikan rambutnya yang berantakan


" ayo aku sudah siap " ucap Zahra dengan senyum sejuta Watt menatap Rashid dengan mata yang berbinar binar.


" kalau ada maunya aja cepet, senyumnya manis sejuta Watt, mukanya imut, coba kalau ngga ada pasti galaknya minta ampun kamu, Honey " ucap Rasbid sambil mencubit pipinya Zahra.


" aduhhh kamu kenapa cubit cubit pipi aku sih, kan sakit pipiku " ucap Zahra sambil memegangi pipinya yang dicubit oleh Rashid


" abisnya pipi kamu itu gembul banget, gemess aku liatnya " ucap Rashid


" ihhh udah ayo kita jalan jalan sebelum masuk waktu sholat " ucap.Zahra dan diangguki oleh Rashid dan setelah mendapat anggukan dari Rashid dengan semangat Zahra langsung membuka pintu mobil dan Rashid hanya bisa geleng geleng kepala saja melihatnya dan dalam hitungan detik setelah Zahra keluar Zahra kembali membuka pintu dan mengambil kamera yang sudah ia siapkan.


" ayo mas cepet aku mau foto foto " ucap Zahra.


" iya Honey bentar dong ini aku lagi ambil jaket ku " ucap Rashid lalu mendekati Zahra dan merangkulnya dari belakang dan membuat Zahra kaget


" ihh kamu ini mas kaget aku mas, kamu mau aku mati muda ya mas, mana aku belum punya anak lagi " ucap Zahra sambil berjalan dengan tangan yang tak lepas dari genggaman Rashid.


meskipun hari sudah menjelang maghrib tapi tetap saja masih ada saja para turis yang masih berjalan jalan dan saat Zahra melihat ada tempat yang memang indah untuk Foto, ia langsung mengguncangkan tangan Rashid.

__ADS_1


" ada apa sayang " ucap Rashid kepada Zahra


" mas ayo kita foto berdua disitu " ucap zahra sambil menarik narik tangan Rashid


" oke sebentar " ucap Rashid sambil melepaskan tangan Zahra dari genggamannya dan menghampiri seorang wanita yang berdiri tak jauh dari mereka.


" Excuse me Miss, May i ask for help" ucap Rashid dengan nada dingin ( permisi nona, boleh saya minta tolong ).


" yes of course, What can i do for you " ucap wanita tersebut.( ya tentu, apa yang bisa saya bantu )


" I want to ask for help, to photograph the two of me with my wife " ucap Rashid ( saya ingin meminta tolong untuk fotokan saya berdua dengan istri saya )


" ah of course " ucap wanita tersebut lalu berjalan dibelakang Rashid menghampiri Zahra.


" mari Honey kita kesana " ucap Rashid sambil menggandeng Zahra menuju tempat yang diinginkan Zahra untuk Foto.


setelah mengambil beberapa gaya di beberapa tempat dan kini juga waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, angin juga sudah mulai kencang dan setengah jam lagi waktu sholat magrib akan datang, Zahra dan Rashid segera pulang.


setelah sampai di rumah Zahra dan Rashid langsung mandi lalu makan malam dan melaksanakan sholat maghrib sebagai pasangan untuk pertama kali.


jujur setelah sholat mereka hanya duduk diam saja, suasana juga tiba tiba menjadi canggung. dan Rashid yang tiba tiba mendekat dan mengendus endus leher Zahra juga membuat Zahra semakin gugup dan jantungnya jangan dutanyakan lagi, kini jantungnya itu sudah seperti lomba lari maraton. bahkan hampir copot dan keluar dari tempatnya.


" sayang aku mau sekarang juga " ucap Rashid yang tangannya sudah mulai meraba gunung yang ada dibalik baju itu dan meremasnya sehingga membuat Zahra sedikit mendesah dengan apa yang dilakukan Rashid


Zahra tak berani menolam Rashkd lantaran ia takut Rashid kecewa dengan penolakannya, dan kini baju kimono piyama satin Zahra yang semula masih menempel kini sudah tergeletak dilantai bersamaan dengan bra yang ia pakai, kini benda kenyal yang padat dan sintal itu sangat pas ditangan Rashid pun sudah menyembul keluar, membuat Zahra malu dan dengan sepontan tangannya menutupi *********** tersebut.

__ADS_1


" sayang jangan ditutupi, biar aku melihatnya" ucap Rashid dengan erotis dan nada yang sensual, sambil perlahan melepaskan rangan Zahra dari sana


lalu Rashid mengangkat Zahra yang hanya ditutupi oleh CD nya itu keatas ranjang dan menciumi, menjilati dan menghisapi putingnya Zahra dengan sesekali membuat tanda merah disekitar payudara tersebut bahkan kini tangannya yang satu lagi sibuk meremas payudara yang satu lagi, membuat Zahra mengerang kenikmatan


suara desahan Zahra pun memenuhi ruangan kamar tersebut, hingga tangan Rashid melepaskan ****** ***** Zahra dan kini terlihatlah roti belah istrinya tersebut yang sudah basah dan mengeluarkan cairan pelumas dan siap untuk dimasukin oleh batang kejantanannya.


Rashid perlahan membuka Roti belah istrinya itu dengan tangannya dan menggesek sesuatu yang berada ditengah tersebut dengan jarinya sehingga membuat istrinya mengerang panjang, ia terus menggeseknya hingga istrinya itu orgasme tak sampai disitu Rashid kemnali memasukkan tangannya kedalam lubang belut istrinya.


setelah dirasa cukup untuk pemanasan kini Rashid sedang bersiap untuk menasukkan rudalnya kedalam lubang belut istrinya. ia dengan pelan berusaha masuk hingga akhirnya ia berhasil membuat rudalnya tenggalam semua kedalam lubang belut istrinya tersebut.


tapi tak ada yang berusaha menghalanginya seperti selaput darah dan ini tak membuat Rashid heran karena Rashid tahu bahwa tak semua wanita terlahir dengan memiliki selaput darah.


setelah 4 jam bergelut diranjang dan membuat Zahra terkulai lemas tak berdaya, tetapi Rashud masih belum selesai juga.


" udah mas, aku udah capek banget ini " ucap Zahra saat Rashid masih sibuk menggempur yang dibawa sana.


" iya sabar sayang sedikit lagi, nanggung ini namanya " ucap Rashid dengan napas memburu.


dan nyatanya kata sedikit lagi ataupun sebentar lagi yang diucapkan Rashid bukanlah 5 menit melainkan 30 menit. dan kini Rashid sudah terkulai lemas disamping istrinya dan membaringkan tubuhnya di samping tubuh istrinya tersebut lalu memeluk erat tubuh istrinya dari belakang. kalau kali ini bisa dipastikan Zahra takkan bisa bangkit besok pagi.


_________________


mentari masih belum juga mau muncul, dan langit juga tampak mendung dan tak lama kemudian gerimis juga turun membasahi desa indah tersebut, membuat yang sedang tertidur malas untuk bangkit dan semakin terlelap dalam tidurnya.


Rashid dan Zahrapun semakin mengeratkan pelukan mereka masing masing karna cuaca yang dingin dan menggigit di kulit, sungguh Zahra dan Rashid tak rela untuk meninggalkan tempat tidurnya ini. tapi perut yang berbunyi membuat Rashid dan Zahra mau tak mau harus bangkit untuk mengisi perut terlebih dahulu.

__ADS_1


#########


maaf ya guys kalau masih ada typo, salam horas dari aku GREENRRR, selamat menunaikan ibadah puasanya ya


__ADS_2