
Pagi itu Devan sudah rapi mengenakan kemeja, dia ingin menemani Queenza jalan-jalan di taman hiburan. Devan berjalan keluar dari kamarnya. Dia berdiri di depan dispenser, mengambil segelas air minum, kemudian meminum airnya hingga habis. Devan kembali berjalan menuju ke ruang depan dari arah yang berlawanan, Mona mengenakan baju tidur yang transparan dan berlenggak lenggok berjalan melewati depan Devan lalu dia pura-pura jatuh supaya Devan masuk ke dalam perangkap cintanya.
Bruuug ...
"Aw ... kakiku sakit," ucap Mona.
Melihat Mona yang terjatuh dan kesakitan, Irfan langsung menolongnya.
"Mona, kamu tidak apa-apa?" tanya Devan.
"Kak Devan kaki keseleo gak bisa jalan, gimana dong?" ucap Mona.
"Ya sudah aku bantu berdiri," usul Devan.
"Berdiri juga gak bisa Kak Devan," ucap Mona.
"Oke, aku bopong ya," ucap Devan.
Mona mengangguk.
Devan langsung mengangkat tubuh Mona dan membopongnya, berjalan menuju ruang keluarga. Mona pura-pura kesakitan dan bersandar di dada Devan, dia sengaja menggodanya agar Devan jatuh hati padanya.
"Pasti Kak Devan gak tahan kalau kaya gini, laki-laki mana yang tahan sedekat ini dengan cewek," batin Mona dalam hatinya.
"Mona bisa tidak jangan bersandar," ujar Devan.
"Sial, nyandar aja gak boleh, kaku banget sih jadi cowok," batin Mona. Dia kesal Devan sok suci, seharusnya senang ada cewek nempel padanya malah nolak.
Devan membawa Mona ke sofa di ruang keluarga, lalu membaringkan Mona di sofa itu. Mona masih pura-pura kesakitan sambil memegangi kakinya.
"Mona aku ambil balsem dulu ya," ucap Devan.
"Gak usah Kak Devan, aku maunya kakiku dipijat aja, biasa kalau keseleo dipijat nanti juga sembuh," ucap Mona.
"Aku panggil tukang pijat ya," usul Devan.
"Udah gak tahan Kak Devan, kelamaan kalau manggil tukang pijat," ujar Mona.
"Maunya gimana?" tanya Devan.
"Tolong pijat di sini! Sakit banget Kak Devan," ujar Mona.
Devan masih terdiam, tiba-tiba Qisya datang dan melarang Devan memijat kaki Mona.
"Papa gak usah mijat kaki Tante Mona, biar Queenza aja yang memijatnya. Papa cepet mandi sana kita kan mau jalan-jalan ke taman hiburan," ucap Queenza.
__ADS_1
"Oke, Mona biar Queenza yang memijat ya, aku mau mandi dulu," ucap Devan.
"Tapi Kak Devan ...," rengek Mona.
"Tenang Tante Mona, Queenza jago mijet, Papa aja sering Queenza pijet," ujar Queenza.
"Kak Devan ...," rengek Mona.
Devan langsung pergi meninggalkan ruang keluarga itu. Segera Queenza mendekati Mona dan duduk di sampingnya lalu memijat kaki Mona.
"Aw ..., sakit, bisa pelan tidak?" ucap Mona.
"Kalau mijatnya pelan tidak akan sembuh Tante Mona," jawab Queenza.
"Sialan anak ini jadi penghalangku bersama Devan, kalau bukan keponakanku udah ku cakar nih bocah," batin Mona dalam hatinya.
Mona gagal menjalankan rencananya untuk menggoda Devan, malah dikerjain Queenza putri Devan. Queenza dari dulu tidak suka dengan nenek dan tantenya itu. Mereka selalu mengatur-ngatur dan melarang Quuenza melakukan keinginannya.
***
Evander bersiap untuk menjemput Almira. Dia tersenyum-senyum di depan kaca karena mau berkencan dengan Almira. Matanya melirik foto pernikahan yang terpajang di dinding, dia berpikir suatu saat nanti dia akan memajang foto pernikahan baru dengan Almira.
