Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Mantan Bos


__ADS_3

Sampai di halte bus, Almira turun dari bus, berjalan menuju perusahaan tempatnya bekerja. Baru sampai lobi perusahaan, beberapa orang menatap Almira dengan sinis. Ada juga yang berbisik-bisik sambil melihat ke arahnya, Almira tidak tahu mengapa mereka seperti itu padanya.


Almira terus berjalan masuk ke dalam lift, beberapa karyawan perempuan menjaga jarak dengan Almira. Mereka yang biasa tersenyum dan menyapanya terlihat diam dan acuh padanya. Tak lama Almira keluar dari lift menuju ke ruangan akunting, dia tak sengaja menguping tiga orang karyawan sedang membicarakannya.


"Almira itu janda, pantas saja bisa kerja di sini. Paling juga godain Manajer HRD," ujar Ina.


"Bukan cuma godain Manajer HRD, tapi lebih dari itu. Dia menggoda Presdir kita," tambah Aca.


"Iya, kemarin katanya ada yang melihat Almira jalan dengan Presdir," ucap Dara.


"Paling juga ke hotel, biasa kalau jandakan rindu belaian," ucap Ina.


"Gak nyangka kelihatannya aja baik dan polos, gak taunya uler," kata Aca.


"Padahalkan banyak lulusan muda yang lebih baik dari Almira, tapi malah Almira yang diterima. Kalau bukan karena menggoda apalagi? bisa diterima di perusahaan ini itu sulit," ujar Dara.


"Biasa yang sok baik dan polos biasanya paling liar," ucap Aca.


Almira sedih dengan gosip yang tidak benar itu. Dia masuk ke ruang akunting, teman-temannya tiba-tiba jadi menjauh dan cuek padanya. Termasuk Nunung dan Lina yang satu tim dengan Almira. Namun semua ini tidak membuat Almira patah semangat, dia sudah memantapkan niatnya untuk bekerja demi keluarganya. Biarlah itu semua jadi angin yang berhembus begitu saja.


Almira duduk, merapikan meja kerjanya lalu mulai mengerjakan pekerjaannya yang kemarin sambil menunggu briefing dimulai.


Jam istirahat dimulai, Almira keluar dari ruang akunting menuju ke kantin perusahaan. Semua karyawan membicarakan Almira. Bahkan mereka menatap Almira dari kejauhan sampai dia duduk di meja. Mereka berpikir Almira diterima di perusahaan ini karena ada main dengan Manajer HRD dan Bosnya.


Di tempat yang berbeda, Evander menuju ke ruangan akunting untuk mengajak Almira makan siang bersama. Baru dia berjalan masuk, Evander mendengar beberapa karyawannya menggosipkan Almira.

__ADS_1


"Almira bener-bener ******, ada main dengan Manajer HRD lalu ngembat Presdir kita juga," ucap Doni


"Ya ... janda memang begitu, mereka itu haus kasih sayang dan kehangatan," ucap Budi.


"Boleh juga kalau gue ikut nyobain seicip dua icip, dia cantik juga," ucap Yudi.


"Bertiga sekalian juga pasti dia mau, biasa janda pasti dah lama kesepian," ucap Doni.


Mendengar ucapan karyawannya Evander begitu marah. Tangannya mengepal, ingin rasanya memukul mereka sampai babak belur tapi dia tahu itu tidak baik dilakukan di perusahaannya, ada cara yang jauh lebih terhormat untuk memberi mereka pelajaran.


Evander berbalik, menuju ke ruangannya, saat melewati ruangan HRD, gosip itu ternyata juga sudah menyebar luas dan kemana-mana arahnya. Seolah Almira janda yang tidak punya harga diri dan kehormatan. Mereka mencibir Almira sesuka hatinya. Semua gosip ini disebar luaskan oleh Sasa yang begitu ingin menyingkirkan Almira dari hidupnya.


Evander berjalan masuk ke ruangan kerjanya dan memanggil asisten pribadinya untuk masuk ke ruangannya.


"Maaf Presdir memanggil saya?" tanya Soni.


"Semua karyawan Presdir?" tanya Soni.


