Istri Pajangan CEO Alergi Wanita

Istri Pajangan CEO Alergi Wanita
Makan Bareng Dua Mantan


__ADS_3

Sultan sedang bersiap untuk bekerja di dalam ruang prakteknya. Suster Sari mempersiapkan semua peralatan yang akan dipakai Sultan nantinya. Setiap jam 10 pagi Sultan sudah mulai melayani pasien. Seperti biasa, dia duduk di kursi kerjanya, tapi kali ini Sultan sedang memikirkan sesuatu. Melihat sang Dokter seperti itu, suster Sari ingin tahu penyebabnya.


"Dokter sedang memikirkan apa?" tanya suster Sari.


"Suster Sari masih ingat cerita saya dan mantan istri sayakan?" tanya Sultan balik.


"Masih Dok," jawab suster Sari.


"Saya sedang bingung gimana cara saya mendekati mantan istri saya kembali, soalnya bukan hanya saya mantan suaminya," ucap Sultan.


"Maksud Dokter ada mantan suami lainnya selain anda?" tanya suster Sari. Dia terkejut, tak menyangka kalau mantan istri Dokter Sultan memiliki mantan selain dirinya. Selama ini suster Sari mengira hanya Sultan mantan suami Almira.


"Iya, mantan istri saya memiliki tiga mantan suami," jawab Sultan.


"Apa? tiga mantan suami?" Suster Sari semakin terkejut. Satu atau dua mantan suami, sudah biasa didengarnya di masyarakat umum, tapi tiga mantan suami, hal yang yang baru didengar Sari.


"Iya, itulah masalahnya, saya jadi sulit mendekatinya karena harus bersaing dengan dua mantan suami lainnya," jawab Sultan.


"Waduh ... kalau begitu susah dong Dok," ungkap suster Sari.


"Bukan itu saja, ada seorang polisi lajang yang mendekati mantan istri saya juga, jadi rival saya ada tiga orang," terang Sultan.


"Apa? tiga orang rival sekaligus Dok? Saya dengarnya aja pusing Dokter. Kalau saya yang jadi ceweknya gak tahu harus pilih siapa Dok," ucap Suster Sari. Dia semakin pusing mendengar curhatan sang Dokter padanya. Punya satu saingan saja sulit apalagi tiga saingan sekaligus.


"Nah itu dia Suster Sari, gimana cara saya mendekati mantan istri saya kalau rival saya banyak dan juga orang yang berpengaruh," ujar Sultan.


Suster Sari berpikir sejenak. Masalah ini bukan perkara enteng yang mudah diselesaikan dengan solusi yang biasa. Setiap mantan pasti akan berusaha melakukan apapun untuk Almira, belum lagi polisi lajang yang mungkin memiliki kesempatan yang jauh lebih baik dari para mantan suami yang jelas-jelas pernah menyakiti Almira.


"Begini saja Dok, berikan perhatian dari hal kecil dulu aja, contohnya ngajak makan siang bersama gitu, jalin kedekatan dari hal kecil," saran suster Sari.


"Benar juga ya, kalau gitu siang ini aku akan mengajaknya makan siang," ucap Sultan


Setelah bicara dengan suster Sari, Sultan merasa lebih lega. Selain itu ide suster Sari bisa dicoba. Mungkin dengan begitu Almira akan membuka hati untuknya.


\*\*\*

__ADS_1


Almira membereskan barang-barang di mejanya sebentar lagi jam istirahat dimulai. Saat Almira sedang membereskan meja, handphone miliknya berdering.


Kring ... kring ... kring ...


Almira segera mengambil handphone-nya, menyalakan layar kemudian mengangkat panggilan yang masuk.


"Hallo Almira," ucap Sultan.


"Hallo, iya Kak Sultan ada apa?" tanya Almira.


"Aku sudah di parkiran perusahaan tempatmu bekerja. Almira ayo makan siang bersama gimana?" tanya Sultan.


Mendengar Sultan sudah di parkiran perusahaan tempat dia bekerja, Almira tak enak jika harus menolak.


"Baik, sebentar lagi aku ke bawah setelah selesai semuanya," jawab Almira.


"Aku tunggu ya," ucap Sultan.


"Ya," sahut Almira.


