Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Duka Cinta


__ADS_3

Almira masih mendengarkan semua cerita yang diceritakan Taka padanya tentang masa lalu Evander. Almira terus meneteskan air matanya saat Taka menceritakan masa kecil Evander. Almira tak pernah tahu kalau Evander mengalami masa yang sulit dan mengerikan saat kecilnya. Evander tak pernah cerita pada Almira tentang hal ini. Selama ini Evander hanya terlihat dingin, cuek dan acuh pada Almira selama menikah dulu.


"Begitulah ceritanya Almira, Evander tak bermaksud dengan sengaja mengacuhkanmu selama ini. Dia takut bila harus berhubungan dengan wanita. Kau adalah wanita pertama dan satu-satunya yang mengisi hati Evander," ucap Taka.


"Evan ... hik hik hik ...," ucap Almira menangis.


"Aku pikir dia sudah melupakanmu saat bercerai dulu. Tapi akhir-akhir ini dia kembali mengingatmu dan berusaha untuk bisa kembali dekat denganmu," sahut Taka.


Almira hanya diam dan menangis.


"Aku melihat cinta mulai tumbuh dihati Evan untukmu. Bahkan dia mulai bisa mengontrol traumanya semenjak kembali dekat denganmu," ujar Taka.


"Kenapa dulu dia tidak cerita padaku tentang hal ini?" tanya Almira.


"Evan itu sangat tertutup dan dingin pada semua wanita termasuk padamu. Dia takut kau sama dengan ibunya, itu sebabnya dia menceraikanmu saat itu," jawab Gara.


"Kalau aku tahu Evan seperti itu, aku akan berusaha mengobati luka hatinya dan tetap berada di sisinya apapun yang terjadi meskipun dia mengusirku," sahut Almira.


"Aku dulu juga berpikir seperti itu. Aku berharap dengan menikah denganmu Evander bisa mengobati traumanya. Dan bisa hidup normal dan bahagia seperti orang lain pada umumnya," ujar Taka.


"Aku merasa bersalah telah meninggalkannya kemarin sampai membuatnya jadi seperti ini hik....hik...hik....," sahut Almira sambil menangis.


"Almira percayalah, Evan melakukan semua itu karena dia ingin melindungi orang yang dicintainya dan berharga untuknya. Hanya kamu Almira yang telah mengisi hatinya. Membuat hidup Evan kembali berwarna dan bercahaya kembali," ucap Taka.


"Terimakasih Taka, kau telah menceritakan semua ini padaku," ujar Almira.


"Ya," sahut Taka.


Almira langsung keluar dari cafe itu dan berjalan menuju rumah sakit. Saat sampai di rumah sakit Almira berlari menuju ke ruangan perawatan tempat Evander dirawat. Almira masuk ke ruangan itu dan memeluk Evander yang sedang koma.


"Evan bangunlah! aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku, aku ingin bersama denganmu lagi Evan, aku mohon bangunlah!" ucap Almira menangis.


"Nona Almira, maaf silahkan Anda keluar! Dokter mau kunjungan untuk memeriksa kondisi pasien," ucap Suster itu.


"Baik," sahut Almira. Dia keluar dari ruangan itu. Dia duduk di ruang tunggu sambil terus menangis. Dia takut kehilangan Evander. Almira akan sangat merasa bersalah jika Evander meninggalkannya.


***


Sakira berjalan dijalan raya mencari angkutan umum untuk pergi ke rumah sakit menemani kakaknya Almira. Devan melihat Sakira yang berdiri di halte bus langsung memarkir mobilnya dan turun menuju ke tempat Sakira berada.


"Sakira kau mau kemana?" tanya Devan.


"Kak Devan, aku mau ke rumah sakit," jawab Sakira.


"Memang siapa yang sakit?" tanya Devan penasaran.


"Kak Evan," jawab Sakira.


"Evan, sakit apa?" tanya Devan.


"Kemarin Kak Evan kecelakaan karena menolong Kak Almira. Sekarang dia koma dan dirawat di rumah sakit," jawab Sakira.


"Kalau begitu aku juga mau menjenguk sekalian, mari kita ke rumah sakit bersama," ajak Devan.

__ADS_1


"Ya," sahut Sakira.


Mereka berdua pun pergi bersama ke rumah sakit naik mobil Devan. Sampai di rumah sakit, Sakira dan Devan bertemu Rey yang sedang mengantarkan korban kecelakaan bersama teman sejawatnya.


"Kak Rey," ucap Sakira.


"Sakira," sahut Rey.


"Sedang apa di sini?" tanya Sakira.


"Sedang mengantarkan korban kecelakaan," jawab Rey.


"Oya kak Rey, kenalkan ini Kak Devan mantan suami ketiga Kak Almira," ujar Sakira.