"Apa aku harus mengulang dua kali ucapanku?" tanya Evander.


"Baik Presdir," jawab Soni.


Soni keluar dari ruang kerja Evander dan mulai menginformasikan agar semua karyawan berkumpul di ruangan briefing. Segera semua karyawan menuju ruang briefing, begitupun dengan Almira. Mereka semua berdiri, belum tahu apa yang akan dilakukan di ruangan itu. Saat semua karyawan sudah berkumpul, Evander masuk ke dalam ruangan itu, dia naik ke podium di ruang briefing itu.


"Kalian semua tahu kenapa saya mengumpulkan kalian semua disini?" tanya Evander.

__ADS_1


Semua karyawan bertanya-tanya mengapa Presdir mereka mengumpulkan semua karyawan. Padahal tidak sedang briefing pagi, begitu pun dengan Maya juga bingung apa yang akan dilakukan Evander.


"Saya sudah mendengar gosip yang menyebar luas di perusahaan ini. Gosip yang tidak berbobot dan menjatuhkan nama baik Almira. Kalian harus tahu, Almira diterima di perusahaan ini karena kemampuannya, tidak ada sangkut pautnya dengan statusnya yang janda. Siapa saja yang masih berani membicarakan hal buruk tentang Almira, silahkan keluar dari perusahaan ini! Dan satu hal lagi yang perlu kalian semua tahu, siapa yang menyebabkan Almira menjadi janda itu saya. Sayalah mantan suami Almira. Saya yang bersalah telah menceraikan Almira tanpa alasan yang pasti. Almira tidak bersalah dan dia adalah wanita yang baik. Jadi mulai hari ini siapa saja yang berani membicarakan hal buruk tentang Almira silahkan berhadapan langsung dengan saya!" ujar Evander.


"Hah ..., apa?" Semua karyawan terkejut. Seperti mendengar petir yang menyambar, seorang Evander yang dingin dan tertutup ternyata mantan suami Almira, bahkan dia adalah Bos mereka sendiri.


"Sialan, ternyata Evander mantan suami Almira, kenapa aku tidak mengecek dulu semuanya?" batin Maya marah. Dia tidak berpikir akan jadi begini. Ini akan jadi masalah yang berbuntut panjang.


Semua karyawan masih terkejut dan percaya tak percaya dengan pernyataan Evander. Mereka tidak tahu kalau Almira adalah mantan istri Evander. Mereka jadi takut dan merasa bersalah sudah membicarakan Almira yang tidak-tidak.


Evander turun dari podium, berjalan keluar dari ruangan briefing. Almira hanya diam dan tidak menyangka Evander akan membelanya di depan semua karyawannya. Dia bahkan mengakui kesalahannya telah menceraikan Almira. Semua karyawan minta maaf pada Almira, mereka bergantian minta maaf dan menyalami Almira. Melihat itu Maya semakin marah dan kepanasan.


"Lina gimana sih kamu ngasih info gak lengkap?" tanya Maya marah pada Lina.


"Aku gak tahu kalau Almira ternyata jandanya Predir, aku cuma melihat profil yang ada di data HRD aja," jawab Lina.


"Eeeeeh ..., sebel, kenapa dia harus jadi jandanya Evander, kenapa aku tidak tahu kalau Evander sempat menikah dengan Almira?" ujar Maya yang semakin kesal. Almira memiliki nilai lebih darinya, dia tertinggal satu step di atas Almira.


"Udah yuk, balik ke ruangan," ajak Lina.


Semua karyawan kembali ke ruangan mereka masing-masing. Almira juga kembali ke ruangan akunting. Semua teman-temannya di ruangan akunting minta maaf pada Almira. Mereka merasa bersalah telah percaya gosip murahan yang belum jelas.


Almira tersenyum. Masalahnya hari ini sudah selesai. Evander mantan suaminya sudah membelanya tanpa memikirkan harga dirinya di depan semua karyawannya.


"Makasih Evander," batin Almira.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit Evander memperbaiki kesalahan di masa lalunya pada Almira, dia tak ingin jaim lagi seperti dulu, Almira harus di perjuangankan atau dia akan kehilangannya seumur hidup.


__ADS_2