Usai merapikan pakaiannya. Evander mengambil
kunci mobil di atas laci. Kemudian berjalan ke luar kamar, menuruni tangga. Dia terus memasang wajah cerianya sepanjang jalan menuju ruang depan.
"Mau pergi berlibur dengan Almira Pa," jawab Evander.
"Bagus, kau memang harus mendekati Almira, dengan begitu kalian akan segera bersama lagi," ujar Pak Antony.
"Iya Pa, semoga Adelia mau rujuk lagi denganku," ucap Evander.
"Amin," sahut Pak Antony.
Evander mendekati Papanya, meminta izin dan mencium tangannya. Lalu berjalan ke luar. Mengendarai mobil pribadinya. Evander mengendarai mobilnya menuju sebuah toko aksesoris wanita. Dia membeli bando Hello Kitty dan Mini Mouse untuk Almira dan Sakira. Evander berpikir Almira akan sangat manis memakai bando itu. Setelah itu dia mengendarai mobilnya menuju ke rumah Almira.
Di teras, Almira dan Sakira sudah siap menunggu kedatangan Evander. Mereka terlihat cantik mengenakan setelan tunik berwarna pink dan ungu. Dari tadi Sakira memperhatikan kakaknya yang terlihat gugup. Sakira langsung meledek kakaknya.
"Kak gak usah gugup gitu, bukannya dulu sering berduaan sama Kak Evan," ucap Sakira.
"Apa sih kamu Sakira?" ujar Almira.
"Kak, Kak Evan memang tampan dan berkharisma, wanita mana yang tidak akan jatuh hati. Sifat coolnya itu loh membuat cewek-cewek klepek-klepek. Hati-hati kak nanti jatuh cinta gak ada obatnya lo," ucap Sakira menggoda kakaknya.
"Kamu ini Sakira selalu menggoda kakak," ucap Almira.
__ADS_1
"Habis dari tadi kakak kelihatan gugup, santai aja Kak, nanti malah salah tingkah saat bersama Kak Evan," kata Sakira.
"Ya, terimakasih sarannya Sakira," ucap Almira.
Tak lama mobil Evander datang dan berhenti di jalan depan rumah Almira. Evander turun dari mobil itu, berjalan menghampiri Almira dan Sakira.
"Almira, Sakira sudah siap?" tanya Evander.
"Siap dong Kak Evan, iyakan Kak?" tanya Sakira.
Almira mengangguk.
"Ini aku beli bando untukmu dan Sakira," ucap Evander sambil memberikan bando itu.
"Sini Kak!" pinta Sakira mengambil bando pemberian Evander.
"Wah lucu banget bandonya, aku mau yang Hello Kitty, Kak Almira yang Mini Mouse ya," ucap Sakira sambil memberikan bando Mini mouse pada Almira.
"Iya," sahut Almira sambil menerima bando itu.
Sakira langsung memakai bando Hello Kitty miliknya sedangkan kakaknya masih memegang bando itu. Segera Sakira berinisiatif meminta Evander untuk memakaikan bando milik Almira.
"Kak Evan, pakaiin dong bando Kak Almiranya," pinta Sakira.
"Iya," sahut Evander. Dia mengambil bando di tangan Almira lalu memakaikan bando itu di atas kepalanya yang tertutup hijab. Mereka saling bertatapan satu sama lain. Sakira langsung memfoto mereka berdua saat bertatapan mata.
Cekrek ...
"Wah hasil fotonya bagus nih, terlihat romantis" ucap Sakira.
Evander dan Almira langsung tersadar dan salah tingkah satu sama lain.
"Kak Evan kalau nanti minta dikirimin fotonya bilang aja ya, atau mau ku kirim sekarang aja, no telpon Kak Evan masih yang dulukan?" tanya Sakira.
"Iya, masih sama," jawab Evander.
Sakira langsung mengirim foto yang tadi difotonya ke chat pribadi Evander.
"Sudah terkirim ya," ucap Sakira.
"Terimakasih Sakira," sahut Evander.
"Sama-sama, ayo berangkat nanti keburu siang," ujar Sakira.
"Oke," sahut Evander. Almira hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk ke mobil Evander. Almia duduk di belakang dengan Sakira duduk. Sedangkan Evander duduk di depan. Dia mengendarai mobilnya menuju ke taman hiburan.