"Devan," ucap Devan memperkenalkan diri pada Rey.


"Rey, senang berkenalan dengan Anda," sahut Rey. Dia memperkenalkan diri pada Devan.


"Oya Kak Rey aku ke atas dulu ya," ucap Sakira.


"Tunggu Sakira, kau ke rumah sakit untuk apa?" tanya Rey. Penasaran kenapa adiknya Almira itu datang ke rumah sakit.


"Untuk menjenguk Kak Evan, mantan suami kedua Kak Almira," jawab Sakira.


"Memangnya sakit apa?" tanya Rey.


"Kemarin Kak Evan kecelakaan karena menolong Kak Almira, sekarang dia sedang koma," jawab Sakira.


"Oke, ayo!" ajak Sakira.


Mereka bertiga naik ke lantai atas untuk pergi ke ruangan perawatan Evander. Keluar dari lift mereka bertemu Sultan yang selesai dari kunjungan pasien.


"Sakira," sapa Sultan.


"Kak Sultan," sapa Sakira.


"Mau menjenguk Evan ya?" tanya Sultan.


"Ya Kak Sultan. Kasihan Kak Almira menunggu sendirian, aku ingin menemaninya," jawab Sakira.


"Kebetulan aku baru mau istirahat, jadi aku ikut ke ruangan perawatan Evan ya?" ujar Sultan.


"Baik, silahkan Kak Sultan," jawab Sakira.


Setelah itu mereka berempat menuju ke ruangan perawatan Evander. Mereka melihat Almira sedang duduk dikursi tunggu sendirian. Mereka menghampiri Almira.


"Almira," sapa mereka semua.


"Kak Sultan, Devan, Rey, Sakira, kalian kesini?" tanya Almira.


"Iya aku mau menjenguk Evan sekalian mengantar Sakira tadi," ucap Devan.


"Aku tadi mengantar korban kecelakaan,bertemu Sakira di dekat UGD dan ikut kesini untuk menjenguk Evan," ucap Rey.

__ADS_1


"Aku baru istirahat. Sekalian ke sini untuk melihat perkembangan kondisi Evan," "ucap Sultan.


"Terimakasih atas perhatiannya pada Evan," ucap Almira.


"Iya," jawab semuanya.


"Wah canggung banget nih. Sepertinya aku harus mengamankan Kak Devan saja biar berkurang kecanggungannya," ucap Sakira dalam hatinya.


"Kak Devan antar aku ke kantin bawah, aku lapar belum makan siang," ucap Sakira.


"Oke, Almira aku ke kantin dulu bersama Sakira, semoga Evan cepat sadar dan segera sembuh seperti semula," ujar Devan.


"Terimakasih Devan," ucap Almira.


"Ya sama-sama," jawab Devan.


Mereka berdua meninggalkan ruangan itu. Tinggal Almira, Sultan, dan Rey yang ada disitu.


Tak lama seorang suster memanggil Almira.


"Nona Almira, anda boleh masuk kembali ke ruangan ini," ucap Suster.


"Iya, terimakasih suster," sahut Almira.


"Ya," ucap Suster itu.


"Kak Sultan, Rey saya masuk dulu ke dalam untuk melihat kondisi Evan," ucap Almira.


"Ya," jawab keduanya bersamaan.


Almira masuk ke dalam ruangan perawatan Evander. Tinggal Sultan dan Rey yang berada di ruang tunggu.


"Saudara Rey kenapa Anda tidak segera turun ke bawah, bukannya Anda mengantarkan korban kecelakaan ya," ucap Sultan.


"Anda juga bukannya istirahat seorang Dokter tidak lama ya," sahut Rey.


"Saya bisa mengatur waktu saya sendiri," ucap Rey


"Saya juga di bawah sudah ada teman sejawat saya yang menemani korban kecelakaan itu," sahut Rey.


Mereka terus berdebat, sementara itu Almira berada di dalam ruangan perawatan Evander. Di sana ada Dokter dan Suster yang sudah menunggu Almira.


"Nona Almira saya turut berduka cita ya," ucap Dokter itu.


"Berduka cita?" Almira heran.


"Maafkan saya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi takdir berkata lain. Evander menghembuskan nafas terakhirnya tadi," ucap Dokter itu.


"Apa? Evan tidak, jangan tinggalkan aku kumohon hik....hik...," ucap Almira sambil menangis memeluk tubuh Evander.


Dokter dan Suster itu keluar dari ruangan itu. Tinggal Almira sendirian diruangan itu bersama Tristan.


"Evan jangan tinggalkan aku hik....hik....aku mencintaimu Evan. Bukannya kemarin kau ingin mendengar aku mengatakan itu. Jangan tinggalkan aku...aku mau kita rujuk lagi tapi ku mohon bangunlah Evan hik....hik...," ucap Almira sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2