Usai bicara, telpon ditutup. Almira masih terdiam memikirkan ajakan Sultan. Sebenarnya dia kurang nyaman harus berdekatan kembali dengan mantan suaminya, tapi di sisi lain Almira juga tidak ingin membuat Sultan kecewa karena sudah jauh-jauh datang ke perusahaannya.


"Almira mau kemana?" tanya Evander.


"Ee ... mau makan bersama Sultan, dia sudah menunggu di bawah," jawab Almira.


"Sultan? ngapain dia mengajak Almira makan siang segala," batin Evander dalam hatinya.


"Almira, apa aku juga boleh ikut makan bersamanya?" tanya Evander.


"Ya boleh," jawab Almira.


Evander senang dengan jawaban Almira, dengan begitu dia bisa mandorin kencan mantan istrinya dengan mantan suami pertamanya. Jangan sampai Sultan menyatakan rujuk duluan.


Evander dan Almira naik lift ke lantai dasar, lalu mereka menemui Sultan yang sudah menunggu di lobi. Sultan terkejut melihat Almira bersama Evander. Padahal dia sudah membayangkan makan siang berdua yang romantis, tapi malah muncul pesaing dadakan yang tak diundang.

__ADS_1


"Evan," ucap Sultan.


"Begini Kak Sultan, Evan ikut makan siang bersama kita," jelas Almira.


"Gimana aku mau pendekatan sama Almira kalau Evan juga ikut makan siang bersama," batin Sultan dalam hatinya.


"Oo ... ya tidak apa-apa," ucap Sultan.


Mereka berjalan keluar perusahaan dan pergi ke restoran di dekat perusahaan itu. Sultan dan Evander duduk bersampingan sementara Almira berada di depan mereka. Mereka memesan makan, tak lama pelayan membawa pesanan makanan mereka.


"Almira makan cumi ini, dulu kau suka cumikan," ucap Sultan sambil meletakkan cumi itu di piring Almira. Dia berusaha memberi perhatian kecil.


"Almira kau juga harus makan cah kangkungnya, dulu kau suka cah kangkungkan," ucap Evander sambil meletakkan cah kangkung itu di piring Almira. Dia tak mau kalah dari rivalnya. Ini semua demi masa depannya.


Almira hanya diam melihat kedua mantan suaminya meletakkan lauk dan sayuran di piringnya.


"Almira ayam bakar ini terlihat lezat, kau harus makan ini," ucap Sultan sambil meletakkan ayam bakar di piring Almira. Dia selangkah lebih maju dari Evander.


"Almira sate ayam ini juga terlihat enak, kau harus makan ini," ucap Evander sambil meletakkan sate ayam di piring Almira. Dia takkan menyerah, satu langkah dibalas satu langkah.


Almira hanya diam. Kedua mantan suaminya silih berganti meletakkan lauk pauk dan sayuran di piring Almira sampai piring Almira penuh.


"Kak Sultan, Evan, sudah cukup lauk pauk dan sayurannya, piringku sudah penuh," kata Almira.


"Oya sudah penuh," ucap Sultan dan Evander bersamaan.


Akhirnya mereka makan bersama, Sultan jadi tak bisa pendekatan pada Almira gara-gara Evander ikut makan siang bersama. Dia hanya bisa merelakan kesempatannya kali ini gagal total. Selesai makan, mereka kembali ke perusahaan.


"Adelia makasih ya udah mau makan siang bersama, nanti pulang kerja biar ku antar pulang ya?" tanya Sultan.


"Oh maaf Sultan, Almira hari ini lembur, ada laporan keuangan bulanan. Jadi anda tak perlu repot-repot ke sini, jam pulang kerjanya belum pasti," jawab Evander.


"Iya, Kak Sultan tidak perlu ke sini untuk mengantarku pulang nanti, apa yang dikatakan Tristan benar," ucap Almira.


"Oh begitu ya. Kalau begitu aku kembali ke rumah sakit. Terimakasih ya Almira," ujar Sultan.

__ADS_1


"Ya sama-sama," sahut Almira.


Setelah itu Sultan berjalan keluar perusahaan dengan kecewa, harapannya mendekati Almira terhalang lagi. Dia harus berusaha lebih keras lagi agar bisa mendapatkan hati Almira.


__ADS_2